Target Awal SWF US$ 20 M, Jokowi: Duit yang Gede Banget
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Target Awal SWF US$ 20 M, Jokowi: Duit yang Gede Banget

Sabtu, 16 Januari 2021 | 05:04 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan target awal dana yang masuk ke Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pembiayaan Investasi (LPI) dengan nama Indonesia Investment Authority (INA) akan mencapai US$ 20 miliar.

“Saya tadi bisik-bisik ke Bu Menkeu (Sri Mulyani), awal-awal ini mungkin 1-2 bulan ini target yang masuk ke SWF kita berapa? Dijawab Bu Menkeu ya kira-kira US$ kira 20 miliar. Duit yang gede banget,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2021 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/1/2021).

Menurut Jokowi, pemerintah akan menyetorkan modal awal tunai sebesar Rp 15 triliun dan saham BUMN sebesar Rp 50 triliun. “Kalau yang tadi US$ 20 miliar , ini rupiah untuk INA,” ujar Jokowi.

Kepala Negara mengharapkan INA akan menjadi mitra strategis investasi yang kuat secara hukum dan kelembagaan. Selain itu, menjadi mitra strategis andal dan terpercaya untuk pembangunan ekonomi dalam jangka panjang dan berkelanjutan.

Presiden menjelaskan INA yang telah didirikan ini, diharapkan dapat menangkap peluang investasi dan solusi alternatif bagi pembiayaan pembangunan nasional. “Pembentukan SWF ini sangat diperlukan untuk memenuhi pembiayaan yang semakin besar ke depan dan juga untuk meningkatkan tingkat FDI (Foreign Direct Investment) Indonesia, juga untuk menurunkan rasio utang terhadap PDB (produk domestik bruto) Indonesia,” jelas Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi Minta Pengawasan OJK Jangan Mandul dan Masuk Angin

Jokowi meminta OJK bekerja lebih ekstra lagi, guna menjaga kepercayaan pasar dan masyarakat.

EKONOMI | 15 Januari 2021

ICSB Dorong UMKM Indonesia Rambah Pasar Global

Pandemi Covid-19 menjadi momentum yang penting bagi UMKM untuk menawarkan subsitusi produk-produk impor.

EKONOMI | 15 Januari 2021

Jokowi: Kerja Sama OJK dan K/L Harus Dipertahankan

Jokowi mengharapkan anggaran Rp 372,3 triliun untuk PCPEN segera disalurkan ke masyarakat.

EKONOMI | 15 Januari 2021

Pacu Penjualan di 2021, ACP Siapkan Sejumlah Proyek Baru

Adhi Commuter Properti (ACP) menargetkan realisasi penjualan lebih dari Rp 1,3 triliun di tahun 2021.

EKONOMI | 15 Januari 2021

Jokowi Apresiasi Kerja Sama Sinergis Pemerintah, OJK, BI, dan LPS

Presiden berharap tahun ini, kerja sama itu bisa dilanjutkan untuk mendongkrak daya beli masyarakat.

EKONOMI | 15 Januari 2021

Megastimulus Biden Dapat Memicu Capital Outflow dari Asia dan Negara Berkembang

Besar kemungkinan aliran modal ke Asia selama ini berbalik kembali AS sebagai dampak dari pemulihan ekonomi AS yang ditopang stimulus Biden.

EKONOMI | 15 Januari 2021

Indeks-indeks Acuan Wall Street Melemah di Praperdagangan

Dow Jones Industrial Average futures turun 0,47%, S&P 500 futures turun 0,4%. Nasdaq turun 0,2%.

EKONOMI | 15 Januari 2021

Pembebasan Biaya Penempatan PMI Diperpanjang 6 Bulan

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani menyatakan implementasi pembebasan biaya penempatan bagi PMI diperpanjang masa transisinya selama 6 bulan ke depan.

EKONOMI | 15 Januari 2021

Jokowi: Pengawasan OJK Jangan Masuk Angin

“Pengawasan OJK juga tidak boleh mandul, tidak boleh masuk angin, harus mengeluarkan taringnya dan menjaga kredibilitas dan integritas ini sangat penting".

EKONOMI | 15 Januari 2021

Ganjar dan Nurdin Abdullah Raih Penghargaan Inklusi Keuangan dari OJK

Penghargaan Penggerak Program Inklusi Keuangan Provinsi diberikan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

EKONOMI | 15 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS