Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Refocusing Anggaran, Kempupera Tunda Proyek KIT Batang dan Food Estate

Selasa, 30 Maret 2021 | 20:19 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) tahun ini merelaksasi kegiatan di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dan Food Estate akibat terkena refocusing anggaran. Dukungan kegiatan akan dilanjutkan tahun depan.

"Dukungan kegiatan di KIT Batang dan Food Estate direlaksasi dan akan dilanjutkan tahun depan, termasuk dukungan di Kawasan Industri Subang yang akan ditunda utamanya karena readiness criteria belum terpenuhi," ucap Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Selasa (30/3/2021).

Hedy menambahkan, pada Tahun Anggaran (TA) 2021 Bina Marga mendapat tugas penghematan anggaran sebesar Rp 6,88 triliun dan percepatan penarikan Pinjaman dan/Hibah Luar Negeri (PHLN) dan luncuran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp 0,55 triliun. Sehingga dari semula dianggarkan Rp 53,956 triliun, setelah refocusing, posisi pagu DIPA Bina Marga saat ini menjadi Rp 47,63 triliun.

Langkah-langkah penghematan pun dilakukan seperti menghemat belanja barang dan belanja modal terutama yang berasal dari perubahan sumber pendanaan rupiah murni menjadi SBSN.

"Jadi, kita memanfaatkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang masih ada ruang untuk menggantikan rupiah murni yang terkena refocusing. Kegiatan-kegiatan yang belum siap lelang juga kita hold dulu," papar Hedy.

Alhasil, kegiatan pembangunan jalan mengalami penghematan Rp 4,28 triliun dari sebelumnya Rp 12,16 triliun menjadi Rp 7,88 triliun. Penundaan ini utamanya berkaitan dengan readiness criteria yang belum siap dan beberapa relaksasi di kegiatan yang sedang berjalan.

Penundaan juga terjadi di pembangunan jembatan/flyover atau underpass. Lagi-lagi, akibat readiness criteria yang setelah dievaluasi ternyata belum siap.

Kemudian, anggaran untuk dukungan manajemen terkena refocusing sebesar Rp 0,11 triliun, sisa tender paket yang terkontrak Rp 0,88 trilun, relokasi kegiatan rupiah murni menjadi SBSN sebesar Rp 0,78 triliun, dan relaksasi food estate sebesar Rp 0,31 triliun. Sehingga total penghematan Bina Marga mencapai Rp Rp 6,88 triliun.

Namun demikian, Hedy memastikan, Bina Marga tidak mengurangi alokasi belanja operasional dan anggaran kegiatan padat karya yang merupakan prioritas. Di luar itu, kegiatan-kegiatan tahun 2020 yang terdampak relaksasi dan kegiatan di lima KSPN destinasi pariwisata super prioritas akan menjadi fokus untuk segera diselesaikan.

Dengan dilakukannya penghematan anggaran, Hedy tidak membantah bahwa terdapat sejumlah target yang berkurang seperti pembangunan jalan baru. Dari semula ditargetkan 920 km berkurang menjadi 788 km. Begitu pula dengan flyover atau jembatan dari semula ditargetkan 29.749 meter berkurang menjadi 27.357 meter.

"Jadi intinya yang kita lakukan penghematan adalah pada capacity expansion. Adapun pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya preservasi, karena itu menjadi pelayanan yang sudah berjalan kepada masyarakat, kita pertahankan," tutur Hedy.

Progres Realisasi Keuangan
Pada bagian lain, Hedy juga melaporkan realisasi keuangan per tanggal 29 Maret 2021 tercatat telah terserap 17,03%. Capaian tersebut jauh lebih tinggi dari realisasi keuangan tahun 2020 yang hanya 5,69%.

"Kami diperintahkan Bapak Menteri Basuki untuk melakukan penyerapan yang extraordinary pada kuartal I di antaranya untuk mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19," ungkapnya.

Sementara realisasi fisik mencapai 21,65%. Secara umum, capaian itu tidak jauh dari target yang sudah direncanakan bahkan jauh lebih tinggi dari realisasi tahun 2020 di kuartal yang sama.

Di samping itu, Hedy juga melaporkan progres lelang total paket pekerjaan Bina Marga di DIPA hingga hari ini, Selasa (30/3) sebanyak 2.432 paket sudah terkontrak, 1.910 paket masih persiapan kontrak, dan 149 paket utamanya berkaitan dengan loan dan beberapa kegiatan yang terkait dengan Komisi V DPR RI yakni jembatan gantung.

"Karena memang titik mulainya agak mundur, jadi total paket yang belum lelang ada 37 paket," tutup Hedy.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Taiwan Minta Masyarakat Indonesia Waspadai Penipuan Terkait Penempatan Pekerja Migran

TETO juga akan terus bekerja sama dengan BP2MI dan Polri dalam menyelidiki kasus penipuan terhadap calon pekerja migran Indonesia.

EKONOMI | 30 Maret 2021

Pertamina Gas Dukung Program 500 MW Maluku dan Pengembangan TKND Maluku

PT Pertamina Gas (Pertagas) selaku bagian dari subholding gas turut andil dalam program 500 megawatt (MW) Maluku dan TKND Maluku.

EKONOMI | 30 Maret 2021

Warga Terdampak Insiden Pertamina Balongan Berangsur Pulang

Pertamina menyediakan posko layanan kesehatan sehingga warga dapat mengecek kondisi kesehatan dan mendapatkan perawatan dari tim medis Pertamina.

EKONOMI | 30 Maret 2021

CitraRaya Raup 160 Miliar dari Penjualan Rumah Dekat Kampus dan Mal

Hingga saat ini, CitraRaya berhasil memasarkan dan mengembangkan lebih dari 30.000 unit rumah dan bangunan komersil

EKONOMI | 30 Maret 2021

Agar Tidak “Nakal”, Manajer Investasi Kecil Juga Perlu Dibantu

Dengan demikian, prospek industri reksa dana yang bagus juga bisa ikut dinikmati para MI “kecil” tersebut.

EKONOMI | 30 Maret 2021

Kementerian BUMN Tunjuk Direksi Baru Askrindo

Kementerian BUMN menetapkan pergantian jajaran direksi baru PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).

EKONOMI | 30 Maret 2021

Ketua DPR Ajak Semua Pihak Dukung Industri Penyiaran Bertahan

Dalam rangka Hari Penyiaran Nasional, Ketua DPR Puan Maharani mengajak semua pihak mendukung industri penyiaran nasional.

EKONOMI | 30 Maret 2021

Indosat Ooredoo Jual 4.200 Menara Telekomunikasi Senilai US$ 750 Juta

Indosat Ooredoo menjual lebih dari 4.200 menara telekomunikasi kepada PT EPID Menara AssetCo (Edge Point Indonesia) senilai US$ 750 juta.

EKONOMI | 30 Maret 2021

Dua Hal Ini Sebabkan Porsi Dana Pensiun di Reksa Dana Turun

Untuk dana pensiun total, dari 2019 sampai 2020 reksa dana itu hanya meningkat sekitar Rp 2 triliun.

EKONOMI | 30 Maret 2021

Imbas Pandemi, Penjualan Es Krim Campina Turun 6,5%

Perseroan bakal menggenjot kanal digital untuk menggenjot penjualan di tahun ini, dengan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 40 miliar.

EKONOMI | 30 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS