Putuskan Kontrak Sewa Bombardier, Garuda Lobi Keringanan Denda
Logo BeritaSatu

Putuskan Kontrak Sewa Bombardier, Garuda Lobi Keringanan Denda

Rabu, 10 Februari 2021 | 18:49 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah memutuskan untuk mengakhiri secara sepihak kontrak sewa dan akan mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1000 kepada Nordic Aviation Capital (NAC), yang sebetulnya baru akan jatuh tempo pada 2027.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyadari bahwa keputusan ini akan menimbulkan konsekuensi terpisah. Namun Irfan menegaskan, pihak Garuda siap menghadapi konsekuensi tersebut. “Di dalam perjanjian kontrak leasing, apabila Garuda memutuskan leasing di tengah waktu, disebutkan bahwa Garuda harus membayar seluruh sisa masa kontrak tersebut sesuai dengan masa kontrak bulanannya,” kata Irfan Setiaputra dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (10/2/2021).

Menurut Irfan, negosiasi terus dilakukan antara pihak Garuda dengan NAC agar pihak Garuda bisa mendapatkan keringanan denda pemutusan kontrak. Namun hingga kini belum menemukan titik temu. “Kami tentunya meminta menegosiasi dengan harga yang jauh lebih rendah. Harga ini yang tidak ketemu, dan permintaan mereka menurut kami tidak masuk akal. Bukannya turun, malah naik setiap kali negosiasi,” kata Irfan.

Selama menyewa Bombardier CRJ 1000 sekitar 8 tahun, menurut Irfan, Garuda Indonesia terus merugi karena ternyata pesawat tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan pasar di Indonesia. “Selama mengoperasikan pesawat ini, setiap tahunnya secara rata-rata kita mengalami kerugian penggunaan pesawat CRJ ini lebih dari US$ 30 juta per tahun, sementara sewa pesawatnya untuk 12 pesawat di angka US$ 27 juta,” kata Irfan

Dengan melakukan penghentian kontrak sebelum jatuh tempo, menurut Irfan potensi kerugian hingga US$ 220 juta bisa dihindari. “Apabila kita terminasi pada 1 Februari kemarin sampai dengan akhir masa kontraknya, kita akan saving di angka lebih dari US$ 220 juta. Ini sebuah upaya kita untuk menghilangkan atau minimal mengurangi kerugian dari penggunaan pesawat ini di Garuda,” kata Irfan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyampaikan, Kementerian BUMN dan Garuda Indonesia harus mengambil langkah tegas dalam merespon sikap NAC tersebut.

“Saya rasa kita tidak mau dilecehkan, apalagi ini kan ada dua isu. Pertama memang ada kasus hukumnya, dan kedua kita dalam situasi pandemi. Jadi sudah seyogyanya kita berdiri sama tinggi,” kata Erick.

Menurut Erick, keputusan penghentian sewa keputusan 12 pesawat Bombardier CRJ 1000 juga atas beberapa pertimbangan. Selain mempertimbangkan tata kelola perusahaan yang baik dan sebagai langkah efisiensi untuk mencegah kerugian yang semakin besar, langkah ini juga melihat keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia dan juga penyelidikan Serious Fraud Office (SFO) Inggris terhadap indikasi pidana suap dari pihak pabrikan kepada oknum pimpinan Garuda saat proses pengadaan pesawat tahun 2011.

Selain memutuskan untuk mengakhiri kontrak dan mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1000 kepada NAC, menurut Erick Garuda saat ini juga tengah melakukan negosiasi early payment settlement contract financial list untuk enam pesawat jenis yang sama dari Export Development Canada (EDC) yang jatuh tempo pada 2024. “Proses negosiasi ini sudah terjadi berulang kali antara Garuda dan NAC, dan tentu ini niat baik kami. Tapi sayangnya early termination ini belum mendapat respon dari mereka. Sedangkan proses negosiasi dari EDC masih terus berlangsung,” kata Erick.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Profil 16 Calon Direksi BPJS Kesehatan

16 nama hasil seleksi sudah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan nantinya dipilih delapan nama.

EKONOMI | 10 Februari 2021

Moeldoko: Platform Digital, Solusi UMKM Bertahan di Tengah Pandemi

Selain menggunakan platform digital, Moeldoko mendorong pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan ke beberapa sektor usaha.

EKONOMI | 10 Februari 2021

Kempupera Akui Standar Pelayanan Minimum Jalan Tol Kurang Baik

Banyak keluhan dari masyarakat terkait kualitas layanan jalan tol.

EKONOMI | 10 Februari 2021

Bisnis Logistik Tumbuh, Isuzu Perkuat Layanan Purna Jual

Upaya jemput bola lewat Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) atau B2B ini akan terus ditingkatkan di tahun 2021.

EKONOMI | 10 Februari 2021

IHSG Menguat 21 Poin, 5 Saham Ini Bawa Pulang Cuan

Investor asing mencatat transaksi beli bersih (net buy) di semua pasar sebesar Rp 256,62 miliar.

EKONOMI | 10 Februari 2021

Teten Masduki Sebut Koperasi Dapat Berperan Atasi Permasalahan UMKM

Menurut Teten, minimal 40% produk UMK diprioritaskan dalam pengadaan jasa pemerintah.

EKONOMI | 10 Februari 2021

YLKI Dorong Penggunaan BBM Ramah Lingkungan

Menurut YLKI, penerapan wajib uji emisi untuk kendaraan bermotor seharusnya juga paralel dengan penerapaan BBM ramah lingkungan.

EKONOMI | 10 Februari 2021

Putus Kontrak 12 Pesawat CRJ1000, Manajemen Garuda Siap Hadapi Konsekuensinya

Selama 8 tahun mengoperasikan penggunaan pesawat ini, walaupun utilisasi sudah di atas penggunaan industri, tapi tetap saja tidak hasilkan keuntungan.

EKONOMI | 10 Februari 2021

Direksi BPJS Kesehatan yang Baru Harus Perkuat Hubungan Antar-Lembaga

Ekosistem JKN-KIS sangat luas dan melibatkan berbagai kementerian/lembaga lain seperti Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri.

EKONOMI | 10 Februari 2021

Incar UMKM, Modalku Ekspansi ke Thailand

Modalku telah resmi meluncurkan Funding Societies di Thailand setelah melakukan ekspansi di Singapura dan Malaysia.

EKONOMI | 10 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS