Per November, Penyaluran Kredit PEN BTN Tembus Rp 22 Triliun
INDEX

BISNIS-27 548.602 (-3.13)   |   COMPOSITE 6429.76 (-15.87)   |   DBX 1210.46 (11.26)   |   I-GRADE 190.638 (-1.65)   |   IDX30 545.485 (-2.49)   |   IDX80 146.318 (-0.39)   |   IDXBUMN20 442.834 (-4.13)   |   IDXESGL 150.48 (-0.37)   |   IDXG30 147.901 (0.18)   |   IDXHIDIV20 478.779 (-1.35)   |   IDXQ30 155.036 (-1.18)   |   IDXSMC-COM 294.681 (-0.93)   |   IDXSMC-LIQ 376.202 (-2.63)   |   IDXV30 149.629 (-0.27)   |   INFOBANK15 1097.88 (-13.34)   |   Investor33 466.613 (-2.11)   |   ISSI 189.631 (-0.56)   |   JII 670.82 (-2.11)   |   JII70 234.975 (-1.14)   |   KOMPAS100 1301.99 (-5.65)   |   LQ45 1014.85 (-3.65)   |   MBX 1779.94 (-7.55)   |   MNC36 344.694 (-1.75)   |   PEFINDO25 341.155 (-4.29)   |   SMInfra18 331.858 (0.18)   |   SRI-KEHATI 398.709 (-1.89)   |  

Economic Outlook 2021

Per November, Penyaluran Kredit PEN BTN Tembus Rp 22 Triliun

Rabu, 25 November 2020 | 17:29 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) optimistis sektor properti akan bertumbuh lebih masif pada tahun 2021. Terkait rumah subsidi, BTN pun berharap pengembang mampu memenuhi target pembangunan 300.000 rumah tiap tahunnya. Pasalnya, di tahun depan, pemerintah menargetkan penyaluran subsidi dengan skema 1,5 juta unit atau 300.000 per tahunnya.

Direktur Consumer and Commercial Lending BTN Hirwandi Gafar menuturkan, tahun 2021 sektor properti memiliki peluang dalam percepatan pemulihan perekonomian nasional seiring prospek perekonomian nasional. Pertumbuhan properti menurutnya memiliki kontribusi yang positif terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan nilai PDB.

“Kalau satu rumah rata-rata dibangun oleh lima pekerja, kalau 100.000 unit rumah dibangun menggerakkan 500.000 pekerja. Kalau 300.000 tiap tahun kita salurkan berarti kita memberikan pekerjaan bagi 1,5 juta orang dalam satu tahun,” katanya dalam Economic Outlook 2021: Membangkitkan Industri Properti yang diselenggarakan Berita Satu Media Holdings (BSMH) bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk secara daring di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Sektor properti diakuinya memegang peranan penting untuk mendorong pemulihan ekonomi. Pasalnya, selain padat karya, sektor ini juga padat modal, produk lokal di mana 99% bahan bangunan yang digunakan dalam konstruksi bersumber dari produk lokal, dan sumber penerimaan negara. Sebab, dari tiap unit rumah yang terjual pemerintah mendapatkan penerimaan negara dalam bentuk pajak PPH, PPN, BBN, PBB, dan BPHTB. Selain itu, juga didukung oleh lebih dari 7.000 pengembang yang berperan dalam penyediaan suplai perumahan.

Untuk itu, BTN terus berkomitmen untuk mendukung pembangunan perumahan nasional. Salah satunya dengan penyesuaian suku bunga kredit yang sekarang dalam tren penurunan. “Kedepan suku bunga akan turun lagi, sehingga masyarakat bisa dapatkan kreditnya yang jauh lebih murah,” ucap Hirwandi.

Di tahun depan, pihaknya juga optimistis bahwa program Sejuta Rumah juga akan kembali bergerak. Program yang berjalan sejak 29 April 2015 hingga tahun 2019 mengalami pertumbuhan yang pesat. Namun, terkendala di tahun 2020 akibat pandemi Covid. Adapun, hingga Oktober 2020 realisasi program Sejuta Rumah baru mencapai 668.000 unit, padahal di tahun 2019 menyentuh 1,25 juta unit. “Sejak Maret 2020 terjadi penurunan kredit signifikan, tapi mulai Juni, Juli, September terus naik,” katanya.

Soal realisasi dana program pemulihan ekonomi nasional (PEN), BTN mencatat, hingga 1 November 2020 realisasi penyaluran dana senilai Rp 22 triliun. Perseroan memberikan kredit tersebut kepada 67.000 debitur.

Adapun, pada tahap pertama BTN memperoleh penempatan dana berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 70 Tahun 2020 sebesar Rp 5 triliun. Setelah itu, pemerintah melakukan penempatan dana tahap kedua, di mana perseroan kembali mendapat jatah Rp 5 triliun untuk disalurkan hingga akhir tahun ini.

“Sampai Oktober sudah 67.000 debitur dengan nominal Rp 22 triliun dan November Desember ini bisa tercapai Rp 30 triliun. Ini lebih banyak disalurkan ke sektor perumahan. Dalam 67.000 debitur, 85% ada di sektor perumahan, yang terbanyak dari KPR subsidi Rp 6,62 triliun, KPR non subsidi Rp 4,53 triliun dan kredit komersial Rp 6,86 triliun,” sebut Hirwandi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Saham-saham Pilihan Investor Asing Hari Ini

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat beli bersih investor asing sebesar Rp 524,3 miliar. Saham BBRI naik 2,86% ke Rp 4.320.

EKONOMI | 25 November 2020

Kurs Rupiah Relatif Stabil di Kisaran Rp 14.130

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Rabu (25/11/2020), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.130.

EKONOMI | 25 November 2020

2021, Industri Properti Diproyeksi Tumbuh 20%-30%

Pada 2021, industri properti diperkirakan tumbuh 20% sampai 30%.

EKONOMI | 25 November 2020

Bursa Eropa Menguat Ditopang Sentimen Vaksin dan Politik AS

Indeks Stoxx600 datar, DAX Jerman naik 0,9%, FTSE Inggris naik 0,09%, CAC Prancis naik 0,27%, FTSE MIB Italia naik 0,04%.

EKONOMI | 25 November 2020

Bursa Asia Ditutup Beragam

Nikkei 225 Tokyo naik 0,5%, indeks komposit Shanghai turun 1,19%, Hang Seng Hong Kong naik 0,19%, ASX 200 Australia naik 0,59%, Kospi turun 0,62%.

EKONOMI | 25 November 2020

BRI Ventures Raih Rp 150 Miliar untuk Dana Ventura Sembrani Nusantara

Investasi yang diperoleh berasal dari beberapa investor, termasuk Grab Holdings Inc, Celebes Capital, Investree, Fazz Financial Group dan Pandu Patria Sjahrir.

EKONOMI | 25 November 2020

Penjualan Properti di Atas Rp 500 Juta Meningkat

Pada kuartal III-2020, penjualan properti dengan harga di bawah Rp 500 juta mengalami penurunan, sementara di atas Rp 500 juta meningkat.

EKONOMI | 25 November 2020

IHSG Berbalik Melemah pada Penutupan Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,38% ke kisaran 5.679,25 pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (25/11/2020).

EKONOMI | 25 November 2020

Permintaan Sarung Tangan Tinggi, Mark Bidik Kenaikan Laba 66% di 2021

Dalam 10 tahun terakhir, tren permintaan sarung tangan konsisten bertumbuh 10%-12% per tahun.

EKONOMI | 25 November 2020

Topang Perekonomian, OCBC NISP Berdayakan Pengusaha Perempuan

Mayoritas usaha mikro kecil menengah (UMKM) dijalankan perempuan.

EKONOMI | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS