Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Februari, Utang Luar Negeri Indonesia Naik 4% Jadi Rp 6.166 Triliun

Jumat, 16 April 2021 | 11:26 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri Indonesia pada Februari 2021 sebesar US$ 422,6 miliar (Rp 6.166 triliun) atau tumbuh 4% (yoy) dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 2,7%

"Peningkatan pertumbuhan utang tersebut didorong oleh utang luar negeri pemerintah dan utang luar negeri swasta," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono yang dipublikasikan Jumat (16/4/2021).

Erwin mengatakan utang luar negeri pemerintah tumbuh 4,6% dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2021 sebesar 2,8% seiring dengan upaya penanganan dampak pandemi Covid-19 sejak 2020 dan akselerasi program vaksinasi serta perlindungan sosial pada kuartal I 2021.

Peningkatan utang ini untuk memenuhi target pembiayaan APBN 2021 melalui pendanaan dari dalam dan luar negeri dengan mengutamakan utang tenor menengah-panjang dan pengelolaan portofolio utang secara aktif untuk mengendalikan biaya dan risiko.

Pemanfaatan utang ini juga untuk mendukung belanja prioritas seperti sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,7% dari total), sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (17,2%) sektor jasa pendidikan (16,3%), sektor konstruksi (15,3%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (12,7%). "Posisi utang luar negeri pemerintah pada Februari 2021 mencapai US$ 209,2 miliar lebih rendah dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya sebesar US$ 210,8 miliar," katanya.

Sementara itu Erwin mengatakan utang luar negeri swasta tetap didominasi utang jangka panjang dengan pertumbuhan mencapai 3,4% meningkat dibandingkan dengan Januari 2021 sebesar 2,5%.

Perkembangan ini didorong oleh pertumbuhan utang luar negeri perusahaan bukan lembaga keuangan sebesar 5,9% Sedangkan utang luar negeri lembaga keuangan mengalami kontraksi 4,9% atau lebih rendah dari kontraksi pada Januari 2021 sebesar 6,1%.

Berdasarkan sektornya, utang luar negeri swasta terbesar dengan pangsa mencapai 77,3% dari total berasal dari jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pertambangan dan penggalian, serta industri pengolahan. "Dengan perkembangan tersebut, posisi utang luar negeri swasta pada Februari 2021 sebesar US$ 210,5 miliar didominasi oleh utang luar negeri jangka panjang dengan pangsa mencapai 78 persen terhadap total," katanya

Secara keseluruhan, menurut dia, struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Rasio utang luar negeri Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tetap terjaga di kisaran 39,7% relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 39,6%.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Antisipasi Lonjakan Pengiriman Selama Ramadan, Lion Parcel Tambah Infrastruktur

Lion Parcel menambah jumlah armada transportasi darat truk hingga 25%.

EKONOMI | 16 April 2021

Rehabilitasi Gedung dan Fasilitas Umum Pascabencana Gempa Bumi di Sulbar Capai 34,15%

Kempupera tengah melakukan rehabilitasi sejumlah gedung dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa bumi di Sulawesi Barat.

EKONOMI | 16 April 2021

Triwulan I, Program Sejuta Rumah Capai 164.071 Unit

Kempupera catat pencapaian kinerja program Sejuta Rumah pada triwulan pertama 2021 mencapai angka 164.071 unit rumah.

EKONOMI | 16 April 2021

Awali Sesi, Rupiah Stagnan Saat Mata Uang Asia Melemah

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.610-Rp 14.620 per dolar AS.

EKONOMI | 16 April 2021

Mendes PDTT Minta Kades Segera Salurkan BLT, Bantu Ekonomi Warga Desa di Bulan Ramadan

Mendes PDTT meminta desa yang telah menerima pencairan dana desa untuk segera menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa.

EKONOMI | 16 April 2021

IHSG Menguat di Awal Perdagangan

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan naik 15,8 poin (0,26%) menjadi 6.093.

EKONOMI | 16 April 2021

Teten: Koperasi Pesantren Potensial Bangun Jaringan Ritel Modern

Pondok pesantren berpotensi menjadi pusat penggerak ekonomi yang sangat besar.

EKONOMI | 16 April 2021

Laba Bersih Ciputra Development Meningkat 14,05%

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan peningkatakan laba bersih pada akhir tahun 2020 sebesar 14,05% menjadi Rp 1,32 triliun.

EKONOMI | 16 April 2021

Arsjad Rasjid: Pemulihan Sektor Pariwisata Butuh Kerja Sama

Pemulihan sektor pariwisata di Tanah Air membutuhkan kerja sama, inovasi, dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

EKONOMI | 16 April 2021

Tingkatkan Penetrasi Asuransi di Indonesia Lewat Digitalisasi

Tingkat penetrasi asuransi di Indonesia baru menyentuh angka 3%, jika dibandingkan dengan PDB.

EKONOMI | 16 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS