Jokowi: Buang Ego Sektoral, BI Harus Ambil Bagian Gerakkan Sektor Riil
INDEX

BISNIS-27 548.602 (-3.13)   |   COMPOSITE 6429.76 (-15.87)   |   DBX 1210.46 (11.26)   |   I-GRADE 190.638 (-1.65)   |   IDX30 545.485 (-2.49)   |   IDX80 146.318 (-0.39)   |   IDXBUMN20 442.834 (-4.13)   |   IDXESGL 150.48 (-0.37)   |   IDXG30 147.901 (0.18)   |   IDXHIDIV20 478.779 (-1.35)   |   IDXQ30 155.036 (-1.18)   |   IDXSMC-COM 294.681 (-0.93)   |   IDXSMC-LIQ 376.202 (-2.63)   |   IDXV30 149.629 (-0.27)   |   INFOBANK15 1097.88 (-13.34)   |   Investor33 466.613 (-2.11)   |   ISSI 189.631 (-0.56)   |   JII 670.82 (-2.11)   |   JII70 234.975 (-1.14)   |   KOMPAS100 1301.99 (-5.65)   |   LQ45 1014.85 (-3.65)   |   MBX 1779.94 (-7.55)   |   MNC36 344.694 (-1.75)   |   PEFINDO25 341.155 (-4.29)   |   SMInfra18 331.858 (0.18)   |   SRI-KEHATI 398.709 (-1.89)   |  

Jokowi: Buang Ego Sektoral, BI Harus Ambil Bagian Gerakkan Sektor Riil

Kamis, 3 Desember 2020 | 12:59 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Bank Indonesia (BI) berkontribusi lebih besar lagi dalam menggerakan pemulihan ekonomi nasional. Kerja keras pemerintah selama 9 bulan dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional sudah membuahkan hasil positif.

Jokowi mengharapkan BI mengambil bagian lebih signifikan dalam reformasi fundamental yang pemerintah gulirkan. Ia ingin BI berkontribusi lebih besar untuk ikut menggerakkan sektor riil, mendorong penciptaan lapangan kerja baru, dan membantu sektor usaha utamanya UMKM agar kembali produktif.

“Dalam situasi krisis seperti ini kita harus mampu bergerak cepat dan tepat. Buang jauh-jauh ego sektoral, egosentrisme lembaga, dan jangan membangun tembok tinggi-tinggi berlindung di balik otoritas masing-masing,” kata Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia yang dilakukan secara virtual, Kamis (3/12/2020).

Jokowi mengatakan semua harus berbagi beban dan tanggung jawab untuk urusan bangsa dan negara, agar dapat bergerak cepat sehingga Indonesia mampu bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat regional dan global.

“Kita harus berbagai beban, berbagi tanggung jawab untuk urusan bangsa dan negara ini agar negara kita mampu bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat regional dan global,” ujar Jokowi.

Kepala Negara menegaskan momentum pertumbuhan ekonomi yang sudah positif harus tetap dijaga. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan tidak boleh lengah, tetapi harus waspada agar tidak tercipta gelombang kedua Covid-19 yang nantinya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Momentum pertumbuhan yang positif ini tentu harus terus kita jaga. Kita harus tetap hati-hati, tidak boleh lengah. Dan, kita harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, waspada agar jangan sampai terjadi gelombang yang kedua,” jelas Jokowi.

Gelombang kedua Covid-19, menurut Jokowi, akan sangat merugikan upaya dan pengorbanan yang telah dilakukan pemerintah dan semua pihak selama ini. Karena itu, semuanya harus fokus untuk bergerak ke depan dan fokus terhadap upaya-upaya untuk keluar dari pandemi.

Termasuk dalam mempersiapkan vaksin dan program vaksinasi dengan cermat agar Indonesia bisa bangkit dan pulih dari pandemi.

“Kita harus bergerak cepat karena masih banyak PR yang belum kita selesaikan. Kita akan dihadapkan pada besarnya jumlah pengangguran akibat PHK di masa pandemi, kita menghadapi besarnya angkatan kerja yang memerlukan lapangan pekerjaan,” terang Jokowi.

Karena itu, kata Jokowi, pemerintah berketetapan hati melakukan reformasi struktural, membenahi regulasi yang kompleks dan birokrasi yang rumit. “Kita semuanya tahu posisi nomor 1 di global complexity index yang paling rumit di dunia dan itu harus kita akhiri. Itulah semangat yang mendasari lahirnya UU Cipta Kerja,” ujar Jokowi.

Pemerintah juga berkomitmen terus menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif dan berdaya saing, agar UMKM lebih berkembang dan industri padat tenaga kerja tumbuh dengan pesat. “Perizinan dipermudah, izin usaha UMKM cukup dengan pendaftaran saja dan banyak kemudahan-kemudahan lainnya,” ungkap Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BI Targetkan Kredit Bank Tahun 2021 Tumbuh 7-9%

BI menyebutkan ada 13 sektor dari hasil pemetaan 52 sektor yang akan bertumbuh tahun depan.

EKONOMI | 3 Desember 2020

RPTRA Kamal Bahari Garap Program Sedekah Minyak Jelantah

Tersenyum adalah Terima Sedekah Minyak Jelantah Untuk Masyarakat.

MEGAPOLITAN | 3 Desember 2020

Siang Ini Bursa Tokyo dan Shanghai Tergerus, Hong Kong Naik

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 23,0 (0,09%) mencapai 26.777 poin.

EKONOMI | 3 Desember 2020

Gubernur BI: Krisis Covid-19 Telah Terlewati

Perekonomian Indonesia akan semakin membaik pada kuartal IV/2020 dan akan kembali positif pada kisaran pertumbuhan 4,8% hingga 5,8% pada 2021.

EKONOMI | 3 Desember 2020

Jeda Siang, IHSG Turun Tipis ke 5.813

Sebanyak 202 saham naik, 217 saham melemah dan 181 saham stagnan.

EKONOMI | 3 Desember 2020

BKPM Cari Formula Eksekusi Proyek Mangkrak Krakatau Steel Rp 3,9 T

PT MJIS mengalami kendala antara lain bahan baku, infrastruktur, dan pemasaran.

EKONOMI | 3 Desember 2020

Kolaborasi dan Teknologi Kunci Pengembangan Produk UMKM

Dengan kekayaan budaya lokal dan potensi daerah di Indonesia, peluang bisnis masih terbuka bagi pelaku UMKM.

EKONOMI | 3 Desember 2020

Pembentukan Holding Ultra Mikro Hadirkan Dua Manfaat Nyata

Rencana pemerintah membentuk perusahaan induk BUMN untuk UMi dan UMKM menyusul pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR.

EKONOMI | 3 Desember 2020

Harga Emas Antam Naik ke Rp 957.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 448,820 juta.

EKONOMI | 3 Desember 2020

Pergerakan Rupiah di Awal Perdagangan Tak Banyak Berubah

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.120-Rp 14.125 per dolar AS.

EKONOMI | 3 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS