Terbesar Sepanjang Sejarah, Restrukturisasi di Perbankan Capai Rp 934,8 T
Logo BeritaSatu

Terbesar Sepanjang Sejarah, Restrukturisasi di Perbankan Capai Rp 934,8 T

Rabu, 25 November 2020 | 12:40 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan restrukturisasi kredit di perbankan hingga 2 November 2020 sebesar Rp 934,8 triliun, atau terbesar sepanjang sejarah. Sebagian besar restrukturisasi itu diberikan kepada pelaku UMKM, meski secara nominal baki debet lebih rendah.

Direktur Eksekutif - Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto menjabarkan keringanan pembayaran kredit mayoritas atau 77% diberikan kepada 5,85 juta pelaku UMKM. Kemudian, pelaku non-UMKM sebanyak 1,70 juta orang atau 23%. Dari segi nominal, restrukturisasi kredit pelaku UMKM sebesar Rp 371,12 triliun. Sementara non-UMKM sebesar Rp 563,69 triliun. Di mana, 101 bank telah melakukan implementasi restrukturisasi kredit.

“Ini tercatat sebagai restrukturisasi terbesar sepanjang sejarah perbankan kita Rp 934 triliun. Ini sharing pain yang luar biasa dari perbankan. Bank juga mau sacrifice,” ujar Anung dalam Economic Outlook 2021: Geliat Industri Perbankan 2021 yang diselenggarakan Berita Satu Media Holdings (BSMH) bekerjasama dengan PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk secara daring di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

OJK menilai, berdasarkan observasi, banyak para debitur yang membutuhkan waktu untuk bangkit kembali. Untuk itu, OJK memperpanjang POJK Nomor 11/2020 terkait kebijakan restrukturisasi kredit selama satu tahun hingga Maret 2022. Sebelumnya, keringanan itu hanya berlaku Maret 2021.

Lebih lanjut, Anung mengingatkan perbankan untuk bijak melihat debitur mana yang eligible untuk perpanjangan dan mana yang tidak, sehingga pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) harus disesuaikan. Saat jadwal pembagian dividen kepada pemegang saham, dia menyarankan agar menghitung seberapa besar CKPN dan kecukupan modalnya untuk menopang pertumbuhan berikutnya seiring pemulihan di sektor riil

“Likuiditas sangat ample, ada ekspansi pemerintah, ekspansi fiskal, ekspansi moneter dan penurunan suku bunga Bank Indonesia yang sangat menopang likuiditas perbankan. Tetapi dengan LDR (loan to deposit ratio) di angka 80%-an untuk kembali ke 92%, seberapa besar kemampuan bank untuk menopang itu juga jadi pertanyaan kunci,” kata Anung.

Dia mengatakan, pertumbuhan kredit tergantung pada tiga faktor, yakni demand, risk appetite, dan ketersediaan loanable funds. Pada akhir tahun depan, OJK memprediksi pertumbuhan kredit 1%-4% secara konservatif. “Tergantung seberapa cepat sektor riil tumbuh dan engine growth-nya di sektor BUMN,” imbuhnya,



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Progres Pembangunan Jalan Sirkuit Mandalika Capai 32,50%

PTPP menggarap sirkuit jalan raya Mandalika dengan nilai kontrak Rp 899 miliar dan ditargetkan rampung pertengahan tahun 2021

EKONOMI | 25 November 2020

Mayoritas Bursa Asia Siang Ini di Menguat

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 274,0 (1,05%) mencapai 26.439 poin.

EKONOMI | 25 November 2020

Belanja Pemerintah Jadi Roda Penggerak Ekonomi 2021

Lakukan lelang sedini mungkin di bulan Desember ini.

EKONOMI | 25 November 2020

Sesi Siang, IHSG Naik 13 Poin ke Posisi 5.714

Sebanyak 219 saham naik, 211 saham melemah dan 178 saham stagnan.

EKONOMI | 25 November 2020

Pusat Dorong Sinergi Pemda dan BP Tapera Sediakan Lahan Rumah Bagi ASN

BP Tapera mengelola uang tabungan nasabahnya dengan mengacu kepada 12 asas.

EKONOMI | 25 November 2020

Jokowi Serahkan DIPA, Transfer ke Daerah dan Dana Desa 2021

APBN 2021 akan fokus pada empat hal utama.

EKONOMI | 25 November 2020

Benarkah Permen 12/2020 Membuat Menteri Edhy Prabowo Ditangkap KPK?​​

Ekspor benih lobster harus dilakukan melalui bandara yang telah ditetapkan

NASIONAL | 25 November 2020

Emas Antam Turun ke Rp 953.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 446,820 juta.

EKONOMI | 25 November 2020

Awali Sesi, Rupiah Mendatar di Tengah Penguatan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.145-Rp 14.155 per dolar AS.

EKONOMI | 25 November 2020

Awali Sesi, IHSG Melesat ke Zona Hijau

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan naik 59,8 poin (1,04%) menjadi 5.758.

EKONOMI | 25 November 2020


TAG POPULER

# Pembelajaran Tatap Muka


# Anggaran Covid-19


# Edhy Prabowo


# Ayu Dyah Andari


# Anggota Brimob Tewas



TERKINI

Orang Indonesia Hanya Kekurangan Bahan Bacaan, bukan Malas Membaca

NASIONAL | 5 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS