Harga Minyak Naik di Tengah Vaksinasi AS dan Ketegangan di Timur Tengah
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 479 (-0)   |   COMPOSITE 5975 (-6)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1396 (-0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-0)   |   IDX30 473 (-0)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1245 (-4)   |   IDXBUMN20 361 (0)   |   IDXCYCLIC 739 (-1)   |   IDXENERGY 741 (2)   |   IDXESGL 130 (-0)   |   IDXFINANCE 1328 (1)   |   IDXG30 133 (0)   |   IDXHEALTH 1274 (2)   |   IDXHIDIV20 418 (0)   |   IDXINDUST 965 (1)   |   IDXINFRA 871 (-1)   |   IDXMESBUMN 102 (0)   |   IDXNONCYC 739 (-4)   |   IDXPROPERT 876 (-4)   |   IDXQ30 136 (-0)   |   IDXSMC-COM 280 (0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (0)   |   IDXTECHNO 3334 (14)   |   IDXTRANS 1040 (3)   |   IDXV30 127 (0)   |   INFOBANK15 957 (-0)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 408 (-0)   |   ISSI 176 (-0)   |   JII 579 (-3)   |   JII70 205 (-0)   |   KOMPAS100 1135 (-1)   |   LQ45 890 (-0)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1594 (-2)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 303 (-0)   |   PEFINDO25 295 (-2)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (0)   |   SRI-KEHATI 342 (-0)   |   TRADE 872 (0)   |  

Harga Minyak Naik di Tengah Vaksinasi AS dan Ketegangan di Timur Tengah

Selasa, 13 April 2021 | 06:43 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

New York, Beritasatu.com - Harga minyak naik pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (13/4/2021), di tengah optimisme atas laju vaksinasi virus corona di Amerika Serikat (AS) dan gerakan Houthi yang berbasis di Yaman mengatakan pihaknya menembakkan rudal ke situs-situs minyak Saudi.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik 33 sen menjadi US$ 63,28 per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei bertambah 38 sen menjadi menetap US$ 59,70 per barel di New York Mercantile Exchange.

Namun, harga minyak mentah masih bergerak di kisaran sempit dalam 3 minggu terakhir, karena meningkatnya ekspektasi akan melonjaknya aktivitas ekonomi AS diimbangi oleh lambatnya tingkat vaksinasi di Eropa dan antisipasi pasokan tambahan dari Iran dalam beberapa bulan mendatang.

Amerika Serikat telah memvaksinasi penuh 22% dari populasinya, sedangkan Inggris telah memvaksinasi 11%, menurut pelacak vaksin Reuters. Namun, negara-negara lainnya tidak bernasib baik, dengan warga Prancis dan Jerman baru sekitar 6,0% divaksinasi.

“Harga minyak naik hari ini sebagai hasil dari kemajuan dalam kampanye vaksinasi di AS, yang membantu rencana pengeluaran negara,” kata analis pasar minyak Rystad Energy, Louise Dickson.

"Momentum kenaikan (vaksinasi) di negara lain cukup menjanjikan, tetapi perbedaan besar tetap terjadi secara global," tambah Dickson.

Harga juga mendapat dukungan setelah gerakan Houthi yang berpihak pada Iran di Yaman mengatakan telah menembakkan 17 drone dan dua rudal balistik ke sasaran Saudi, termasuk ke kilang Saudi Aramco di Jubail dan Jeddah.

Tidak ada konfirmasi langsung dari Saudi. Saudi Aramco, perusahaan minyak milik negara, tidak berkomentar saat dihubungi oleh Reuters.

“Meskipun masih banyak alasan untuk menjadi bullish, pelaku pasar menjadi lebih berhati-hati karena infeksi telah melonjak di Eropa, India dan beberapa negara berkembang, sementara peluncuran vaksin terbukti lebih lambat dari yang diperkirakan,” kata Stephen Brennock dari pialang minyak PVM.

India sekarang menyumbang satu dari setiap enam infeksi virus corona harian di seluruh dunia, dan kasus juga meningkat di bagian lain Asia.

Di sisi pasokan, produksi minyak AS dari tujuh formasi minyak serpih utama diperkirakan naik untuk bulan ketiga berturut-turut, bertambah sekitar 13.000 barel per hari (bph) pada Mei menjadi 7,61 juta barel per hari, Badan Informasi Energi AS mengatakan pada Senin (12/4/2021).



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Meski Berat, IHSG Masih Berpeluang Menguat ke Level 6.000

Apabila berhasil bertahan di level support 5.912 dan kembali ke atas 6.025, IHSG memiliki peluang untuk kembali menguat.

EKONOMI | 13 April 2021

IPO, Produsen Pupuk Nusa Palapa Bidik Dana Rp 64 Miliar

Perusahaan akan melepas 648.047.200 lembar saham atau 20% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan.

EKONOMI | 13 April 2021

Jelang Data Inflasi, Bursa AS Terkoreksi Setelah Cetak Rekor Tertinggi

S&P 500 merosot kurang 1 poin menjadi 4.127,99 setelah ditutup pada rekor tertinggi perdagangan hari sebelumnya

EKONOMI | 13 April 2021

Bursa Eropa Ditutup Melemah Mengikuti Sentimen Global

Pan-European Stoxx 600 ditutup turun 0,46%, dengan saham teknologi merosot 1,3% memimpin peelmahan.

EKONOMI | 13 April 2021

BRI Raih Tujuh Penghargaan dalam Sepekan

BRI mampu mempertahankan kinerja positif dengan terus mengambil peran dalam penyelamatan UMKM dan pemulihan ekonomi nasional.

EKONOMI | 13 April 2021

Indonesia-Jerman Kembangkan industri Kedirgantaraan dan Alat Kesehatan

Kemperin menyambut baik kerja sama antara PT Yogya Presisi Teknikatama Industri (YPTI) dan Toolcraft AG di bidang penerbangan serta industri alat kesehatan.

EKONOMI | 13 April 2021

Danone Indonesia Gelar Program “Damping UMKM”

Danone Indonesiamenggandeng Kampus Bisnis Umar Usman untuk memberdayakan para UMKM melalui program “Damping UMKM".

EKONOMI | 13 April 2021

Jasa Marga Raih Penghargaan atas Tindakan Keselamatan dari Kemhub

Jasa raih penghargaan dari Kemhub atas tindakan keselamatan yang selalu dijalankan.

EKONOMI | 13 April 2021

Ini Harapan Pengusaha pada Kementerian Investasi

Perubahan BKPM menjadi Kementerian Investasi harus disertai kewenangan dan fungsi yang lebih besar dibandingkan BKPM.

EKONOMI | 12 April 2021

PTPP Raih Dua Penghargaan Anugerah BUMN 2021

"Penghargaan ini merupakan tantangan bagi perseroan untuk dapat terus meningkatkan performa perusahaan,” ujar Novel.

EKONOMI | 12 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS