Penjualan Rumah Subsidi Diperkirakan Hanya 60% dari Target
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (-1.14)   |   COMPOSITE 6258.75 (-10.28)   |   DBX 1361.34 (-0.65)   |   I-GRADE 179.18 (-0.62)   |   IDX30 502.509 (-1.33)   |   IDX80 134.874 (0.02)   |   IDXBUMN20 393.542 (-2.05)   |   IDXESGL 138.721 (0.08)   |   IDXG30 140.869 (-0.28)   |   IDXHIDIV20 444.908 (-0.07)   |   IDXQ30 144.657 (-0.05)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0.74)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (3.56)   |   IDXV30 132.413 (1.76)   |   INFOBANK15 1051.36 (-9.47)   |   Investor33 433.839 (-1.51)   |   ISSI 179.41 (0.06)   |   JII 608.801 (0.64)   |   JII70 214.954 (0.38)   |   KOMPAS100 1205.85 (-1.58)   |   LQ45 941.363 (-1.13)   |   MBX 1692.14 (-3.13)   |   MNC36 321.868 (-1.1)   |   PEFINDO25 321.871 (0)   |   SMInfra18 304.318 (3.57)   |   SRI-KEHATI 368.746 (-1.3)   |  

Economic Outlook 2021

Penjualan Rumah Subsidi Diperkirakan Hanya 60% dari Target

Rabu, 25 November 2020 | 17:41 WIB
Oleh : Herman, Imam Muzakir / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah menyampaikan, di masa pandemi Covid-19 ini, para pengembang anggota Apersi menghadapi tekanan yang cukup berat.

Dari target 210.000 unit rumah yang dibangun pada tahun ini, diperkirakan yang akan terserap hanya sekitar 60%. Anggota Apersi sendiri saat ini fokus pada pembangunan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah atau rumah-rumah subsidi.

“Banyak pengembang yang mengalami kegagalan di dalam pengelolaan perumahan. Sehingga teman-teman membutuhkan insentif dan stimulus dari pemerintah. Apalagi kita adalah pengembang rumah yang fokus pada rumah subsidi, sehingga kita perlu perhatian baik dasi konsumen maupun pengembang,” kata Junaidi Abdillah dalam acara Economic Outlook 2021 sesi “Membangkitkan Industri Properti” yang terselenggara atas kerja sama Berita Satu Media Holdings dengan PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk, Rabu (25/11/2020).

Dari sisi konsumen, Junaidi mengatakan konsumen rumah subsidi membutuhkan banyak hal dari sisi kemudahan proses hingga stimulan pendapatan. Sedangkan dari sisi pengembang, perlu ada penyelamatan dari sisi kemampuan produksi atau membangun.

“Para pengembang saat ini membutuhkan perhatian dari para mitra kerja, baik dari sisi pembiayaan, perizinan, pajak, dan kemudahan lainnya,” kata Junaidi.

Junaidi berharap akan ada perbaikan di tahun 2021. Ia juga menaruh harapan yang besar pada UU Cipta Kerja yang saat ini dalam proses penyusunan aturan pelaksananya.

“Kita berharap akan ada percepatan dan memotong birokrasi dari sisi proses. Kita berharap UU Cipta kerja ini segera dilaksanakan, sehingga teman-teman bisa eksekusi lebih cepat lagi dan turut serta dalam percepatan penyediaan perumahan,” kata Junaidi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Minat Pembeli Rumah Masih Tinggi Meski Pandemi

Managing Director Lamudi.co.id Mart Polman menyatakan, masih banyak minat pembeli properti, namun trennya bergeser dari pencarian offline ke online.

EKONOMI | 25 November 2020

UU Cipta Kerja Dorong Investasi dan Pemanfaatan Ruang yang Berkelanjutan

Terdapat terobosan kebijakan penataan ruang yang ditargetkan untuk mendorong kemudahan berinvestasi dan pemanfaatan ruang yang berkelanjutan.

EKONOMI | 25 November 2020

Per November, Penyaluran Kredit PEN BTN Tembus Rp 22 Triliun

BTN berharap pengembang mampu memenuhi target pembangunan 300.000 rumah tiap tahunnya.

EKONOMI | 25 November 2020

Ini Saham-saham Pilihan Investor Asing Hari Ini

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat beli bersih investor asing sebesar Rp 524,3 miliar. Saham BBRI naik 2,86% ke Rp 4.320.

EKONOMI | 25 November 2020

Kurs Rupiah Relatif Stabil di Kisaran Rp 14.130

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Rabu (25/11/2020), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.130.

EKONOMI | 25 November 2020

2021, Industri Properti Diproyeksi Tumbuh 20%-30%

Pada 2021, industri properti diperkirakan tumbuh 20% sampai 30%.

EKONOMI | 25 November 2020

Bursa Eropa Menguat Ditopang Sentimen Vaksin dan Politik AS

Indeks Stoxx600 datar, DAX Jerman naik 0,9%, FTSE Inggris naik 0,09%, CAC Prancis naik 0,27%, FTSE MIB Italia naik 0,04%.

EKONOMI | 25 November 2020

Bursa Asia Ditutup Beragam

Nikkei 225 Tokyo naik 0,5%, indeks komposit Shanghai turun 1,19%, Hang Seng Hong Kong naik 0,19%, ASX 200 Australia naik 0,59%, Kospi turun 0,62%.

EKONOMI | 25 November 2020

BRI Ventures Raih Rp 150 Miliar untuk Dana Ventura Sembrani Nusantara

Investasi yang diperoleh berasal dari beberapa investor, termasuk Grab Holdings Inc, Celebes Capital, Investree, Fazz Financial Group dan Pandu Patria Sjahrir.

EKONOMI | 25 November 2020

Penjualan Properti di Atas Rp 500 Juta Meningkat

Pada kuartal III-2020, penjualan properti dengan harga di bawah Rp 500 juta mengalami penurunan, sementara di atas Rp 500 juta meningkat.

EKONOMI | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS