Kempupera: Vaksin Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Kempupera: Vaksin Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi

Kamis, 14 Januari 2021 | 20:01 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menilai vaksinasi yang sudah dimulai di Indonesia menjadi momentum kebangkitan ekonomi. Keberadaan vaksin membuka jalan kembalinya proyek infrastruktur dan pergerakan masyarakat.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Menpupera Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja pada Konferensi Pers Sosialisasi Pemberlakuan Tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Cikampek Elevated serta Penyesuaian Tarif Tol Jasa Marga Group, Kamis (14/1/2021).

Menurut Endra, keberadaan vaksin yang sudah dimulai Presiden Joko Widodo menjadi momentum kebangkitan ekonomi Indonesia, sehingga pembangunan jalan tol akan membuka lapangan kerja berskala besar. Termasuk penggunaan sumber daya dalam negeri seperti semen, baja, dan multiplier effect lain, serta fungsi intermediasi bank, daya tarik investasi, dan penyerapan tenaga kerja. Bukan hanya itu, jalan tol juga bakal memacu sektor riil dengan multiplier effect bagi perekonomian nasional.

"Saya kira, manfaat jalan tol sudah bisa kita lihat terutama dari sisi logistik. Ditambah, dukungan jalan tol juga sudah mulai kita rasakan. Jadi, pada tahun 2020 kita memasuki beberapa ruas tol yang jatuh tempo penyesuaian tarifnya, namun ditunda pemerintah karena pertimbangan Pandemi Covid-19," jelas Endra.

Di beberapa ruas Palimanan-Kanci, misalnya. Jadwal kenaikan tarif di ruas tersebut seharusnya diberlakukan pada 30 November 2019, namun Surat Keputusan (SK) Menpupera baru dikeluarkan pada 31 Agustus 2020. Kemudian ruas Padalarang-Cileunyi. Kalau merujuk pada Pengusahaan Penandatangan Jalan Tol (PPJT), tarifnya dijadwalkan naik pada Februari 2020, tapi SK Menpupera terbit 26 Juni 2020.

Demikian juga dengan tarif di Japek II Elevated yang sudah diresmikan presiden sejak 12 Desember 2019 lalu dan beroperasi tanpa tarif selama 13 bulan. "Jadi kami berharap, penyesuaian tarif ini diberlakukan mulai 17 Januari pukul 00.00 WIB," tutur Endra.

Lebih lanjut, penyesuaian tarif juga diberlakukan untuk mengimbangi inflasi serta meningkatkan pelayanan bagi pengguna jalan. Sebab, penyesuaian tarif tol akan mendukung kinerja para operator jalan tol khususnya dalam meningktakan kualitas layanan, menutup kenaikan biaya operasional, dan mengembalikan investasi.

Endra memastikan, Kempupera sudah mengecek secara ketat pemenuhan Standard Pelayanan Minimum (SPM) yang meliputi kondisi jalan, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, dan mobilitas keselamatan pengguna.

"Kami mengupayakan agar Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus berkomitmen meningkatkan pelayanan sehingga seluruh SPM dapat terpenuhi dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara nyata," ucap Endra. Ia juga mengaku, terkait penyesuaian tarif, PUPR sudah melakukan sosialisasi sejak beberapa bulan lalu melalui berbagai media.

Tarif Ruas Tol Waskita Tollroad Naik
Hal serupa juga disampaikan Kepala Bagian Umum Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Mahbullah Nurdin. Menurutnya, penyesuaian tarif di beberapa ruas yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah mengalami penundaan. Karena itu, dalam waktu dekat penyesuaian tarif di beberapa ruas jalan tol akan dilaksanakan.

"Ada 6 ruas plus 1 yang dikelola Jasa Marga. Tapi di luar ruas Jasa Marga Group, ada juga ruas tol Waskita Toll Road yang dalam waktu bersamaan akan diberlakukan penyesuaian tarif," ungkap Nurdin, Kamis (14/1/2021).

Ruas-ruas Jasa Marga yang mengalami penyesuaian tarif pada 17 Januari 2021 adalah Jakarta Outer Ring Road/JORR (E1, E2, E3, W2U, W2S dan Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami), Cikampek-Padalarang (Cipularang), Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi), Semarang A, B, C, Palimanan-Kanci (Palikanci), dan ruas Surabaya Gempol (Surgem). Sedangkan satu ruas tarif integrasi di Tol Jakarta – Cikampek (Japek) Elevated dan eksisting. Adapun dua ruas jalan tol di bawah pengelolaan PT Waskita Toll Road yakni Jalan Tol Pejagan - Pemalang dan Kanci - Pejagan.

"Ini SK menterinya sudah keluar tahun 2020 lalu dan sampai saat ini belum diterapkan penyesuaian tarif. Namun pada saatnya nanti, total 8 ruas plus 1 ini akan diberlakukan penyesuaian tarif secara bersamaan pada 17 Januari 2021 pukul 00.00 WIB," ucap Nurdin.

Ia mengingatkan, penyesuaian tarif dilakukan dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Peraturan Presiden (PP) Nomor 15 Tahun 2005 atau perubahan PP Nomor 30 Tahun 2017.

"Jadi mau tidak mau, penyesuaian tarif merupakan keniscayaan sekaligus amanat UU dan PP serta amanat dari PPJT," ujar Nurdin. Di regulasi tersebut juga disebutkan bahwa evaluasi penyesuaian tarif dilakukan setiap dua tahun sekali berdasarkan laju inflasi di masing-masing daerah.

Meski demikian, penyesuaian tarif tidak serta merta dilaksanakan tepat dua tahun sekali karena mempertimbangkan performa badan usaha terutama terkait pemenuhan SPM. "SPM merupakan hal mutlak. Salah satu item saja tidak terpenuhi, maka penyesuaian tarif bakal ditunda," tegas Nurdin.

Untuk itu, BUJT harus memberikan performa dan pelayanan optimal kepada pengguna jalan. Lebih penting, penyesuaian tarif di 8 ruas juga menghitung kemampuan pengguna jalan. Termasuk memerhatikan besaran keuntungan biaya operasi dan kelayakan inflasi jalan tol. Semuanya merupakan amanat UU dan berlandaskan hukum.

Menurutnya, Kementerian PUPR melalui BPJT sangat serius memerhatikan keseimbangan dan keberlanjutan industri jalan tol. Karena industri jalan tol dibangun bukan dari dana APBN seluruhnya tetapi melibatkan sektor swasta.

"Jadi keseimbangan antar keberlanjutan industri jalan tol ini harus kita perhatikan dengan melihat kepentingan konsumen," imbuh dia.

Artinya, penundaan penyesuaian tarif tidak serta merta diberlakukan tanpa alasan. Yang jelas, alasan Pandemi Covid-19 sangat memberatkan. Namun dengan dimulainya vaksin, pertumbuhan ekonomi saat ini sudah cenderung membaik.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Grab Harap Mitranya Dapat Akses Awal Vaksin Covid-19

Grab meminta pemerintah untuk mempertimbangkan mitranya untuk menerima akses awal vaksin Covid-19.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Bertambah 2,5 Juta, Penjual di Tokopedia Capai 9,9 Juta

Tokopedia akan terus berkomitmen mendorong belanja masyarakat akan produk dalam negeri sekaligus memberikan dukungan kepada pegiat UMKM Indonesia.

EKONOMI | 14 Januari 2021

2021, PTPP Targetkan Kontrak Baru Naik Jadi Rp 30,1 Triliun

PTPP menargetkan pertumbuhan kontrak baru sebesar 35 persen di 2021.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Biogas, Solusi Alternatif untuk Penuhi Kebutuhan Elpiji Nasional

Komposisi biogas mirip dengan gas alam.

EKONOMI | 14 Januari 2021

API Minta Buruh TPT Diprioritaskan Dapat Vaksin Covid-19

Kalangan buruh TPT dinilai masyarakat bawah yang sangat produktif.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Indonesia Investment Authority Segera Beroperasi Akhir Q1 2021

Presiden Joko Widodo telah mengirim nama-nama calon dewan pengawas (Dewas) SWF ke DPR.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Pulihkan Industri TPT, Asosiasi Minta Pemerintah Prioritaskan Bahan Baku Lokal

Asosiasi menilai perlunya meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri di seluruh rantai nilai untuk mendukung target substitusi impor 35 persen.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Bursa Eropa Menguat, PDB Jerman Terkontraksi 5%

Indeks Soxx600 Eropa naik 0,43%, DAX Jerman naik 0,45%, FTSE Inggris naik 0,36%, CAC Prancis naik 0,32%, FTSE MIB Italia naik 0,31%.

EKONOMI | 14 Januari 2021

Investor Asing Borong Saham Rp 2 T, BRI dan Astra Terbanyak

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,11% ke kisaran 6.428,3 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (14/1/2021).

EKONOMI | 14 Januari 2021

Rupiah Stabil di Kisaran Rp 14.050

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Kamis (14/1/2021), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.050.

EKONOMI | 14 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS