Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemerintah Dorong Substitusi Impor Bahan Baku Baterai Kendararaan Listrik

Rabu, 28 Oktober 2020 | 21:28 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pengembangan teknologi baterai dalam negeri untuk mendukung industri kendaraan listrik masih terkendala penyediaan bahan baku mineral lithium. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemperin) mendorong proses recovery lithium dari recycle baterai bekas, sebagai upaya substitusi impor yang ditunjang hilirisasi industri.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, yang mendorong industri penghasil substitusi impor. Kemperin telah memetakan sektor-sektor yang perlu dipacu terkait substitusi impor di antaranya industri mesin, kimia, logam, elektronik, dan kendaraan bermotor.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemperin Doddy Rahadi mengatakan, dampak positif substitusi impor di sektor industri yakni penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan belanja dalam negeri dengan semakin bertambahnya tingkat komponen dalam negeri (TKDN) serta peningkatan ekspor dengan pendalaman struktur industri. "Dengan menghasilkan komponen subsitusi impor, kita tidak lagi bergantung pada negara lain," kata Doddy dalam webinar bertema "Peluang dan Tantangan Industri Recycling Limbah B3 (Baterai Kendaraan Listrik) yang diselenggarakan BPPI melalui unit satuan kerjanya Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang dalam keterangan yang diterima Rabu (28/10/2020).

Doddy menambahkan strategi pemerintah mendorong baterai kendaraan listrik dalam negeri dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai salah satu pemain utama komponen kendaraan listrik. Diperlukan upaya memanfaatkan sumber daya alam (SDA) untuk substitusi impor komponen baterai. "Hal ini merupakan tantangan bagi akademisi, pelaku industri, pemerintah, peneliti, perekayasa serta asosiasi," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemperin, Gati Wibawaningsih menyampaikan dengan teknokogi yang tepat, industri recycle akan efisien. Selain itu, menjadi jawaban memperkuat ekosistem industri dan ekonomi sirkular, termasuk untuk baterai bekas kendaraan bermotor listrik.

Director dan External Affairs PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, Tri Wahono Brotosanjoyo mengungkapkan guna mengatasi ketiadaan bahan baku mineral lithium, perlu ada proses recovery lithium dari recycle baterai bekas. Dengan inovasi tersebut, Indonesia dapat memiliki cadangan lithium meski tidak memiliki tambang lithium dari alam. "Upaya ini juga salah satu bentuk circular economy di bidang energi, khususnya pada kendaraan bermotor listrik,"" ungkapnya.

Saat ini sudah ada perusahaan recycle baterai yaitu PT Indonesia Puqing Recycling Technology. General Manager PT Indonesia Puqing Recycling Technology Li Liang, menyampaikan perusahaannya telah memiliki teknologi recycle baterai kendaraan listrik. PT Indonesia Puqing Recycling telah mendirikan pabrik di Morowali, Sulawesi Tengah, dan siap menerapkan teknologi untuk memproduksi baterai melalui proses recycle dari baterai bekas. Namun untuk menjalankan produksi masih terkendala dengan perizinan, mengingat baterai bekas tergolong ke dalam limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3).

Recycling limbah baterai kendaraan motor listrik berkontribusi meningkatkan pendapatan ekonomi, penerapan standar pengolahan, pengembangan teknologi dalam bidang recycle, serta meningkatkan ketersediaan bahan baku bagi industri baterai kendaraan motor listrik. "Industri recycle baterai saat ini harus mengimpor bahan bakunya, karena baterai lithium bekas di dalam negeri tidak mencukupi. Untuk itu kami memerlukan izin impor karena baterai bekas tergolong jenis limbah B3," kata Li Liang.

Terkait permasalahan limbah B3 pada industri, Kepala BBTPPI, Ali Murtopo Simbolon, menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengelolaan limbah baterai dalam rangka menyongsong era kendaraan listrik. "Kita dapat memetakan tata kelola baterai bekas di Indonesia dalam menciptakan ekosistem industri kendaraan bermotor listrik dengan memperhitungkan nilai keekonomian," kata dia.

Di samping itu, perlu melihat best practise internasional dalam pengelolaan baterai bekas untuk selanjutnya dipertimbangkan diterapkan di Indonesia. Selanjutnya menyusun kajian akademik sebagai masukan untuk regulasi yang dibutuhkan dalam pengelolaan baterai bekas tersebut. "Untuk itu diperlukan kolaborasi dengan para stakeholder industri," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sinergi Indonesia-Korsel Diharapkan Terus Berlanjut

Kolaborasi komprehensif yang dijalin oleh kedua negara ditujukan untuk memacu perekonomian yang saling menguntungkan.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Kasus Covid-19 Tembus Rekor, Wall Street Anjlok di Pembukaan

Dow Jones Industrial Average turun 2,1%, S&P 500 turun 1,8%, dan Nasdaq turun 1,7%.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Wacana Merger Inka-KAI Perlu Dikaji Mendalam

"Mungkin tujuannya benar tetapi menurut saya tidak tepat. Masa manufacturer digabung dengan operator?" kata Hendrowijono.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Menuju Indonesia Maju, Ekonomi dan Keuangan Syariah Terus Diakselerasi

Pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan ekonomi syariah melalui pembentukan ekosistem industri halal dan penyederhanaan regulasi.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Jokowi Harap ISEF 2020 Jadi Momentum Pengembangan Ekonomi Syariah

“Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia harus menangkap peluang ini. sekali harus menangkap peluang ini,” ujar Jokowi.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Serah Terima Unit The Newton 1 Patuhi Protokol Kesehatan

Ciputra Group mulai melakukan serah terima unit apartemen The Newton 1, yang merupakan salah satu tower dari pengembangan kawasan Ciputra World 2 Jakarta.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Jokowi Prihatin Industri Halal Belum Dimanfaatkan dengan Baik

Menurut Jokowi, negara Indonesia punya banyak produk halal unggulan, produk makanan kosmetik juga fashion.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Industri Hospitality Mulai Membaik, Okupansi OYO Naik 70%

Tingkat okupansi hotel Oyo meningkat 70%, namun, peningkatan tersebut masih di angka 60% dari tingkat okupansi normal sebelum pandemi.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Jokowi Ingin Bangun Bank Syariah Raksasa

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan keinginan untuk membangun sebuah bank syariah raksasa di Indonesia.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Smarties Indonesia 2020, MMA Umumkan Kategori “Winning from Home”

Smarties Indonesia Awards 2020 mengikutsertakan kategori tambahan -#WinningFromHome bagi ide-ide menarik yang dikembangkan dan dieksekusi.

EKONOMI | 28 Oktober 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS