Gandeng Pelaku Industri, Sekolah Kemperin Siap Produksi Ventilator
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Gandeng Pelaku Industri, Sekolah Kemperin Siap Produksi Ventilator

Kamis, 26 November 2020 | 05:55 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) turut mendorong produksi ventilator yang akan dimanfaaatkan sebagai alat bantu pernapasan untuk pasien Covid-19. Langkah ini sejalan dengan tekad pemerintah terkait upaya penangangan virus corona di Tanah Air melalui penyediaan peralatan kesehatan buatan dalam negeri.

“Guna mencapai sasaran tersebut, perlu adanya kolaborasi di antara stakeholder, seperti pemerintah, pelaku industri dan akademisi,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemperin, Eko S.A Cahyanto di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Kepala BPSDMI Kemperin menyampaikan, pihaknya telah meninjau pelaksanaan pelatihan perakitan ventilator yang diselenggarakan PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri (YPTI) di SMK SMTI Yogyakarta. “Pada pekan kemarin, saya dan Irjen Kemperin, Arus Gunawan, melakukan kunjungan kerja untuk melihat langsung pelatihan tersebut,” ujarnya.

Menurut Eko, pelatihan yang berlangsung selama 18-27 November 2020 itu merupakan wujud nyata sinergi antara unit pendidikan vokasi milik Kemperin dengan pelaku industri. “Dengan memanfaatkan teaching factory yang sudah kami punya, SMK SMTI Yogyakarta juga didorong untuk bisa membuat alat-alat kesehatan seperti ventilator. Ini menjadi model bagi pendidikan vokasi di Indonesia,” paparnya.

Eko mengungkapkan, SMK SMTI Yogyakarta menjadi satu-satunya sekolah vokasi di tanah air yang dipercaya sebagai SIEMENS Certification Center di Indonesia. Sekolah tersebut juga diusulkan menjadi model untuk pembentukan German Indonesia Vocational Institute (GIVI).

“Pelatihan perakitan ventilator antara SMK SMTI Yogyakarta dengan PT YPTI ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, pengalaman dan untuk menyiapkan peserta, yang merupakan para guru SMK SMTI Yogyakarta dengan dibantu oleh para siswa, agar dapat merakit ventilator skala industri yang memenuhi standar kesehatan,” terangnya.

Melalui pelatihan tersebut, lanjut Eko, diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) kompeten yang siap dan mampu untuk berkontribusi terhadap kemajuan industri alat kesehatan nasional. Sebab, saat ini industri alat kesehatan masuk sebagai satu dari tujuh sektor yang mendapat prioritas pengembangan berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0. “Dengan kondisi permintaan yang tinggi terhadap produk sektor industri alat kesehatan, utamanya pada masa pandemi Covid 19 saat ini, diperlukan dukungan teknologi modern dan ketersediaan SDM yang terampil,” imbuhnya.

Terlebih lagi, Kemperin terus mendorong kolaborasi antara sektor industri dengan dunia akademik untuk mengembangkan dan memproduksi alat kesehatan ventilator dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 80%. Hal ini sesuai disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Guwimang Kartasasmita pada kesempatan beberapa waktu lalu.

Direktur Utama PT. YPTI Petrus Tedja Hapsoro mengemukakan, teaching factory yang dimiliki SMK SMTI Yogyakarta telah dilengkapi dengan peralatan workshop canggih sehingga dapat membuat komponen ventilator dalam waktu yang singkat sampai dengan proses perakitannya. Ventilator yang diproduksi PT YPTI telah melewati uji klinis di RS Sardjito Yogyakarta dan sedang menunggu izin edarnya.

“Workshop SMK SMTI Yogyakarta dilengkapi oleh peralatan mekanik, eletronik serta pemograman yang canggih hingga dapat membuat komponen ventilator dalam waktu singkat serta didukung oleh para guru yang telah memiliki kompetensi mekatronika yang cukup baik. Kita bisa berkerja sama untuk memproduksi ventilator ini, san pastinya ini adalah buatan dalam negeri,” jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bursa Eropa Turun karena Momentum Harapan Vaksin Memudar

Indeks Pan-European Stoxx 600 menyelesaikan perdagangan turun 0,06%.

EKONOMI | 26 November 2020

Pengguna RI Dominasi Festival Belanja UC 11.11 di Enam Negara

Pengguna di Indonesia sumbang 71% dari keseluruhan partisipan dari enam negara.

EKONOMI | 26 November 2020

Dimasa Pandemi, Omzet Halal Network International Terus Meningkat

Selama masa pandemi, HNI malah membukukan omzet yang mencapai jumlah fantastis, menyentuh angka triliunan Rupiah.

EKONOMI | 25 November 2020

Solusi untuk Milenial, APD Kembangkan Kota Podomoro Tenjo

Agung Podomoro Group (APG) sedang mengembangkan kota mandiri dan satelit baru, Kota Podomoro Tenjo yang menyediakan hunian yang cocok untuk milenial.

EKONOMI | 25 November 2020

Sandiaga Uno Optimistis Resesi Indonesia Berakhir 2021

Sandiaga Uno optimistis ketersediaan vaksin untuk mencegah Covid-19 dapat membuat ekonomi tumbuh positif pada 2021.

EKONOMI | 25 November 2020

Pengangguran Bertambah, Dow Jones dan S&P Melemah

Dow Jones melemah 0,35%, S&P 500 turun 0,19%, dan Nasdaq naik 0,2%.

EKONOMI | 25 November 2020

Investasi di Jawa Barat Paling Diminati Investor

Hingga triwulan III-2020, realisasi investasi di Jawa Barat mencapai Rp 86,3 triliun, tertinggi dibandingkan wilayah yang lain dengan persentase 14,1%.

EKONOMI | 25 November 2020

Pembangunan Rumah Murah Terdampak Pandemi

Target REI tahun 2020 untuk membangun rumah sederhana sebanyak 239.000 unit rumah, tetapi kenyataan sampai hari ini, turun hingga 40%.

EKONOMI | 25 November 2020

Industri Manufaktur Mampu Bantu RI Hadapi Pandemi

Di masa pandemi Covid-19 ini, sektor yang bisa mendorong ekonomi kita tetap tumbuh adalah manufaktur, dan sektor ini sangat tumbuh besar di kawasan industri.

EKONOMI | 25 November 2020

Jokowi Hadiri Pertemuan Virtual WEF Mengenai Indonesia

Forum ini mengangkat tema "Prioritas Indonesia pada Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi".

EKONOMI | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS