Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hilang 900 Poin, Dow Terburuk Sejak Juni Akibat Meningkatnya Covid-19

Kamis, 29 Oktober 2020 | 05:43 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street turun tajam pada perdagangan Rabu (29/10/2020) di tengah kekhawatiran peningkatan infeksi virus corona dan dampaknya terhadap ekonomi global.

Dow Jones Industrial Average turun 943,24 poin, atau 3,4% menjadi 26.519,95, membukukan sesi negatif hari keempat berturut-turut. S&P 500 turun 3,5% atau 119,65 poin, menjadi 3.271,03, sedangkan Nasdaq Composite turun 3,7%, atau 426,48 poin, menjadi 11.004,87. Dow dan S&P 500 mengalami hari terburuk sejak 11 Juni.

Indeks bursa AS sejalan dengan bursa Eropa. Indeks Dax Jerman turun 4,2% ke level terendah sejak akhir Mei. CAC 40 Prancis ambles 3,4% dan FTSE 100 di London ditutup hilang 2,6%.

Kasus Covid-19 di AS meningkat mencatat rekor rata-rata harian 71.832 selama seminggu terakhir, menurut data Universitas Johns Hopkins. Sementara kapasitas rawat inap naik 5% di banyak negara bagian, menurut data Proyek Pelacakan Covid. Kasus juga meningkat tajam di seluruh Eropa.

Peningkatan kasus Covid baru-baru ini menyebabkan beberapa negara akan menerapkan kembali lockdown dan jarak sosial. Di AS, negara bagian Illinois memerintahkan Chicago menutup tempat makan dalam ruangan.

Di Eropa, pejabat Jerman menyetujui penguncian sebagian selama empat minggu, sementara pemerintah Prancis memberlakukan pembatasan nasional hingga 1 Desember.

“Saya pikir akan ada seruan untuk penguncian seperti yang telah kita lihat di Chicago,” kata Jim Cramer dari CNBC, Rabu.

Saham yang terkena dampak paling parah akibat lockdown memimpin penurunan pada Rabu. Saham United Airlines turun 4,6%, Royal Caribbean kehilangan 7,4%. Adapun Norwegian Cruise Line dan Carnival masing-masing turun 9,1% dan 10,6%.

30 saham unggulan di Dow Jones telah jatuh 6,4% minggu ini, penurunan mingguan terbesar sejak Maret. S&P 500 ambles 5,6% menuju minggu terburuk sejak Maret. Nasdaq turun 4,7% minggu ini.

Microsoft melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan karena penjualan dari bisnis cloud tumbuh. Namun sahamnya turun 5%.

Boeing melaporkan kerugian kuartalan yang lebih sedikit dari yang diperkirakan. Perusahaan berencana memangkas ribuan pekerjaan hingga 2021 karena menyesuaikan turunya permintaan perjalanan udara. Saham Boeing turun 4,6%.

Saham General Electric naik 4,5% Rabu setelah perusahaan melaporkan pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan di kuartal ketiga.

First Solar juga membukukan angka kuartalan yang mengalahkan ekspektasi analis, mengirimkan sahamnya naik lebih dari 13%.

“Secara umum, musim laba datang lebih baik dari yang diharapkan,” kata Direktur Strategi Portofolio Verdence Capital Advisors, Megan Horneman.



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bursa Eropa Jatuh karena Rencana Lockdown Jerman dan Prancis

Indeks DAX bluechip Jerman memimpin aksi jual, turun 4,4%, sementara CAC Prancis jatuh 3,7%.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Kemperin Dorong Pengembangan Industri Recycle Baterai Kendararaan Listrik

Kemperin dorong nilai tambah industri daur ulang.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Studi Banding Antar Desa Diharapkan Mampu Percepat Pembangunan Desa

Mendes PDTT hadiri studi banding antar desa di Bantul, DIY.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

UU Cipta Kerja Buka Ruang Konsolidasi Data Tunggal KUMKM

UU Cipta Kerja buka ruang bagi pemerintah untuk konsolidasi data tunggal mengenai koperasi dan UMKM.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Sandiaga Uno Dukung Pengembangan Budi Daya Ayam

Dengan adanya kolaborasi lewat nota kesepahaman yang bertajuk Satu Juta Ayam tersebut, akan melibatkan pengusaha di berbagai daerah mulai dari hulu ke hilir.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

50 Bank Nasional Masuk Jajaran Iconomics Top Banks Award 2020

Iconomics merilis daftar 50 bank nasional yang masuk dalam jajaran Iconomics Top Bank Award 2020.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Tiga Hal yang Patut Disiapkan di Era Cashless Society

Cashless Society adalah sebutan untuk masyarakat atau komunitas yang lebih banyak menggunakan transaksi non-tunai dalam keagiatan ekonomi sehari–harinya.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Pemerintah Dorong Substitusi Impor Bahan Baku Baterai Kendararaan Listrik

Diperlukan upaya memanfaatkan sumber daya alam (SDA) untuk substitusi impor komponen baterai.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Sinergi Indonesia-Korsel Diharapkan Terus Berlanjut

Kolaborasi komprehensif yang dijalin oleh kedua negara ditujukan untuk memacu perekonomian yang saling menguntungkan.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Kasus Covid-19 Tembus Rekor, Wall Street Anjlok di Pembukaan

Dow Jones Industrial Average turun 2,1%, S&P 500 turun 1,8%, dan Nasdaq turun 1,7%.

EKONOMI | 28 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS