Pengusaha Swiss dan Indonesia Siap Tangkap Peluang Investasi Baru
Logo BeritaSatu

Pengusaha Swiss dan Indonesia Siap Tangkap Peluang Investasi Baru

Selasa, 9 Maret 2021 | 13:44 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Asosiasi pelaku bisnis Kamar Dagang Swiss-Indonesia (SwissCham Indonesia) menyambut terwujudnya perjanjian perdagangan bebas Swiss dengan Indonesia berdasarkan hasil pemungutan suara atau referendum. Hal ini menandai dimulainya tonggak baru hubungan bilateral kedua negara termasuk kerja sama ekonomi yang telah terjalin selama beberapa dekade.

“Hasil voting ini menandai keinginan warga Swiss untuk menjalin hubungan yang lebih mendalam dengan Indonesia. Kami akan terus berupaya memperkuat relasi tersebut dan mencari peluang kolaborasi baru antara pebisnis Indonesia dan Swiss,” ujar Chairman SwissCham Indonesia, Chris Bendl dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (9/3/2021).

Perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Swiss merupakan bagian dari IE-CEPA atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa(EFTA) yang telahditandatangani pada 16 Desember 2018. EFTA adalah organisasi antarpemerintah untuk mempromosikan perdagangan bebas dan integrasi ekonomi demi kemajuan anggotanya, yaitu Swiss, Norwegia, Liechtenstein, dan Islandia. IE-CEPA bertujuan memperbaiki akses pasar dengan menghapuskan hambatan
perdagangan di kedua pihak. Selain perdagangan, kesepakatan ini memiliki ruang lingkup yang luas sehingga akan membuka kesempatan kerja sama antara pebisnis di sektor pariwisata, UMKM,kakao dan minyak sawit, pendidikan vokasi, industri maritim, dan perikanan. Perjanjian ini juga akan memperkuat perlindungan hak kekayaan intelektual.

Bendl menyatakan SwissCham Indonesia mengikuti dan menghormati mekanisme untuk meratifikasi IE-CEPA yang tengah berlangsung di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia. Proses serupasedang berlangsung di Liechtenstein, sementara Norwegia dan Islandia telah meratifikasi perjanjian ini masing-masing pada Desember 2019 dan Januari 2020.

Presiden Direktur Endress+Hauser Indonesia, Henry Chia, perusahaan penyedia teknologi automasi menyatakan hasil menggembirakan ini akan mendorong kerja sama lebih lanjut antara komunitas bisnis Swiss dan Indonesia. Pelaksanaan IE-CEPA juga akan membantu Indonesia mewujudkan target menjadi salah satu pemimpin di sektor ekonomi digital dengan sokongan teknologi dan keterampilan Endress+Hauser dan perusahaan Swiss lainnya. “Selain itu, perjanjian IE-CEPA dapat memberi dorongan signifikan untuk mempercepat pemulihan ekonomi paska pandemi di Indonesia, Swiss, dan anggota EFTA lainnya,” kata Henry.

ersama anggota SwissCham Indonesia lainnya, Endress+Hauser akan berupaya menjalin kemitraan baru untuk mendukung perekonomian Indonesia secara berkelanjutan, dengan bekal IE-CEPA dan kerja sama Indonesia dan Swiss yang telah berlangsung selama hampir 70 tahun.

Swiss dan Indonesia telah menjalin kerja sama bilateral yang kuat di berbagai sektor sejak 1952. Departemen Luar Negeri Swiss menyatakan bahwa Indonesia adalah destinasi terpenting bagi investasi Swiss di Asia setelah Jepang, Singapura, dan Tiongkok. Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (2020), Swiss berada pada posisi investor asing terbesar ke-17 dan mengucurkan US$ 130,9 juta untuk 554 proyek di Indonesia pada 2020. Nilai perdagangan Indonesia-Swiss mencapai US$ 3,1 miliar pada 2020. Mesin, alat elektronik, produk farmasi, dan makanan mendominasi impor Indonesia dari Swiss. Sedangkan komoditas utama ekspor Indonesia ke Swiss adalah perhiasan, tekstil, meubel, kopi, alas kaki, dan minyak atsiri.

CEO produsen minyak atsiri PT Indesso Primatama, Robby Gunawan, mengatakan bahwa ratifikasi IE-CEPA di Indonesia akan menghadirkan pedoman untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan internasional. Langkah tersebut akan mendukung produk buatan Indonesia, termasuk ekstrak alami dan bahan kimia aromatik, untuk memasuki pasar dengan lebih mudah.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PLN Beri Biaya Super Hemat Penyambungan Daya Rumah Tangga dan UMKM

Terdapat dua produk yang ditawarkan, yaitu Super Electrilife dan Super Hemat UMKM yang berlaku hingga 31 Maret 2021

EKONOMI | 9 Maret 2021

Gajah Tunggal Raih Laba Bersih 2020 Rp 320 Miliar

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membukukan laba bersih pada akhir tahun 2020 sebesar Rp 320 miliar, naik 19% dari periode sebelumnya.

EKONOMI | 9 Maret 2021

Kemdag: Referendum Swiss Angin Segar bagi Perjanjian Dagang RI-EFTA

Kementerian Perdagangan menyambut baik hasil Referendum Swiss yang menyetujui kerja sama ekonomi komprehensif dengan Indonesia dengan EFTA.

EKONOMI | 9 Maret 2021

IHSG Terkoreksi, Ini 5 Saham Top Gainers Sesi I

IHSG melemah 0,13%. UNIQ menguat 34,59%, ABBA naik 22,45%, NATO meningkat 9,62%, BANK melonjak 8,86%, JPFA terangkat 8,85%.

EKONOMI | 9 Maret 2021

Kurs Rupiah di Jisdor Terdepresiasi ke Rp 14.468

Berdasarkan kurs Jisdor, kurs rupiah hari ini melemah 78 poin ke posisi Rp 14.468 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 14.390.

EKONOMI | 9 Maret 2021

Sesi I, IHSG Terkoreksi ke Kisaran 6.240

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,14% ke 6.239,95 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (9/3/2021).

EKONOMI | 9 Maret 2021

DPR: Pembentukan BUMN Ultramikro Percepat Konsolidasi Data UMKM

Konsolidasi data pelaku UMKM diprediksi akan segera terwujud apabila rencana pemerintah mensinergikan BUMN untuk ultra mikro (UMi) berhasil direalisasikan.

EKONOMI | 9 Maret 2021

Menko Airlangga: Kurva V, Skenario Terbaik Pemulihan Ekonomi, Sudah Terlihat

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemulihan ekonomi RI sudah membentuk V-shape.

EKONOMI | 9 Maret 2021

Proyek Lippo Karawaci Laris Manis, Cendana Icon Terjual 85% dalam Sehari

Penawaran perdana klaster Cendana Icon berhasil terjual 85% dari 700 lebih unit rumah tapak yang ditawarkan.

EKONOMI | 9 Maret 2021

Bappebti Blokir 100 Domain Pialang Berjangka Ilegal, Ini Daftarnya

Bappebti memblokir 100 domain situs entitas di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) yang tidak memiliki izin.

EKONOMI | 9 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS