DBS Indonesia: Ditopang Aset Investor Muda, Bisnis Pengelolaan Kekayaan Prospektif
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (-1.14)   |   COMPOSITE 6258.75 (-10.28)   |   DBX 1361.34 (-0.65)   |   I-GRADE 179.18 (-0.62)   |   IDX30 502.509 (-1.33)   |   IDX80 134.874 (0.02)   |   IDXBUMN20 393.542 (-2.05)   |   IDXESGL 138.721 (0.08)   |   IDXG30 140.869 (-0.28)   |   IDXHIDIV20 444.908 (-0.07)   |   IDXQ30 144.657 (-0.05)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0.74)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (3.56)   |   IDXV30 132.413 (1.76)   |   INFOBANK15 1051.36 (-9.47)   |   Investor33 433.839 (-1.51)   |   ISSI 179.41 (0.06)   |   JII 608.801 (0.64)   |   JII70 214.954 (0.38)   |   KOMPAS100 1205.85 (-1.58)   |   LQ45 941.363 (-1.13)   |   MBX 1692.14 (-3.13)   |   MNC36 321.868 (-1.1)   |   PEFINDO25 321.871 (0)   |   SMInfra18 304.318 (3.57)   |   SRI-KEHATI 368.746 (-1.3)   |  

DBS Indonesia: Ditopang Aset Investor Muda, Bisnis Pengelolaan Kekayaan Prospektif

Rabu, 25 November 2020 | 18:38 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Bank DBS Indonesia melihat adanya potensi perkembangan kebutuhan pengelolaan kekayaan (wealth management) seiring meningkatnya aset kekayaan di Indonesia. Saat ini populasi individu berpendapatan ultra tinggi (Ultra High Net Worth Individual/UHNWI) Indonesia tertinggi kelima di dunia, jauh di atas rata-rata global dan Asia.

Berdasarkan outlook IMF, Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia diperkirakan mencapai US$ 5.000 pada 2024, sehingga lanskap wealth management Indonesia juga diprediksikan akan meningkat dalam 4-5 tahun dari sekarang, yang didorong pertumbuhan kekayaan investor muda. Indikator utama peningkatan pasar wealth management adalah jumlah investor reksa dana yang tumbuh empat kali lipat dalam tiga tahun terakhir, dari 444.945 menjadi 1.774.493 pada akhir tahun 2019.

"Peluang ini diambil Bank DBS Indonesia dengan menyediakan solusi finansial serta mengembangkan inovasi digital sebagai platform investasi yang mudah diakses," kata ujar Executive Director, Wealth Management Talent Rotation, Bank DBS Indonesia, Keng Swee dalam konferensi pers virtual Rabu (25/11/2020).

Keng mengungkapkan, hingga saat ini penduduk Indonesia cenderung mendepositokan kekayaannya dibandingkan menginvestasikan. Pandemi Covid-19 juga mendorong nasabah menyimpan kekayaannya dalam bentuk deposito dan tabungan. “Indonesia merupakan pasar yang berkembang dalam hal wealth management, namun pertumbuhannya terhambat akses nasabah terhadap investasi dan pengelolaan aset kekayaan," kata Keng.

Mengacu pada jurnal yang dirilis Hubbis September 2020 lalu, penetrasi dana kelolaam (asset under management/AUM) Indonesia hanya sekitar 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut masih tergolong rendah dibandingkan Malaysia, Thailand, dan lainnya sebesar 15-25%. "Pendapatan per kapita Indonesia saat ini US$ 4.100, agar potensi lanskap wealth management Indonesia maksimal sedangkan diperlukan pendapatan per kapita sebesar US$ 5.000," kata Keng.

Head of Sales and Distributions Consumer Banking Group, Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom menambahkan melalui priority banking DBS Treasures dan private banking DBS Treasures Private Client, Bank DBS Indonesia melakukan dua pendekatan wealth management yakni investasi dengan pilihan penempatan di dalam dan luar negeri, serta asuransi. "Rangkaian produk kami menjawab kebutuhan nasabah di setiap tahap kehidupan, mulai pengembangan kekayaan, perlindungan kesehatan, persiapan dana pensiun, legacy/warisan, dan dana pendidikan anak,” kata dia.

Untuk memperluas jangkauan investasi hingga ke luar negeri, Bank DBS Indonesia juga menawarkan berbagai produk instrumen investasi asing, termasuk investasi syariah di pasar internasional seperti Amerika Serikat (AS), Hong Kong, dan Tiongkok. Untuk beberapa bulan ke depan, Bank DBS Indonesia berencana memperluas jangkauan penempatan investasi ke India, serta dana yang fokus pada tema tertentu, seperti, dana global disruption dan perusahaan yang memenuhi kriteria lingkungan, sosial dan tata kelola (Environmental, Social, dan Governance/ESG).

Menjawab tantangan untuk mempermudah akses wealth management di kondisi sekarang ini, Bank DBS Indonesia menyediakan berbagai inovasi digital supaya nasabah dapat melakukan transaksi dan investasi di mana saja dan kapan saja. "Melalui aplikasi digibank by DBS, nasabah dapat melakukan beragam transaksi keuangan 24/7 seperti penempatan deposito dalam 12 mata uang asing, pembelian obligasi pasar primer dan sekunder, bahkan transfer dana ke dalam dan luar negeri secara real time," kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Pengembangan Kawasan Industri Perlu Perhatikan Interkoneksi

Gangguan masyarakat seperti demo yang anarkis, tekanan dari pihak-pihak tertentu, dan premanisme juga menjadi masalah berat.

EKONOMI | 25 November 2020

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC memastikan akan melanjutkan pembangunan proyek Terminal Kalibaru.

EKONOMI | 25 November 2020

Penjualan Rumah Subsidi Diperkirakan Hanya 60% dari Target

Dari target 210.000 unit rumah yang dibangun pada tahun ini, diperkirakan yang akan terserap hanya sekitar 60%.

EKONOMI | 25 November 2020

Minat Pembeli Rumah Masih Tinggi Meski Pandemi

Managing Director Lamudi.co.id Mart Polman menyatakan, masih banyak minat pembeli properti, namun trennya bergeser dari pencarian offline ke online.

EKONOMI | 25 November 2020

UU Cipta Kerja Dorong Investasi dan Pemanfaatan Ruang yang Berkelanjutan

Terdapat terobosan kebijakan penataan ruang yang ditargetkan untuk mendorong kemudahan berinvestasi dan pemanfaatan ruang yang berkelanjutan.

EKONOMI | 25 November 2020

Per November, Penyaluran Kredit PEN BTN Tembus Rp 22 Triliun

BTN berharap pengembang mampu memenuhi target pembangunan 300.000 rumah tiap tahunnya.

EKONOMI | 25 November 2020

Ini Saham-saham Pilihan Investor Asing Hari Ini

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat beli bersih investor asing sebesar Rp 524,3 miliar. Saham BBRI naik 2,86% ke Rp 4.320.

EKONOMI | 25 November 2020

Kurs Rupiah Relatif Stabil di Kisaran Rp 14.130

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Rabu (25/11/2020), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.130.

EKONOMI | 25 November 2020

2021, Industri Properti Diproyeksi Tumbuh 20%-30%

Pada 2021, industri properti diperkirakan tumbuh 20% sampai 30%.

EKONOMI | 25 November 2020

Bursa Eropa Menguat Ditopang Sentimen Vaksin dan Politik AS

Indeks Stoxx600 datar, DAX Jerman naik 0,9%, FTSE Inggris naik 0,09%, CAC Prancis naik 0,27%, FTSE MIB Italia naik 0,04%.

EKONOMI | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS