Peningkatan Subsidi Tarif Diharapkan Dorong Jumlah Penumpang Kereta Api
Logo BeritaSatu

Peningkatan Subsidi Tarif Diharapkan Dorong Jumlah Penumpang Kereta Api

Minggu, 14 Februari 2021 | 16:18 WIB
Oleh : Herman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemhub) memberikan subsidi tarif untuk kereta api kelas ekonomi sebesar Rp 3,4 triliun pada tahun 2021. Jumlah ini meningkat dibandingkan subsidi yang diberikan pada tahun 2020 sebesar Rp 2,6 triliun.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Didiek Hartantyo berharap peningkatan subsidi tarif ini akan membuat semakin banyak masyarakat yang menggunakan kereta api untuk bepergian karena tarifnya yang lebih terjangkau.

“Tentu saja ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama pada masa pandemi Covid-19 ini. Kami juga berkomitmen untuk selalu konsisten dalam menjalankan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, baik di stasiun maupun di kereta selama dalam perjalanan,” kata Didiek Hartantyo dalam acara penandatanganan Kontrak Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik (Public Service Obligation/PSO) Angkutan Penumpang Kereta Api Kelas Ekonomi yang juga disiarkan secara virtual, di Stasiun Tugu Yogyakarta, Minggu (14/2/2021).

Sementara itu, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri mengungkapkan, berbeda dengan tahun sebelumnya, skema pembayaran untuk PSO tahun ini adalah per bulan, bukan lagi per triwulan.

“Harapannya agar dengan pembayaran setiap bulan, maka pelayanan makin baik dan dapat mendukung kinerja PT KAI dalam melayani masyarakat,” ujar Zulfikri.

Subsidi kereta api kelas ekonomi yang dimulai sejak tanggal 1 Januari 2021 sampai dengan 31 Desember 2021 diberikan untuk : Pertama, layanan kereta api antar kota yaitu : KA Ekonomi Jarak Jauh di 3 (tiga) lintas pelayanan dengan volume sebesar 1.375.481 penumpang dalam satu tahun, KA Ekonomi Jarak Sedang di 10 lintas (3.276.157 penumpang), dan KA Lebaran di 1 lintas pelayanan (26.445 penumpang).

, layanan kereta api perkotaan yaitu : KA Ekonomi Jarak Dekat (Ka Lokal) di 28 lintas pelayanan dengan volume sebesar 21.227.975 penumpang per tahun, Kereta Rel Diesel (KRD) Ekonomi (3.495.456 penumpang), Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek (166.365.911 penumpang), dan KRL Jogja-Solo dengan volume (2.229.887 penumpang).

Sementara itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penumpang yang diberangkatkan menggunakan kereta api selama Januari–Desember 2020 mencapai 186,1 juta orang. Angka ini turun 56,40% dibanding periode yang sama tahun 2019.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Didorong Konten Original, Pengunduh Maxstream Tembus 30 Juta

Maxstream kini sudah diunduh sebanyak lebih dari 30 juta kali di Google Play Store serta App Store.

EKONOMI | 14 Februari 2021

Kemperin Dorong IKM Pangan Jangkau Pasar Ekspor

Dari total sekitar 4,5 juta pelaku IKM di Indonesia, sebanyak 1,6 juta adalah IKM pangan.

EKONOMI | 14 Februari 2021

Jokowi Harap Bendungan Tukul Dapat Perkuat Ketahanan Pangan di Jawa Timur

Bendungan Tukul akan menjadi infrastruktur pengairan yang dapat berperan penting memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan air di Jawa Timur.

EKONOMI | 14 Februari 2021

PMI Manufaktur Terus Ekspansif, Pertanda Pulih?

Terus ekspansifnya PMI manufaktur Indonesia ini belum menggambarkan kondisi riil di industri dan masyarakat.

EKONOMI | 14 Februari 2021

Menkop UKM: Komunitas Ekonomi Kreatif Berpotensi Masuk dalam Koperasi

Contoh koperasi kreatif yang didorong Kemkop UKM adalah koperasi kreatif film, motor kustom, hingga koperasi berkenaan aspek desain.

EKONOMI | 14 Februari 2021

Kempupera Anggarkan Rp 11,97 M untuk Bedah Rumah di Papua

Bedah rumah tahap I akan menyasar sekitar 414 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Provinsi Papua.

EKONOMI | 14 Februari 2021

Peluang Ekspor di Masa Pemulihan Ekonomi Harus Dimanfaatkan

Ada peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kinerja perdagangan. Apalagi di 2021 ini kondisinya diprediksi akan lebih baik dibandingkan 2020.

EKONOMI | 14 Februari 2021

Berkantor di Bali, Sandiaga Catat 3 Hal Ini

"Termasuk juga beberapa program stimulus seperti ‘softloan’, program padat karya, dana hibah pariwisata, program BISA, serta sertifikasi CHSE," kata Sandiaga.

EKONOMI | 14 Februari 2021

Surplus Neraca Perdagangan Diprediksi Berlanjut, Tetapi Menipis

Faisal melihat surplus ini juga tidak “sehat” karena bukan disebabkan oleh peningkatan ekspor, melainkan disebabkan oleh penurunan impor yang sangat tajam.

EKONOMI | 14 Februari 2021

Bambang Haryo: Pembangunan Dermaga Eksekutif Baru Bukan Solusi Kasus Monopoli ASDP

Pelabuhan Merak dan Bakauheni idealnya memiliki 2 kali lipat jumlah dermaga saat ini atau 14 pasang dermaga supaya 70% armada di lintasan itu bisa beroperasi.

EKONOMI | 14 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS