2021, Kontribusi UMKM Terhadap PDB Ditargetkan 62,36%
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

2021, Kontribusi UMKM Terhadap PDB Ditargetkan 62,36%

Selasa, 29 Desember 2020 | 13:27 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemkop UKM) menargetkan untuk semakin meningkatkan kontribusi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional yang saat ini mencapai sekitar 61%.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan, Riza Damanik mengungkapkan, pada 2021, ditargetkan kontribusi UMKM terhadap PDB sebesar 62,36%, dan meningkat jadi 65% pada 2024. Sedangkan untuk koperasi, kontribusinya di tahun 2021 ditargetkan sebesar 5,2% dan meningkat jadi 5,5% pada 2024.

“Kita berharap kontribusi UMKM kita terhadap PDB nasional bisa berada di atas rata-rata kontribusi UMKM di dunia yang saat ini angkanya 55,5%. Untuk koperasi, kita harapkan juga di atas rata-rata dunia yang saat ini di kisaran 4,3%,” kata Riza Damanik dalam webinar Outlook 2021 Kementerian Koperasi dan UKM, Selasa (29/12/2020).

Terkait kontribusi ekspor UMKM, pada 2021 ditargetkan mencapai 15,12%, dan di 2024 menjadi 21,60%. Saat ini kontribusi ekspor UMKM baru sekitar 14%. Sebagai perbandingan, ekspor UMKM di Singapura kontribusinya sudah 41%, sementara Tiongkok mencapai 60%.

“Saat ini kontribusi ekspor UMKM kita relatif kecil dibandingkan negara-negara lain. Angkanya baru di kisaran 14%. Kita harapkan di 2021 bisa meningkat jadi 15,12%, dan di 2024 menjadi 21,60%. Dengan demikian kita tidak terlalu jauh dengan negara-negara lain yang berada di sekitar kita, dan juga posisi UMKM semakin strategis dalam perekonomian kita,” kata Riza.

Indikator strategis ketiga terkait startup berbasis koperasi. Riza menyampaikan, saat ini Indonesia berada di posisi ke-4 negara dengan jumlah startup terbanyak. Namun 54,44% startup didominasi oleh badan usaha perusahaan terbatas (PT). “Kondisi ini tidak salah. Tetapi kita juga akan mengembangkan startup berbasis koperasi. Kita harapkan di tahun 2021 ada 900 unit, dan di tahun 2024 ada 3.500 unit,” ujarnya.

Selanjutnya terkait koperasi modern berbasis digital. Saat ini dari jumlah koperasi aktif sebanyak 123.048 unit, hanya 0,73% yang memiliki alamat website. Di 2021, targetnya ada 100 unit koperasi yang bertransformasi menjadi koperasi modern berbasis digital, dan di 2024 secara kumulatif ada sebanyak 400 unit. “Tentu ini juga menjadi tugas kita dalam percepatan pengembangan koperasi modern berbasis digital. UU Cipta Kerja memberi peluang terkait hal ini, memberikan percepatan bangkitnya koperasi modern berbasis digital,” kata Riza.

Dalam upaya mendorong UMKM naik kelas, targetnya di tahun 2021 sebanyak 0,55% UMKM yang eksisting bisa naik kelas, lalu di 2024 akan ada sebanyak 4%. Menurut Riza, strategi yang akan dilakukan antara lain melalui pengembangan kawasan dan integrasi UKM masuk ke rantai pasok, digitalisasi koperasi dna UMKM, inkubasi bisnis, serta skema pembiayaan sesuai model bisnis dan komoditi.

Selain itu, Kemkop UKM juga akan berupaya meningkatkan rasio kewirausahan yang saat ini baru 3,47%, lebih rendah dari beberapa negara tetangga. Misalnya saja Singapura yang sudah mencapai 8,76%, Malaysia 4,74%, dan Thailand 4,26%. “Tahun 2024, harapannya rasio kewirausahaan Indonesia bisa naik menjadi 4%,” kata Riza.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mayoritas Bursa Asia Siang Ini Menguat

Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 275,9 (1,05%) mencapai 26.590.

EKONOMI | 29 Desember 2020

IHSG Turun 17 Poin ke Level 6.075 di Sesi Siang

Sebanyak 167 saham naik, 291 saham melemah dan 149 saham stagnan.

EKONOMI | 29 Desember 2020

Digitalisasi Koperasi dan UMKM Jadi Agenda Prioritas Kemkop UKM

Pada 2025, Google, Temasek, dan Bain & Co. memprediksi nilai transaksi ekonomi digital Indonesia mencapai Rp 1.826 triliun.

EKONOMI | 29 Desember 2020

Kolaborasi SRC dan Smesco Dukung Pertumbuhan UMKM

SRC dan UMKM binaan Smesco akan ikut serta dalam promosi dan penjualan produk secara digital.

EKONOMI | 29 Desember 2020

Awal Perdagangan, Rupiah Menguat Seiring Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.147-Rp 14.147 per dolar AS.

EKONOMI | 29 Desember 2020

Awali Perdagangan IHSG Berada di Zona Hijau

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan naik 11,8 poin (0,16%) menjadi 6.104.

EKONOMI | 29 Desember 2020

Harga Bitcoin Meroket, Hal Ini Perlu Diperhatikan saat Investasi Aset Kripto

Tren positif kenaikan Bitcoin secara berturut-turut di bulan Desember ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan publik atas aset kripto.

EKONOMI | 29 Desember 2020

IHSG Akan Menguat, Ini Rekomendasi Sahamnya

IHSG pada perdagangan hari ini akan berada di kisaran 6.050 sampai 6.141.

EKONOMI | 29 Desember 2020

Harga Minyak Ambles karena Kekhawatiran Melemahnya Permintaan

Minyak mentah Brent turun 43 sen, atau 0,84%, menjadi US$ 50,86 per barel.

EKONOMI | 29 Desember 2020

Harga Emas Naik karena Stimulus AS

Harga emas di pasar spot naik 0,03% menjadi US$ 1,876,51 per ounce.

EKONOMI | 29 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS