PT Adaro Indonesia Mulai Kembangkan Energi Terbarukan
Logo BeritaSatu

PT Adaro Indonesia Mulai Kembangkan Energi Terbarukan

Senin, 8 Maret 2021 | 22:46 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah negara mulai melakukan transisi energi ke energi terbarukan. Pemerintah sudah menargetkan bauran energi terbarukan sebesar 31% pada 2030.

PT Adaro Indonesia juga sudah mulai mengembangkan proyek energi terbarukan. Direktur Pemasaran PT Adaro Indonesia Hendri Tan mengatakan, PT Adaro Indonesia mulai mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya. Salah satunya di wilayah Kalimantan Selatan. PT Adaro juga mendukung penggunaan energi yang ramah lingkungan.

“Jadi ada beberapa wilayah yang kami explore. Saat ini penerapannya di beberapa daerah sudah berjalan. Kami juga mempunyai pembangkit listrik tenaga uap yaitu Bimasena Power Indonesia. Ini merupakan salah satu PLTU terbesar di Asia Tenggara,” kata Hendri dalam webinar Future Energy Tech and Innovation Forum yang diselenggaraka Katadata pada sesi The Future of Coal?, Senin (8/3/2021).

Hendri menambahkan, PLTU tersebut menggunakan teknologi boiler ultra supercritical yang terbukti aman dan ramah lingkungan.

Selain mulai mengembangkan energi terbarukan, PT Adaro Indonesia juga mengekspor batu bara yang lebih ramah lingkungan. Selama 20 tahun terakhir, kata Hendri, PT Adaro Indonesia mengekspor environmental friendly coal ke sejumlah negara.

“Batubara ini lebih ramah lingkungan karena kandungan polutannya rendah, sulfur rendah dan juga abu rendah. Ini yang menjadi alasan batubara produksi Adaro itu disukai oleh pembeli. Selama ini negara yang rutin membeli batubara ramah lingkungan itu adalah Jepang dan Hongkong,” jelas Hendri.

Hendri mengungkapkan, batubara akan tetap menjadi sumber energi yang diperlukan meski mulai dikembangkan energi terbarukan. Karena, saat ini energi terbarukan belum kompetitif dari segi komersial.

Kata Hendri, perlu waktu 10-20 tahun agar harga energi terbarukan bisa kompetitif. Karena itu, batubara akan tetap memegang peranan penting dan dibutuhkan di masa yang akan datang.

Berdasarkan data dari WoodmacKenzie batubara masih menjadi sumber energi yang ekonomis. Pada 2030, menurut laporan itu, harga batubara akan lebih murah dibandingkan gas dan setara dengan angin. Hanya solar yang lebih murah dibandingkan harga batubara.

Hendri menambahkan, konsumsi enerfgi pada 2020 turun karena pandemi. Namun, sejumlah kalangan memrediksi pada 2021 konsumsi energi akan kembali naik seiring dengan mulai pulihnya sektor industri di sejumalh negara.

“Secara fundamental jangka panjang, batubara masih dibutuhkan khususnya negara di Asia Selatan dan juga negara berkembang di Asia Tenggara. Permintaan batubara di Tiongkok contohnya meningkat pada 2016-2020. Ini membuktikan bahwa batubara tetap dibutuhkan untuk mendukung sektor industri dan pertumbuhan negara tersebut,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Arwana Citra Mulia Incar Laba Bersih Rp 420 Miliar

Arwana baru saja menyelesaikan pembangunan pabrik Plant 5B di Mojokerto, Jawa Timur.

EKONOMI | 8 Maret 2021

Arwana Citramulia Bagikan Dividen Tunai Rp 217,67 Miliar

RUPST Arwana Citramulia memutuskan untuk membagikan sisa keuntungan kepada para pemegang saham sebagai dividen, dengan total nilai mencapai Rp 217,67 miliar

EKONOMI | 8 Maret 2021

BBM Oktan Rendah Perlu Dikurangi Bertahap

Pemerintah seharusnya sudah bisa menghadirkan BBM yang tingkat kualitasnya bagus bagi lingkungan.

EKONOMI | 8 Maret 2021

Kemkop dan UKM Akan Cetak Wirausaha Muda Berpendidikan, Inovatif, dan Berbasis Teknologi

Kemkop dan UKM mendapat arahan Presiden Joko Widodo untuk menghasilkan wirausaha muda berpendidikan yang inovatif berbasis teknologi.

EKONOMI | 8 Maret 2021

Rendahnya Utilisasi Industri Dalam Negeri Jadi Tantangan Substitusi Impor

Akibat pandemi, tingkat utilisasinya rata-rata tidak sampai 60%.

EKONOMI | 8 Maret 2021

Pelindo 1 Tingkatkan Kompetensi SDM Pandu Selat Malaka

PT Pelindo 1 bersama Kesyahbandaran Utama Belawan berkolaborasi untuk melaksanakan penyegaran pengujian komunikasi Bahasa Inggris bagi perwira pemandu.

EKONOMI | 8 Maret 2021

PP UU Ciptaker Sudah Baik Arahnya

Peraturan turunan UU Ciptaker tersebut dinilai relatif sudah menampung kepentingan dunia usaha, meski masih ada beberapa catatan.

EKONOMI | 8 Maret 2021

Tarif Tenaga Listrik Pelanggan Nonsubsidi Periode April - Juni 2021 Tetap

Pemerintah tetapkan penyesuaian tarif tenaga listrik periode April-Juni 2021 untuk 13 pelanggan nonsubsidi per 1 April sampai dengan 30 Juni 2021 tidak naik.

EKONOMI | 8 Maret 2021

Pemerintah Pertahankan Tarif Listrik Pelanggan Nonsubsidi

Kementerian ESDM telah tetapkan penyesuaian Tarif Tenaga Listrik periode April-Juni 2021 untuk 13 pelanggan nonsubsidi per 1 April sampai 30 Juni 2021.

EKONOMI | 8 Maret 2021

Impor Barang Konsumsi Naik Sejak Booming E-commerce

Impor barang konsumsi dalam beberapa tahun terakhir ini telah mengalami peningkatan, terlebih sejak booming e-commerce setelah tahun 2015.

EKONOMI | 8 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS