Dorong Kredit, Anggaran Perlindungan Sosial 2021 Jangan Diturunkan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Dorong Kredit, Anggaran Perlindungan Sosial 2021 Jangan Diturunkan

Rabu, 25 November 2020 | 12:48 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Untuk mendorong pertumbuhan kredit 2021, pengamat perbankan dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengusulkan agar dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di 2021 tidak dikurangi, khususnya terkait program perlindungan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Seperti Diketahui, alokasi dana untuk Penanganan Covid-19 dan PEN di 2020 sebesar Rp 695,2 triliun, dan di 2021 turun menjadi Rp 356,4 triliun. Khusus untuk program perlindungan sosial, anggarannya juga turun dari Rp 234,33 triliun di 2020 menjadi Rp 110,2 triliun di 2021.

“Bank itu follow the trade, follow the business. Kalau tidak ada bisnis dan perdagangan, bagaimana bank bisa menyalurkan kredit? Sehingga menurut saya dana PEN ini yang BLT tetap Rp 200 triliun di 2021, jangan diturunkan jadi Rp 100 triliun. Ini salah satunya untuk mendorong daya beli, yang nanti ujung-ujungnya akan meningkatkan kredit perbankan,” kata Aviliani dalam acara Economic Outlook 2021 sesi “Geliat Industri Perbankan 2021” yang terselenggara atas kerja sama Berita Satu Media Holdings dengan PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Rabu (25/11/2020).

Terkait UMKM, Aviliani melihat meskipun saat ini kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia sudah mencapai 60%, tetapi UMKM lebih banyak bermain di sektor perdagangan dibandingkan menjadi bagian dari supply chain.

“Kalau kita mau mengangkat UMKM dan juga perusahaan secara bersama-sama, mungkin supply chain ini harus dikembangkan di tahun depan. Dua-duanya juga dikasih insentif, baik itu UMKM yang bermitra dengan perusahaan maupun perusahaan yang mau bermitra dengan UKM. Ini penting supaya kita bisa terus menciptakan nilai tambah, sehingga sektor riill bisa berkembang lebih cepat,” kata Aviliani.

Ia melihat ada potensi baru dalam menumbuhkan kredit perbankan, yaitu di sektor pariwisata. Apalagi sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai dilonggarkan. Adapun yang pertama didatangi masyarakat adalah tempat pariwisata. “Pemerintah memang sudah menganggarkan dana untuk pariwisata, tetapi itu hanya untuk 10 destinasi saja. Menurut saya, kalau perlu dilombakan saja. Siapa yang bisa meningkatkan destinasinya, itu yang diberi hibah,” ujarnya.

Aviliani menyoroti berbagai program untuk mendorong financial inclusion. Sayangnya belum mampu mendongkrak persentasenya yang saat ini baru 48%. Padahal di negara lain sudah mencapai antara 80% hingga 90%.

Disampaikan Aviliani, dalam melakukan credit scoring, perbankan dan juga perusahaan fintech selama ini menggunakan data transaksi yang sudah terjadi. Padahal banyak masyarakat yang hingga saat ini belum mendapatkan akses ke layanan perbankan. “Di sini tujuannya adalah bagaimana sekarang ini credit scoring supaya ada governance-nya dan kemudian data terkait UU Perlindungan Data Pribadi harus dipercepat. Jadi Dukcapil dan data yang berkaitan dengan pelayanan publik harusnya boleh diberikan kepada lembaga kredit scoring, sehingga akan ditemukan data sebenarnya dari penduduk Indonesia,” paparnya.

Aviliani memproyeksikan pertumbuhan kredit di 2021 berkisar antara 3% hingga 3,5%. Beberapa sektor yang dinilai bisa mendorong pertumbuhan kredit antara lain sektor pertanian dan perkebunan, serta makanan dan minuman. “Kalau OJK prediksinya sekitar 5%, kalau saya melihatnya dalam kondisi vaksin itu belum 50% diberikan kepada masyarakat, mungkin kredit bisa tumbuh sekitar 3% sampai 3,5% di tahun depan,” kata Aviliani.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terbesar Sepanjang Sejarah, Restrukturisasi di Perbankan Capai Rp 934,8 T

OJK menilai banyak para debitur yang membutuhkan waktu untuk bangkit kembali.

EKONOMI | 25 November 2020

Progres Pembangunan Jalan Sirkuit Mandalika Capai 32,50%

PTPP menggarap sirkuit jalan raya Mandalika dengan nilai kontrak Rp 899 miliar dan ditargetkan rampung pertengahan tahun 2021

EKONOMI | 25 November 2020

Mayoritas Bursa Asia Siang Ini di Menguat

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 274,0 (1,05%) mencapai 26.439 poin.

EKONOMI | 25 November 2020

Belanja Pemerintah Jadi Roda Penggerak Ekonomi 2021

Lakukan lelang sedini mungkin di bulan Desember ini.

EKONOMI | 25 November 2020

Sesi Siang, IHSG Naik 13 Poin ke Posisi 5.714

Sebanyak 219 saham naik, 211 saham melemah dan 178 saham stagnan.

EKONOMI | 25 November 2020

Pusat Dorong Sinergi Pemda dan BP Tapera Sediakan Lahan Rumah Bagi ASN

BP Tapera mengelola uang tabungan nasabahnya dengan mengacu kepada 12 asas.

EKONOMI | 25 November 2020

Jokowi Serahkan DIPA, Transfer ke Daerah dan Dana Desa 2021

APBN 2021 akan fokus pada empat hal utama.

EKONOMI | 25 November 2020

Benarkah Permen 12/2020 Membuat Menteri Edhy Prabowo Ditangkap KPK?​​

Ekspor benih lobster harus dilakukan melalui bandara yang telah ditetapkan

NASIONAL | 25 November 2020

Emas Antam Turun ke Rp 953.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 446,820 juta.

EKONOMI | 25 November 2020

Awali Sesi, Rupiah Mendatar di Tengah Penguatan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.145-Rp 14.155 per dolar AS.

EKONOMI | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS