Setoran Modal Rp 1,551 Triliun Bank Banten Direstui OJK
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Setoran Modal Rp 1,551 Triliun Bank Banten Direstui OJK

Senin, 30 November 2020 | 18:44 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Serang, Beritasatu.com - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) telah resmi mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas dana setoran modal dari Provinsi Banten melalui PT Banten Global Development dalam perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM).

Dana setoran modal senilai Rp 1,551 triliun merupakan rekening kas umum daerah (RKUD) Provinsi Banten yang berada di Bank Banten melalui Banten Global Development. Penambahan modal ini juga diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2020. Dengan demikian, KPMM Bank Banten per posisi Oktober 2020 mencapai angka 54,10%.

Dalam sektor perbankan, ketersediaan modal sangat penting untuk diperhatikan. Sebagai industri yang diregulasi dengan ketat, permodalan memiliki peranan sentral dalam memastikan kesinambungan bisnis bank serta menjadi salah satu faktor penentu dalam daya saing. Nilai rasio kecukupan modal yang semakin tinggi akan mendorong tingkat kesehatan bank yang semakin baik.

Dari data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) periode September 2020, rata-rata kecukupan permodalan bank berdasarkan aktiva tertimbang menurut risikonya berada pada angka 23,52%.

Dengan demikian, kecukupan permodalan Bank Banten saat ini jauh di atas rata-rata industri yang mencerminkan tingkat kemampuan bank dalam memitigasi risiko secara relatif, selain juga menunjukan komitmen Pemprov Banten selaku Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) Bank Banten.

“Tentunya hal ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi para nasabah dalam mempercayakan pengelolaan keuangannya bersama Bank Banten, khususnya semasa pandemi ini,” kata Fahmi Bagus Mahesa selaku Direktur Utama Bank Banten dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Senin (30/11/2020).

“Sebagai salah satu indikator kesehatan bank, membaiknya rasio permodalan tersebut diharapkan akan mampu memberikan daya dukung dan daya ungkit untuk pengembangan usaha Bank Banten selain meningkatkan ketahanan institusi, khususnya semasa pandemi sebagai bank pembangunan daerah," tambah Fahmi.

Lebih lanjut, Fahmi juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Banten sebagai PSPT dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. Kepercayaan ini merupakan amanah bagi Bank Banten yang mesti dipertanggungjawabkan.

"Serta menjadi sebuah komitmen serta semangat perseroan untuk bangkit membangun bank kebanggaan masyarakat Banten agar semakin maju serta dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk seluruh nasabah,” jelas Fahmi.

Bank Banten, lanjutnya, juga menyampaikan terima kasih kepada Banten Global Development atas segala bentuk perhatian, buah pikir dan instruksi dalam proses persetujuan pencairan dana setoran modal tersebut.

“Hal ini merupakan penghargaan yang tinggi sekaligus tanggung jawab yang harus dan mampu kami integrasikan untuk kemudian bersama-sama melihat ke depan, menjalankan solusi dari hasil buah pikir tersebut," kata Fahmi.

"Prinsipnya adalah bekerja sama untuk membangun Bank Banten sebagai identitas, fungsi intermediasi dalam membantu perekonomian dan bisnis, berikut pula sarana dalam menciptakan kemaslahatan bagi segenap masyarakat di Provinsi Banten,” tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Oktober 2020, Uang Beredar Naik Jadi Rp 6.780,8 Triliun

Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Oktober 2020.

EKONOMI | 30 November 2020

Pemanfaatan Teknologi Minim, Produktivitas Pertanian Turun Sejak 2011

Produktivitas faktor total atau total factor productivity (TFP) sektor pertanian cenderung lebih rendah dibandingkan TFP ekonomi secara keseluruhan.

EKONOMI | 30 November 2020

Teleport Siap Mendukung Pengiriman Vaksin Covid-19

Teleport yang merupakan unit usaha logistik AirAsia Digital, siap mendukung distribusi vaksin Covid-19 dengan kemampuan menjangkau jaringan ke 125 kota di Asia

EKONOMI | 30 November 2020

Tugu Insurance Raih Dua Penghargaan di Anugerah Humas Indonesia

Tugu Insurance meraih dua penghargaan sekaligus pada ajang Anugerah Humas Indonesia 2020.

EKONOMI | 30 November 2020

Mentan: Dorong Produktivitas, Pertanian Perlu Intervensi Teknologi

Intervensi teknologi menjadi hal penting untuk mendorong sektor pertanian memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian.

EKONOMI | 30 November 2020

Apjati Harus Ikut Berantas Sindikat Mafia PMI

BP2MI harap Ketua Apjati yang baru terpilih hasil Munas Apjati, Ayub Basalamah dan seluruh anggota Apjati terlibat dalam memberantas mafia PMI.

EKONOMI | 30 November 2020

Kasus Covid-19 Bikin Cemas Investor, IHSG Terkoreksi Hampir 3%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi hampir 3% pada perdagangan awal pekan, Senin (30/11/2020).

EKONOMI | 30 November 2020

BCA Raih Payment Channel Award 2020

BCA senantiasa menghadirkan beragam solusi perbankan demi menunjang kebutuhan nasabah.

EKONOMI | 30 November 2020

Luncurkan Proyek Baru, GNA Group Bidik Milenial

GNA Group kembali menghadirkan proyek terbaru di kawasan Golden Stone @ Serpong, yang diperuntukkan bagi kalangan milenial.

EKONOMI | 30 November 2020

Penjualan Industri Kemasan Terkerek Perkembangan Teknologi

Penerapan teknologi industri 4.0 dan adaptasi kebiasaan baru diyakini dapat mengerek penjualan industri kemasan.

EKONOMI | 30 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS