Insentif Harga Gas Dongkrak Utilisasi Industri Kaca Lembaran
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-11.32)   |   COMPOSITE 6376.76 (-85.96)   |   DBX 1366.47 (-4.13)   |   I-GRADE 184.394 (-4.05)   |   IDX30 516.608 (-10.51)   |   IDX80 138.726 (-2.53)   |   IDXBUMN20 405.249 (-8.22)   |   IDXESGL 142.142 (-2.59)   |   IDXG30 145.757 (-3.33)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-7.55)   |   IDXQ30 148.268 (-2.8)   |   IDXSMC-COM 300.72 (-2.17)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-5.5)   |   IDXV30 136.038 (-1.55)   |   INFOBANK15 1074.63 (-26.5)   |   Investor33 444.938 (-9.47)   |   ISSI 184.203 (-2.63)   |   JII 631.94 (-13.58)   |   JII70 222.617 (-4.41)   |   KOMPAS100 1239.85 (-24.1)   |   LQ45 968.215 (-19.75)   |   MBX 1728.57 (-26.45)   |   MNC36 329.564 (-6.33)   |   PEFINDO25 328.624 (-5.07)   |   SMInfra18 313.805 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-8.61)   |  

Insentif Harga Gas Dongkrak Utilisasi Industri Kaca Lembaran

Rabu, 27 Januari 2021 | 22:52 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kebijakan penurunan harga gas untuk sektor manufaktur membawa dampak positif terhadap naiknya utilisasi produksi industri kaca lembaran hingga 67,5 persen pada akhir semester II tahun 2020. Pada semester sebelumnya, utilisasi sempat merosot sebesar 43,25 persen karena adanya pandemi Covid-19.

“Untuk mempertahankan daya saing sektor industri kaca lembaran dan pengaman nasional, diperlukan juga pengendalian impor yang diharapkan dapat meningkatkan utilisasinya,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, Muhammad Khayam di Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Muhammad Khayam menjelaskan, implementasi pengendalian impor tersebut, di antaranya akan dilakukan melalui kebijakan pengendalian tata niaga impor kaca dan pembatasan pelabuhan masuk (bongkar) di wilayah Dumai dan Bitung. Selain itu, pemberlakuan dan memperketat pengawasan SNI wajib.

“Kami optimistis, berbagai kebijakan strategis itu dapat lebih memacu daya saing industri kaca lembaran di tanah air. Bahkan, mampu memberikan kontribusi signfikan bagi perekonomian nasional,” tuturnya.

Khayam menyebutkan, potensi industri kaca lembaran nasional saat ini ditopang oleh tiga perusahaan dengan total kapasitas produksi sebanyak 1,3 juta ton per tahun pada 2020. Hasil produksi kaca lembaran ini untuk memenuhi kebutuhan sejumlah sektor hilir, antara lain produk kaca pengaman untuk industri kendaraan bermotor (90%), kaca pengaman untuk bangunan (70%), serta industri cermin kaca mencakup interior dan kosmetik, kaca isolasi (insulating glass unit) dan lain-lain (10%).

“Kami yakin, industri kaca nasional akan terus tumbuh setiap tahunnya, seiring kenaikan permintaan dari pasar domestik dan ekspor,” ujarnya. Oleh karena itu, kebijakan pengembangan sektor manufaktur, seperti industri kaca ini difokuskan pada penguatan rantai pasok untuk menjamin ketersediaan bahan baku energi yang berkesinambungan dan terjangkau.

“Upaya tersebut juga untuk memperdalam dan memperkuat struktur manufakturnya di Indonesia,” imbuhnya. Khayam berharap, para sektor industri yang menerima manfaat insentif harga gas USD6 per MMBTU, dapat meningkatkan kontribusi pajaknya. “Di samping itu, mereka akan didorong melakukan ekspansi. Jadi, kalau performance-nya tidak bagus, akan dinaikkan jadi USD6,5 per MMBTU atau USD7 per MMBTU,” tegas Khayam.

Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus Gunawan menilai implementasi kebijakan harga gas untuk industri sebesar US$ 6 per MMBTU telah membantu menaikkan daya saing dan utilisasi para anggotanya. “Efek penurunan tarif gas berdampak positif bagi kinerja pabrikan selama pandemi. Bahkan, permintaan ekspor mulai naik,” ungkapnya.

Yustinus menyatakan, pihaknya mendukung upaya Kemenperin untuk menjalankan program substitusi impor 35 persen pada tahun 2022. “Salah satunya kami ingin untuk menekan impor kaca lembaran tidak berwarna. Sebab, produk tersebut memiliki pangsa pasar terbesar di dalam negeri. Oleh karenanya, produsen lokal perlu didorong memperkuat lini kaca lembaran tidak berwarna,” tandasnya.

AKLP menargetkan pertumbuhan sektornya akan mampu mencapai 5 persen pada tahun 2021. Hal ini ditopang dengan adanya program vaksinasi Covid-19 yang mulai dilakukan oleh pemerintah. “Target pertumbuhan industri kaca tahun ini sejalan dengan estimasi pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen versi pemerintah,” ucap Yustinus.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Osaka Bedding Buka Lowongan Kerja untuk Para Penjahit di Masa Pandemi

Osaka Bedding cetak penjahit di massa pandemi.

EKONOMI | 27 Januari 2021

FWD Life dan FWD Insurance Indonesia Rampungkan Proses Merger

FWD Insurance akan menghadirkan pengalaman berbeda dengan berbagai produk yang mudah dipahami dan fokus pada nasabah yang didukung teknologi digital.

EKONOMI | 27 Januari 2021

Penggabungan Tiga Bank Syariah Peroleh Izin OJK

Surat tersebut ditetapkan pada 27 Januari 2021.

EKONOMI | 27 Januari 2021

Bank OCBC NISP Bantu Berdayakan Pengusaha Perempuan

PT Bank OCBC NISP telah meluncurkan program Tidak Ada Yang Tidak Bisa #TATYB Women Warriors untuk membantu memberdayakan pengusaha perempuan.

EKONOMI | 27 Januari 2021

PPI Cabang Manado dan Surabaya Sabet Predikat Distributor of The Year 2020 Petrokimia Gresik

PPI Cabang Manado dan Cabang Surabaya meraih predikat Distributor of The Year 2020, sebagai Distributor Utama PT Petrokimia Gresik-Pupuk Indonesia.

EKONOMI | 27 Januari 2021

YLKI Minta Pemerintah Konsisten Tegakkan Aturan Tarif

Tulus menilai, pembekuan rute penerbangan akan berpengaruh terhadap citra maskapai.

EKONOMI | 27 Januari 2021

WMU Tetapkan Harga IPO Rp 180 per Saham

Perseroan mengalokasi penjatahan saham untuk fixed allotment sebanyak 99 persen dan pooling allotment 1 persen.

EKONOMI | 27 Januari 2021

Rektor UI: Pemulihan Ekonomi Bergantung Penanganan Covid-19

Menurut Ari, keberadaan vaksin Covid-19 memberi harapan baru pada pemulihan ekonomi nasional.

EKONOMI | 27 Januari 2021

Perekonomian Desa Harus Dikoneksikan Teknologi untuk Percepat Pemulihan

Dana desa banyak berpengaruh pada wilayah atau desa yang sudah maju, terutama pada akses internet.

EKONOMI | 27 Januari 2021

Sandiaga: Milenial Mampu Bangkitkan Pariwisata Indonesia

Berdasarkan Sensus Penduduk 2020, sebanyak 53 persen atau sekitar 90 juta penduduk Indonesia didominasi oleh milenial dan generasi Z.

EKONOMI | 27 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS