Dorong Pertumbuhan Kredit, Masyarakat Perlu Diberi Lapangan Kerja
Logo BeritaSatu

Dorong Pertumbuhan Kredit, Masyarakat Perlu Diberi Lapangan Kerja

Kamis, 4 Maret 2021 | 20:03 WIB
Oleh : Herman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero), Sunarso mengungkapkan, untuk meningkatkan permintaan kredit, berbagai kebijakan telah diambil oleh para stakeholder. Antara lain oleh Bank Indonesia (BI) yang telah menurunkan suku bunga acuan menjadi 3,5%. Namun menurut Sunarso, upaya mendorong peningkatan kredit tidak cukup hanya dengan penurunan suku bunga acuan.

Sunarso memberi contoh, saat bunga kredit usaha rakyat (KUR) sebelum 2015 dipatok 22%, pertumbuhan kredit nasional selalu mencapai double digit. Namun setelah tahun 2015, ketika bunga KUR diturunkan menjadi 15% bahkan disubsidi pemerintah dan nasabah hanya perlu membayar 7%, pertumbuhan kredit BRI justru tak sampai double digit, hanya sekali bisa tercapai di tahun 2018.

"Kalau begitu, boleh dong disimpulkan ternyata lowering interest rate tidak serta-merta mendorong pertumbuhan kredit, atau penurunan suku bunga bukan satu-satunya faktor yang bisa mendobrak pertumbuhan kredit," kata Sunarso dalam webinar “Prospek BUMN sebagai Lokomotif PEN dan Sovereign Wealth Fund”, Kamis (4/3/2021).

Berdasarkan analisa BRI, Sunarso mengatakan yang paling elastis atau mendorong pertumbuhan kredit adalah konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat.

“Kalau begitu, kebijakan apa yang harus didorong untuk menumbuhkan kredit dalam rangka menumbuhkan GDP nasional ? Berarti turun suku bunga, iya. Tetapi mendorong daya beli masyarakat dan mendorong belanja masyarakat itu juga menjadi faktor penting,” kata Sunarso.

Sehingga untuk mendorong pertumbuhan kredit, menurutnya diperlukan bauran kebijakan yang komprehensif agar konsumsi dan daya beli masyarakat sebagai faktor penting bisa meningkat.

"Rasanya memang dibutuhkan kebijakan untuk membuat dan melanjutkan proyek-proyek infrastruktur yang memberikan pekerjaan kepada masyarakat. Maka kemudian untuk mendorong daya beli dan konsumsi ini, yang perlu didorong adalah bagaimana memberikan pekerjaan kepada masyarakat. Kalau tidak bisa, syukur bisa memberikan uang langsung, tapi itu tidak mendidik," ujar Sunarso.

Beberapa kebijakan saat ini sudah ditempuh pemerintah untuk mendorong konsumsi masyarakat, seperti memberikan pembebasan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil baru, peningkatan loan to value (LTV), penurunan suku bunga acuan, dan berbagai skema kredit UMKM.

"Jadi, bauran kebijakan yang memang diperlukan perlu diorkestrasi untuk dorong pertumbuhan kredit dalam rangka memulihkan ekonomi untuk perekonomian nasional,” ujar Sunarso.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tambah Rumah Sakit, Medikaloka Hermina Siapkan Capex Rp 900 M

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) ekspansif, siapkan anggaran belanja modal hingga Rp 900 miliar untuk menambah 4 rumah sakit baru.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Presiden Jokowi Gaungkan Cinta Produk dalam Negeri

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggaungkan cinta produk dalam negeri.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional untuk Indonesia Maju

Sebagai salah satu perwujudan BUMN untuk Indonesia dan implementasi core values BUMN, AKHLAK untuk membangun kerja sama yang sinergis (kolaboratif) dalam

EKONOMI | 4 Maret 2021

Danone Indonesia Raih Tiga Penghargaan Indonesia PR of The Year 2021

Arif Mujahidin, Corporate Communication Danone Indonesia menyatakan program komunikasi untuk membangun kepercayaan publik masih harus terus dilakukan.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Tingkatkan Desain Produk Industri, Kemperin Gelar Kembali Kompetisi IGDS

Kemperin kembali menggelar kompetisi Indonesia Good Design Selection (IGDS) yang pada tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-18 kali.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Ini 5 Saham Teraktif IHSG Hari Ini

IHSG terkoreksi 1,3%. Harga ANTM turun 6,67%, BBCA menurun 4%, BBRI terkoreksi 1,86%, TLKM melemah 2,33%, dan BBKP menguat 1,72%.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Simak, Ini Sentimen-sentimen dan Rekomendasi Saham IHSG Maret

PT Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan IHSG pada bulan Maret menguat terbatas dengan pergerakan support level di 6.241 dan resistence level di 6.428.

EKONOMI | 4 Maret 2021

IHSG Ditutup Melemah, Lima Saham Ini Paling Cuan

Top gainers IHSG hari ini antara lain BABP menguat 34,41%, AMAR naik 25%, IKAN meningkat 23,08%, BHIT melonjak 12,70%, dan ASSA terangkat 11,62%

EKONOMI | 4 Maret 2021

Fasilitas Pembebasan Bea Masuk dan Pajak Impor Alat Kesehatan Capai Rp 2,89 Triliun

Fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) atas impor alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 di tahun lalu senilai Rp 2,89 triliun.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Bank BTN Targetkan KPR Subsidi Tumbuh Double Digit

Untuk market share KPR Subsidi, Bank BTN berada di posisi paling depan dengan kontribusi 89%.

EKONOMI | 4 Maret 2021


TAG POPULER

# Sepeda Motor Masuk Tol


# Pemerasan Wali Kota


# KRI Nanggala


# Universitas Nusa Mandiri


# Larangan Mudik



TERKINI

Satgas Tak Anjurkan WNI Pulang ke Indonesia pada Masa Pandemi

KESEHATAN | 45 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS