Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemperin Segera Terapkan SNI Wajib Produk Baja

Kamis, 26 November 2020 | 19:45 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Mojokerto, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) akan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib secara bertahap untuk meningkatkan kualitas dan pengembangan industri baja dalam negeri.

Sekretaris Jenderal Kemperin, Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, penerapan SNI Wajib bagi produk yang belum menerapkan merupakan salah satu kebijakan yang sedang disiapkan untuk melindungi produk dan industri baja dalam negeri.

"Kami sedang menyiapkan larangan-larangan terbatas untuk melindungi industri baja dalam negeri yang pendekatannya melalui komoditi by komoditi. SNI Wajib ini adalah salah satunya,” kata Achmad pada peresmian lini produksi ke-2 bahan baja ringan PT Sunrise Steel di Mojokerto, Rabu (25/11/2020).

Achmad menyebutkan, pihaknya akan mewajibkan SNI Wajib yang selama ini belum menerapkannya sekitar 25 persen hingga 40 persen secara bertahap. Sekitar 50 persen yang sudah menerapkan SNI pun masiih tercampur dan saat ini ada 113 termasuk produk baja yang menerapkan SNI Wajib. "Secara bertahap kita akan terapkan SNI Wajib ini,” ungkapnya.

Sementatara, Presdir PT Sunrise Steel Henry Setiawan mengatakan, sebagai produsen material bahan baja ringan, baja lapis aluminium seng (BjLAS) pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah yang telah mengeluarkan regulasi penggunaan produksi dalam negeri. Hal itu ia yakini akan memberi peluang besar industri baja lokal untuk berupaya menuju swasembada baja.

“Kita juga sangat berharap Kementerian Perindustrian juga menerapkan SNI Wajib untuk produk profil baja ringan, mengingat produk ini adalah produk struktural yang sangat vital bagi keselamatan pengguna atau masyarakat,” kata Henry.

Dengan adanya SNI Wajib profil baja ringan, maka ekosistem usaha akan lebih kondusif dan akan terjadi persaingan usaha yang sehat antar produsen. "Kualitas produk juga lebih terjamin, sehingga konsumen tidak dirugikan serta keselamatan jiwa konsumen lebih terjaga,” imbuh Henry.

Achmad lebih jauh menjelaskan, pihaknya juga sedang berupaya untuk melakukan pembatasan importasi baja melalui TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) untuk melindungi produk baja dalam negeri. "Jadi, nantinya produk anak bangsa yang mencapai TKDN 40 persen diwajibkan dibeli oleh pemerintah mapun BUMN. Ini semangat di Perperes nomor 29 tahun 2016 dan insentif ini mendorong tumbuhnya pasar dalam negeri,” katanya.

Selain itu, beberapa kebijakan lain yang juga disiapkan adalah safeguard dan anti dumping untuk melindungi produk dalam negeri. "Ini sebagai jamiman dari pemerintah, bahwa produk dalam negeri akan menjadi penguasa pasar daam negeri dan membuat industri dalam negeri akan lebih baik. Kita juga menyiapkan tax holiday 20 persen bagi yang mengurus izin,” tandasnya.

Dikatakan, Kemperin akan terus mendorong pertumbuhan industri baja untuk mengurangi impor baja yang belakangan mulai menunjukkan tren penurunan setelah melalui berbagai regulasi pemerintah. Misalnya, pada kuartal III/2020 impor turun 50 persen dibandingkan periode sama 2019. “Tahun 2020, subtitusi impor baja diharapkan bisa mencapai 35 persen,” terang Achmad.

Ia juga menyatakan, industri baja dalam negeri mengalami pertumbuhan saat industri lain umumnya mengalami penurunan. Pada kuartal III/2020 tumbuh 5, 6 persen, lebih tinggi dari kuartal II/2020 yang tumbuh 2,3 persen. Utilitas pabrik yang sempat turun sekitar 30 persen hingga 40 persen pada saat awal pandemi pada Maret 2020 lalu dari sebelumnya 70 persen kini juga mulai bergerak naik hingga 56 persen.

"Bahkan, ada yang utilitasnya sudah mencapai 90 persen seperti Sunrise Steel, meskipun pemasaran masih terbelanggu. Peningkatan utilitas ini tentu membuka investasi baru di industri baja ini,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ilmate Kemperin, Taufiek Bawazier mengatakan sebagai yang cukup strategis, potret industri baja dari hulu sampai hilir sekarang masih banyak impor yang harus disubtitusi. Kebutuhan baja nasional mencapai 20 juta per tahun dan produk dalam negeri baru bisa memenuhi kebutuhan 60 juta ton.

"Baja ini 53 persen digunakan untuk proyek infrastruktur, bangunan dan kostruksi, 16 persen untuk industri mesin, 13 persen industri otomatif, 10 persen untuk penggunaan baja dan sebagainya dan 3 persen untuk elektronik. Kita akan dorong terus pertumbuhan industri logam ini, karena kalau kita melihat struktur impor logam kita lebiih dari 35 persen dari total $120 miliar per tahun,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sunrise Steel Tambah Kapasitas Pabrik Baja Ringan

Penambahan kapasitas produksi menempatkan Sunrise Steel sebagai produsen baja lapis alumunium seng terbesar di Indonesia

EKONOMI | 26 November 2020

Krisis Bisa Lahirkan Perusahan Digital Hebat

Krisis finansial melahirkan perusahaan digital raksasa seperti Tokopedia, Gojek, Airbnb, dan Dropbox, dan lainnya.

EKONOMI | 26 November 2020

BPJT Optimistis Tol Trans Sumatera Tersambung Tahun 2024

Tugas Hutama Karya menyambungkan Tol Trans Sumatera dari ujumg Selatan hingga Utara cukuplah berat.

EKONOMI | 26 November 2020

Pandemi Covid-19, Penjual di Tokopedia Justru Naik Jadi 10 Juta

Penjual di Tokopedia yang telah mencapai hampir 10 juta penjual, naik dari 6,5 juta pada tahun lalu.

EKONOMI | 26 November 2020

Xendit Jembatani Pertumbuhan Ekonomi Digital di Indonesia

Untuk strategi kedepan, Xendit tidak hanya menyediakan platform pembayaran, tetapi juga membantu pemberian pinjaman untuk modal kerja, hingga layanan SaaS.

EKONOMI | 26 November 2020

Kepercayaan Nasabah Terhadap Perbankan Perlu Terus Dikawal

Regulasi perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan saat ini sudah sangat jelas.

EKONOMI | 26 November 2020

Indonesia Punya Modal Kuat Jadi Pemain Utama Ekonomi Digital

Valuasi ekonomi digital Indonesia diprediksi akan mencapai US$ 133 miliar pada tahun 2025.

EKONOMI | 26 November 2020

UMKM Papua Bisa Fokus pada Komoditas Unggulan

Pandemi Covid-19 beri pelajaran pengembangan UMKM ke depan.

EKONOMI | 26 November 2020

PGN Raih Juara 3 The Asset Manager 2020 Melalui Creative dan Market Hub UKM Ekonomi Kreatif di Terras Kota Tua

Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas dan bagian dari Holding Migas PT Pertamina (Persero) kembali meraih prestasi dengan meraih Juara III

EKONOMI | 26 November 2020

Transformasi Bangka Belitung, dari Tambang Timah ke Pariwisata

Pemprov Kepulauan Bangka Belitung mengembangkan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan.

EKONOMI | 26 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS