Suku Bunga Turun, Reksa Dana Tetap Jadi Opsi Investasi
Logo BeritaSatu

Suku Bunga Turun, Reksa Dana Tetap Jadi Opsi Investasi

Jumat, 26 Februari 2021 | 21:37 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 3,5%, reksa dana pasar uang tetap menjadi opsi investasi, terutama dengan karakteristiknya yang highly liquid dan low risk. Di sisi lain turunnya suku bunga membuka cakrawala investasi investor untuk melihat kembali reksa dana pendapatan tetap maupun reksa dana saham.

"Penting bagi investor untuk melakukan perencanaan keuangan terutama dalam berinvestasi. Reksa dana pasar uang sesuai untuk investasi kurang dari setahun, tetapi kembali ke perencanaan keuangan, tentunya kita perlu mengalokasikan dana untuk kebutuhan jangka menengah hingga jangka panjang, salah satunya melalui reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana saham,” kata Direktur Utama PT Danareksa Investment Management (DIM) Marsangap P Tamba dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (26/2/2021).

Reksa dana pasar uang merupakan jenis reksa dana yang dana kelolaannya diinvestasikan seluruhnya di instrumen pasar uang dengan profil risiko konservatif atau yang memiliki tujuan investasi jangka pendek. Reksa dana ini merupakan salah satu jenis investasi yang likuid, aman, dan cocok untuk investor yang ingin memulai berinvestasi.

Secara umum, kata dia, penurunan suku bunga biasanya akan membawa keuntungan untuk pasar saham dan obligasi karena berimbas pada berkurangnya cost of fund sehingga diharapkan dapat menggairahkan pertumbuhan.

Pada reksa dana pasar uang, Danareksa Investment Management memiliki Danareksa Seruni Pasar Uang III per 22 Februari 2021 memberikan imbal hasil sebesar 5,42% year on year (YoY). Sementara salah satu reksa dana saham DIM yakni Danareksa Mawar yang memiliki underlying saham- saham LQ-45 memberikan imbal hasil hampir 20% dalam 6 bulan terakhir seiring pemulihan pasar.

Marsangap P Tamba menambahkan, luasnya cakupan produk DIM menjadi salah satu kekuatan perusahaan dalam melayani kebutuhan investor dengan profil risiko berbeda. "Hal ini menuntut DIM sebagai manajer investasi (MI) menjalankan prinsip kehati-hatian dalam melakukan pemilihan underlying asset sesuai kebijakan investasi setiap produk," kata dia.

Sepanjang 2020 jumlah dana kelolaan reksa dana di industri tetap tumbuh positif meskipun di bawah 10%. Dari sisi jumlah investor, jumlah Single Investor Identification (SID) investor reksa dana naik 78% menjadi 3 juta SID terutama dari investor ritel. Pertumbuhan ini merupakan dampak perkembangan perusahaan keuangan berbasis teknologi yang semakin memudahkan akses berinvestasi reksa dana.

DIM kata dia, memandang pertumbuhan investor ini sebagai hal yang sangat positif. DIM berharap reksa dana tetap dapat tumbuh dalam berbagai kondisi pasar, khususnya dengan dukungan dari investor domestik. "Sebagaimana perekonomian yang sehat, kita perlu memperkuat basis investasi domestik baik dari sisi jumlah nominal maupun jumlah investor," kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Indodax Dukung Langkah Pemerintah dalam Pembuatan Rupiah Digital

Pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) berencana membuat rupiah digital atau central bank digital currency.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Januari 2021, Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 1,96 Miliar

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, pada Januari 2021, neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 1,96 miliar.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Hingga Januari, Penjaminan Kredit KUR dari Askrindo Capai Rp 455,4 Triliun

Hingga Januari 2021, Askrindo telah memberikan penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 455,4 triliun kepada 22,8 juta UMKM.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Pemprov Jateng Gandeng Mbizmarket Luncurkan Jateng Blangkon

Program Jateng Blankon ditujukan untuk mempermudah pengadaan barang dan jasa, dengan nilai belanja maksimal hingga Rp 50 juta per transaksi.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Pembangunan Empat Bendungan di Jatim Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Kempupera melalui Ditjen Sumber Daya Air ditargetkan untuk menyelesaikan pembangunan empat bendungan di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2021.

EKONOMI | 26 Februari 2021

TaniFund dan BRI Kerja Sama Salurkan Kredit Rp 200 Miliar

TaniFund, platform peer-to-peer (P2P) lending yang bergerak dalam pembiayaan sektor agrikultur dan pangan, resmi bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Forum MNC dan AGNO Diikuti Investor Global 125 Negara

MNC Group Investor Forum 2021 ini bertujuan untuk menjadi ajang pertemuan yang bermanfaat bagi emiten maupun investor.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Sebanyak 36.283 Debitur Dapat Keringanan Bayar Utang ke Negara

Untuk memulihkan ekonomi nasional pemerintah telah menggulirkan Program Keringanan Utang.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Sediakan Jasa Kebersihan, Bukalapak Gandeng KliknClean

Bukalapak, salah satu platform e-commerce di Tanah Air menjalin kerja sama dengan KliknClean dalam menyediakan jasa kebersihan bagi para pengguna di Tanah Air.

EKONOMI | 26 Februari 2021

Mendag: Indonesia Siap Hadapi Gugatan Uni Eropa di WTO

Mendag Indonesia siap memperjuangkan dan menempuh berbagai upaya untuk membela posisi Indonesia terhadap gugatan Uni Eropa terkait bahan mentah.

EKONOMI | 26 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS