Indef: Kenaikan CHT Saat Pandemi Tak Beralasan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.203 (12.46)   |   COMPOSITE 6241.8 (96.72)   |   DBX 1333.51 (-4.33)   |   I-GRADE 179.858 (4.62)   |   IDX30 503.524 (12.19)   |   IDX80 135.789 (3.05)   |   IDXBUMN20 398.467 (11.15)   |   IDXESGL 139.553 (2.87)   |   IDXG30 143.497 (2.32)   |   IDXHIDIV20 443.737 (10.85)   |   IDXQ30 144.387 (3.38)   |   IDXSMC-COM 295.459 (3.14)   |   IDXSMC-LIQ 360.139 (5.51)   |   IDXV30 133.969 (2.79)   |   INFOBANK15 1035.98 (42.34)   |   Investor33 433.033 (11.5)   |   ISSI 183.362 (0.39)   |   JII 631.454 (-0.28)   |   JII70 222.641 (0.54)   |   KOMPAS100 1216.23 (23.8)   |   LQ45 944.747 (22.97)   |   MBX 1692.89 (31.73)   |   MNC36 320.866 (7.93)   |   PEFINDO25 330.28 (-1.79)   |   SMInfra18 307.272 (6.07)   |   SRI-KEHATI 367.359 (11)   |  

Indef: Kenaikan CHT Saat Pandemi Tak Beralasan

Kamis, 22 Oktober 2020 | 20:40 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menyatakan rencana kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) sebesar 17% tidak memiliki argumentasi yang kuat karena melanggar formula kenaikan harga komoditas.

Formula yang dimaksud adalah rumus kenaikan harga komoditas yakni menambahkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Ketidaksesuaian terjadi karena rencana kenaikan tarif CHT muncul di tengah deflasi dan negatifnya pertumbuhan ekonomi.

“Secara formulasi dan reasoning itu tidak ada argumentasi untuk dinaikkan cukainya,” kata Enny dalam keterangan tertulis di Jakarta (22/10/2020).

Secara historis, biasanya kenaikan tarif cukai memang terjadi tiap tahun. Namun, kenaikan tersebut terjadi saat situasi ekonomi normal. Sementara, saat ini pandemi Covid-19 menurunkan daya beli dan pendapatan masyarakat sekaligus.

Seperti diketahui sebelumnya, beredar kabar di media massa bahwa cukai rokok akan naik dengan rentang 17 – 19%. Sejumlah kalangan seperti asosiasi di industri rokok menolak rencana kenaikan tersebut.

Enny menilai, rencana kenaikan tarif cukai tahun ini akan berimplikasi besar pada kerugian banyak pihak, baik konsumen, petani, industri, dan negara secara ekonomi maupun kesehatan. Pemerintah justru akan kehilangan aspek kemanfaatan dari kenaikan cukai itu sendiri.

Pertama, konsekuensi nyata dari kenaikan tarif cukai adalah potensi gempuran rokok ilegal. Menurutnya, kenaikan tarif CHT secara tidak langsung memberikan ruang bagi rokok ilegal. Karena pemerintah berencana menaikkan tarif CHT di tengah kondisi daya beli masyarakat yang lemah.

“Insentif untuk rokok ilegal jadi tinggi, karena biaya rokok itu 78% untuk regulasi, masuknya ke penerimaan negara. Rokok ilegal kan nggak bayar itu, maka akan sangat murah sekali harganya. Sesederhana itu,” tambah Enny.

Kedua, kenaikan cukai akan mengganggu keberlangsungan ekosistem industri hasil tembakau (IHT). Dalam hal ini, bukan hanya industri rokok yang dirugikan, tetapi dari hulu ke hilir, mulai dari petani tembakau sampai konsumen akhir.

“Yang jelas, kalau cukainya naik, harga tembakau petani akan makin ditekan, petani kita nggak punya bargaining power,” tuturnya.

Ketiga, efektivitas cukai sebagai instrumen pengendalian konsumsi rokok juga tidak akan optimal. Hal itu dikarenakan cukai yang tinggi membuka peluang untuk masuknya rokok ilegal, artinya, konsumsi tetap tinggi sementara potensi penerimaan negara hilang.

“Saya setuju pengendalian tembakau harus ada, tapi kenaikan cukai itu bukan satu-satunya instrumen,” tambahnya.

Lebih lanjut Enny juga menegaskan bahwa segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT) tetap harus dilindungi. Tidak hanya karena SKT menyerap banyak tenaga kerja, namun juga karena permintaan pasar juga mulai bergeser ke Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM).

“Sehingga, kalau SKM dan SPM dinaikkan dan SKT nggak, itu ada bagusnya juga untuk mencegah migrasi semua ke mesin.”

Terahir, Enny berpesan kepada pemerintah untuk mengkaji ulang rencana kenaikan tarif CHT dari berbagai perspektif. Seperti kondisi perekonomian, keberlangsungan industri, penyerapan tenaga kerja, dan kesejahteraan petani.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Garuda Sambut Baik Stimulus PSC

Hadirnya stimulus PJP2U ini tentunya menjadi langkah signifikan yang diharapkan dapat mendukung upaya pemulihan kinerja maskapai penerbangan.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Paypal Rilis Fitur Pembayaran Bitcoin

Bitcoin dinilai sebagai salah satu aset safe haven di masa pandemi Covid-19

EKONOMI | 22 Oktober 2020

13 Bandara Ini Gratiskan Passenger Service Charge

Pemberian stimulus ini merupakan program pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

BI Perkirakan Inflasi Tahun Ini di Bawah Target

Hingga September 2020, inflasi tercatat sangat rendah sebesar 1,42% secara tahunan (year-on-year/yoy).

EKONOMI | 22 Oktober 2020

WMU Targetkan Kuasai Pangsa Pasar 15% dalam 5 Tahun

WMU merupakan perusahaan peternakan ayam yang terintegrasi.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

KPPOD: UU Cipta Kerja Tingkatkan Daya Saing dan Tata Kelola Daerah

KPPOD merekomendasikan agar Pemda bisa dapat mempercantik daerahnya di mata investor supaya lebih memudahkan untuk jemput investasi.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Dampak Pandemi, 1,98 Juta Peserta BPJamsostek Ajukan Klaim Jaminan Hari Tua

Sejak Januari sampai dengan September 2020, permintaan klaim JHT mengalami peningkatan sebesar 22,2%, atau setara dengan 1.986.632 juta kasus.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Dirut Pertamina Nicke Widyawati Masuk 50 Perempuan Paling Berpengaruh

Berada di posisi 16, Nicke adalah pendatang baru di daftar ini.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Gugatan Terkait Subholding Pertamina Dinilai Prematur

Yusril berpesan agar tim Pertamina bisa lebih detail dan terbuka agar tidak ada yang dirugikan.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Bagikan 4.000 Asuransi Kecelakaan Gratis, Bhinneka Life Raih Muri

Bhinneka Life berkomitmen memberikan perlindungan jiwa bagi keluarga Indonesia.

EKONOMI | 22 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS