Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemerintah Dinilai Perlu Evaluasi Harga Gas Industri Tertentu

Kamis, 17 Desember 2020 | 15:23 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Usulan Kementerian Perindustrian (Kemperin) agar harga gas khusus bagi industri yang tidak memiliki performa bagus naik menjadi di atas US$ 6 per million british thermal units (MMBTU) dinilai perlu ditindaklanjuti. Pasalnya, jika kebijakan harga gas murah tidak memberikan dampak positif (multiplier effect) bagi industri, maka pendapatan negara tidak akan optimal.

“Saya rasa satu tahun cukup untuk dievaluasi. Apakah industri-industri tersebut layak atau tidak mendapatkan harga gas tersebut. Jika tidak, sebaiknya dikembalikan seperti awal, atau dialihkan untuk industri yang lebih layak,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan dalam keterangan yang diterima Kamis (17/12/2020).

Seperti diketahui, kebijakan harga gas sebesar US$ 6 per MMBTU yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi. Perpres tersebut kemudian diturunkan dalam Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri. Adapun aturan teknisnya dituangkan dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 89 K/10/MEM/2020 tentang Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri.

Dalam Kepmen 89 ESDM itu disebutkan tujuh sektor industri yang memperoleh gas dengan harga khusus USD 6 per MMBTU yakni industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca dan sarung tangan karet. Berdasarkan aturan tersebut, skema harga ini berlangsung dari 2020 sampai 2024. “Jadi yang perlu diubah cukup Kepmen 89 ESDM saja, karena yang mengatur inudstri mana saja yang mendapat jatah USD6 per MMBTU ada di situ,” katanya.

Untuk itu, Kemperin, Kementerian ESDM, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Keuangan duduk bersama dan melakukan evaluasi terhadap regulasi harga gas industri ini. Apakah dampak yang diharapkan sudah sesuai atau sebaliknya. “Rangkaian evaluasi ini perlu dibuka, karena yang dipotong ini adalah jatah negara, jangan sampai negara justru dirugikan,” katanya.

Mamit mengingatkan, kebijakan harga gas US$ 6 per MMBTU awalnya ditujukan agar beban biaya industri berkurang, sehingga bisa bersaing dengan produk luar negeri. Selain itu, harga produk yang lebih rendah juga dapat dinikmati oleh masyarakat. Dengan bersaingnya industri nasional, maka penjualan industri meningkat, sehingga penerimanan negara melonjak. Dari pos ini, jatah negara yang dikurangi dari penurunan harga gas dapat dikembalikan.

"Berdasarkan perhitungan yang saya lakukan, negara bisa kehilangan potensi pendapatan sebesar US$ 14,39 juta atau Rp 223,13 miliar (kurs Rp 15.500) dengan pengurangan harga gas di hulu. Saya menghitung untuk enam industri yaitu petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca dan sarung tangan karet," kata Mamit.

Namun kondisi pandemi Covid-19 yang menghantam seluruh industri, membuat keputusan evaluasi kebijakan harga gas industri menjadi cukup berat. “Evaluasi tetap perlu dilakukan, namun tetap mempertimbangkan kondisi industri. Kita berharap saja, pandemi bisa berakhir di tahun depan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam, dalam Oil & Gas Stakeholders Gathering 2020, Rabu (9/12/2020) mengusulkan agar harga gas khusus bagi industri yang tidak memiliki performa bagus dinaikkan di atas US$ 6 per MMBTU.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PGN Penuhi Kebutuhan Gas FajarPaper

Holding Migas Pertamina melalui PT PGN Tbk selaku Subholding Gas go productive dalam mengoptimalisasi layanan gas bumi untuk pelanggan industri.

EKONOMI | 29 September 2021

IHSG Diprediksi Turun, Simak Saham Pilihannya

IHSG pada perdagangan hari ini akan berada di kisaran 6.050-6.150.

EKONOMI | 29 September 2021

Perusahaan Ini Jadi Produsen Geomembrane Pertama dengan TKDN di Atas 40%

KTG berhasil sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen untuk geomembrane dengan brand Geoprotec.

EKONOMI | 29 September 2021

Harga Emas Turun karena Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga

Harga emas di pasar spot turun 0,8% ke US$ 1.736,81 per ons.

EKONOMI | 29 September 2021

Ditutup Negatif, Minyak Brent Sempat ke Level Tertinggi 3 Tahun di Atas US$ 80

Baik WTI dan Brent mengalami kenaikan selama 5 minggu berturut-turut, masing-masing naik lebih 50% untuk tahun 2021.

EKONOMI | 29 September 2021

Buku Ini Mudahkan Memahami UU Cipta Kerja dan Ketenagakerjaan

Buku “Kesatuan Naskah UU Ketenagakerjaan dan UU Cipta Kerja" sebagai alternatif untuk memudahkan masyarakat membaca serta memahami isi kedua UU tersebut.

EKONOMI | 29 September 2021


Bursa Eropa Melemah karena Imbal Hasil Obligasi dan Ekonomi Tiongkok

Pan-European Stoxx 600 ditutup turun sekitar 2% dengan saham teknologi anjlok 4,4% memimpin pelemahan.

EKONOMI | 29 September 2021

Goldman Sachs Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok

Goldman Sachs Selasa (28/9/2021) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

EKONOMI | 29 September 2021

Bank Indonesia: PON XX Gerakkan Ekonomi Papua

Penuhnya hotel, tingginya nilai harga tiket pesawat serta katering bagi para atlet PON menjadi bukti bergeraknya ekonomi Papua.

EKONOMI | 28 September 2021


TAG POPULER

# Citilink


# PTM


# Piala Sudirman


# Interpelasi Formula E


# Pengobat Alternatif Ditembak



TERKINI
Emma Raducanu Raih Wildcard di Turnamen Indian Wells

Emma Raducanu Raih Wildcard di Turnamen Indian Wells

OLAHRAGA | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings