Pakar: Sektor Properti Mampu Tahan Kontraksi Ekonomi
Logo BeritaSatu

Pakar: Sektor Properti Mampu Tahan Kontraksi Ekonomi

Kamis, 4 Maret 2021 | 19:47 WIB
Oleh : Imam Muzakir / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Property Watch (IPW) menilai bahwa, sektor properti mampu menahan kontraksi ekonomi lebih dalam lagi akibat pandemi Covid-19. Karena itu sektor properti perlu ada stimulus, karena mampu membangkitkan ekonomi dan menyerap 30 juta tenaga kerja.

“Kita tidak bisa mengandalkan belanja pemerintah saja, tetapi perlu juga ada stimulus untuk menggerakan ekonomi dan salah satunya adalah sektor properti,” kata CEO IPW Ali Tranghanda dalam acara acara webinar "Optimalisasi Bisnis BTN di Masa Pandemi", Kamis (4/3/2021).

Acara ini merupakan kerja sama Majalah Investor, Berita Satu Media Holdings, dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) RI dan didukung oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Kenapa properti? Menurut Ali, sektor properti dan turunannya mampu menyerap lebih dari 30 juta tenaga kerja dibandingkan dengan sektor otomotif sekitar 1,5 juta pekerja dengan turunan ikutannya mencapai 3 juta pekerja. Peredaran sektor otomotif bisa mencapai Rp 2 triliun, sedangkan sektor properti bisa lebih dari Rp 2 triliun. Apalagi properti ada primary dan secondary.

“Kalau kita bicara properti, terutama perumahan kita tidak bisa mengesampingkan pasar secondary, dana bisa totalnya mencapai Rp 200 triliun bahkan lebih. Di mana 60% itu sekunder dan itu nyata,” kata Ali.

Sampai saat ini BTN masih menjadi market leader untuk KPR dan KPA yang mencapai ratusan triliun dan 65% berada di pasar primary yang berada di pengembang.

Menurut Ali, properti itu bisa menjadi lokomotif ekonomi. Karena bila properti jalan maka semua ikut jalan. Tetapi kalau properti tidak jalan dan tidak ada stimulus, maka akan berbahaya dan berdampak kepada 174 industri turunan lainnya.

Menurutnya, sejak 8 tahun lalu sektor properti mengalami perlambatan dan tidak ada kenaikan alias cuti, karena ada berbagai peristiwa politik dan pada saat mau naik, ada pandemi. Namun bukan berarti tidak ada daya beli. Pada kuartal pertama 2020 sektor properti memang jatuh, akibat pengetatan PSBB dan ketika dilonggarkan, ada kenaikan.

Menurut Ali, dari data 2019-2020 ada penurunan tajam sekitar 30%, di mana segmen ke bawah malah semakin tertekan, sedangkan pasar untuk milenial antara Rp 300 juta sampai dengan Rp 1 miliar. sementara itu sekarang ini ada tren harga rumah di atas Rp 2 miliar sekarang trennya alami kenaikan. “Berarti ada indikasi bahwa daya beli rumah itu masih ada,” kata Ali.

Ali mengatakan, hasil survei dari IPW bahwa masyarakat masih banyak berminat ingin memiliki rumah terutama tapak, kemudian tanah kavling dan lainnya adalah apartemen. “Saat ini sebagai penyelamat adalah untuk menengah atas dan untuk kelas menengah bawah agak sedikit tertekan,” ujarnya.

Terkait kebijakan pemerintah yang memberikan kemudahan pada sektor properti, seperti DP 0%, penghapusan pajak, merupakan kebijakan yang luar biasa saat ini dan seharusnya ini menjadi momentum sektor properti untuk bangkit kembali.

“Komitmen pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi lewat sektor properti sudah sangat luar biasa. Pasalnya sektor properti ini mampu membangkitkan ekonomi nasional,” kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dorong Pertumbuhan Kredit, Masyarakat Perlu Diberi Lapangan Kerja

Upaya mendorong peningkatan kredit tidak cukup hanya dengan penurunan suku bunga acuan.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Tambah Rumah Sakit, Medikaloka Hermina Siapkan Capex Rp 900 M

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) ekspansif, siapkan anggaran belanja modal hingga Rp 900 miliar untuk menambah 4 rumah sakit baru.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Presiden Jokowi Gaungkan Cinta Produk dalam Negeri

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggaungkan cinta produk dalam negeri.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional untuk Indonesia Maju

Sebagai salah satu perwujudan BUMN untuk Indonesia dan implementasi core values BUMN, AKHLAK untuk membangun kerja sama yang sinergis (kolaboratif) dalam

EKONOMI | 4 Maret 2021

Danone Indonesia Raih Tiga Penghargaan Indonesia PR of The Year 2021

Arif Mujahidin, Corporate Communication Danone Indonesia menyatakan program komunikasi untuk membangun kepercayaan publik masih harus terus dilakukan.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Tingkatkan Desain Produk Industri, Kemperin Gelar Kembali Kompetisi IGDS

Kemperin kembali menggelar kompetisi Indonesia Good Design Selection (IGDS) yang pada tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-18 kali.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Ini 5 Saham Teraktif IHSG Hari Ini

IHSG terkoreksi 1,3%. Harga ANTM turun 6,67%, BBCA menurun 4%, BBRI terkoreksi 1,86%, TLKM melemah 2,33%, dan BBKP menguat 1,72%.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Simak, Ini Sentimen-sentimen dan Rekomendasi Saham IHSG Maret

PT Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan IHSG pada bulan Maret menguat terbatas dengan pergerakan support level di 6.241 dan resistence level di 6.428.

EKONOMI | 4 Maret 2021

IHSG Ditutup Melemah, Lima Saham Ini Paling Cuan

Top gainers IHSG hari ini antara lain BABP menguat 34,41%, AMAR naik 25%, IKAN meningkat 23,08%, BHIT melonjak 12,70%, dan ASSA terangkat 11,62%

EKONOMI | 4 Maret 2021

Fasilitas Pembebasan Bea Masuk dan Pajak Impor Alat Kesehatan Capai Rp 2,89 Triliun

Fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) atas impor alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 di tahun lalu senilai Rp 2,89 triliun.

EKONOMI | 4 Maret 2021


TAG POPULER

# Sepeda Motor Masuk Tol


# Pemerasan Wali Kota


# KRI Nanggala


# Universitas Nusa Mandiri


# Larangan Mudik



TERKINI

Satgas Tak Anjurkan WNI Pulang ke Indonesia pada Masa Pandemi

KESEHATAN | 15 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS