Bursa Eropa Ambles karena Kekhawatiran Lockdown di Tiongkok
Logo BeritaSatu

Bursa Eropa Ambles karena Kekhawatiran Lockdown di Tiongkok

Sabtu, 16 Januari 2021 | 05:24 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

London, Beritasatu.com - Bursa Eropa ditutup di wilayah negatif pada Jumat (15/1/2021) karena kekhawatiran atas langkah-langkah penguncian (lockdown), ketidakpastian politik, dan munculnya kasus Covid-19 di Tiongkok. Hal ini merusak sentimen positif rencana stimulus Presiden terpilih AS Joe Biden senilai US$ 1,9 triliun.

Pan-European Stoxx 600 mengakhiri sesi turun 1% dan mencatat kerugian mingguan 0,8%. Sektor sumber daya dasar terkoreksi 3,1% pada Jumat memimpin pelemahan. Semua sektor diperdagangkan di wilayah negatif kecuali perawatan kesehatan, naik 0,7%.

Biden, yang mulai menjabat pada 20 Januari, pada Kamis mengumumkan perincian Rencana Penyelamatan Amerika, yang mencakup peningkatan pembayaran pengangguran federal yang diperpanjang hingga September dan pembayaran langsung kepada orang Amerika yang terdampak Covid-19 sebesar US$ 1.400.

Perdagangan bursa Asia-Pasifik positif pada awal sesi, tetapi melemah pada sore hari karena meningkatnya kasus Covid-19 di Tiongkok yang telah menyebabkan penguncian di beberapa kota. Hal ini memunculkan kembali kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi global.

Di Wall Street, saham jatuh pada hari Jumat karena bank-bank besar AS merilis hasil kuartalan, memulai musim pelaporan pendapatan.

Kembali ke Eropa, Italia telah jatuh ke dalam kekacauan politik ketika mantan Perdana Menteri Matteo Renzi memutuskan menarik dukungannya kepada pemerintah koalisi pada Rabu (14/1/2021). Perdana Menteri Giuseppe Conte menolak seruan mengundurkan diri, meskipun mayoritas parlemen koalisi dicabut.

Sementara seluruh pemerintah Belanda secara kolektif mengundurkan diri pada Jumat setelah skandal yang melibatkan salah urus dana perawatan anak, membuat ribuan keluarga mengalami kesulitan keuangan.

Di Jerman, kongres khusus dua hari partai berkuasa di Uni Demokratik Kristen dimulai Jumat, dengan calon penerus Kanselir Angela Merkel akan dipilih pada Sabtu (16/1/2021).

Di sisi data, ekonomi Inggris berkontraksi minus sebesar 2,6% pada November karena negara tersebut menerapkan langkah-langkah penguncian, menurut perkiraan resmi yang diterbitkan Jumat. Ini melebihi -5,7% berdasarkan ekonom yang disurvei Reuters, tetapi menandai kontraksi pertama sejak dimulainya krisis Covid-19 musim semi lalu.

Badan statistik Prancis melaporkan Jumat bahwa inflasi CPI (indeks harga konsumen) Desember mencapai 0,0% tahun ke tahun dan 0,2% bulan ke bulan.

Siemens Energy turun 6,3% setelah General Electric asal AS mengajukan gugatan yang menuduh bahwa salah satu anak perusahaannya menggunakan rahasia dagang curian untuk mencurangi tawaran kontrak.

Saham Carrefour turun 2,9% setelah pemerintah Prancis pada Kamis menentang pengambilalihan peritel terbesar Eropa itu oleh Alimentation Couche-Tard Kanada.

Di puncak indeks blue chip Eropa, perusahaan IT Inggris AVEVA Group naik hampir 7%.



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Target Awal SWF US$ 20 M, Jokowi: Duit yang Gede Banget

Pemerintah akan menyetorkan modal awal tunai sebesar Rp 15 triliun dan saham BUMN sebesar Rp 50 triliun.

EKONOMI | 16 Januari 2021

Jokowi Minta Pengawasan OJK Jangan Mandul dan Masuk Angin

Jokowi meminta OJK bekerja lebih ekstra lagi, guna menjaga kepercayaan pasar dan masyarakat.

EKONOMI | 15 Januari 2021

ICSB Dorong UMKM Indonesia Rambah Pasar Global

Pandemi Covid-19 menjadi momentum yang penting bagi UMKM untuk menawarkan subsitusi produk-produk impor.

EKONOMI | 15 Januari 2021

Jokowi: Kerja Sama OJK dan K/L Harus Dipertahankan

Jokowi mengharapkan anggaran Rp 372,3 triliun untuk PCPEN segera disalurkan ke masyarakat.

EKONOMI | 15 Januari 2021

Pacu Penjualan di 2021, ACP Siapkan Sejumlah Proyek Baru

Adhi Commuter Properti (ACP) menargetkan realisasi penjualan lebih dari Rp 1,3 triliun di tahun 2021.

EKONOMI | 15 Januari 2021

Jokowi Apresiasi Kerja Sama Sinergis Pemerintah, OJK, BI, dan LPS

Presiden berharap tahun ini, kerja sama itu bisa dilanjutkan untuk mendongkrak daya beli masyarakat.

EKONOMI | 15 Januari 2021

Megastimulus Biden Dapat Memicu Capital Outflow dari Asia dan Negara Berkembang

Besar kemungkinan aliran modal ke Asia selama ini berbalik kembali AS sebagai dampak dari pemulihan ekonomi AS yang ditopang stimulus Biden.

EKONOMI | 15 Januari 2021

Indeks-indeks Acuan Wall Street Melemah di Praperdagangan

Dow Jones Industrial Average futures turun 0,47%, S&P 500 futures turun 0,4%. Nasdaq turun 0,2%.

EKONOMI | 15 Januari 2021

Pembebasan Biaya Penempatan PMI Diperpanjang 6 Bulan

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani menyatakan implementasi pembebasan biaya penempatan bagi PMI diperpanjang masa transisinya selama 6 bulan ke depan.

EKONOMI | 15 Januari 2021

Jokowi: Pengawasan OJK Jangan Masuk Angin

“Pengawasan OJK juga tidak boleh mandul, tidak boleh masuk angin, harus mengeluarkan taringnya dan menjaga kredibilitas dan integritas ini sangat penting".

EKONOMI | 15 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS