Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Terdampak Covid-19, Cathay PHK 5.900 Karyawan

Rabu, 21 Oktober 2020 | 08:41 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Hong Kong, Beritasatu.com - Maskapai Hong Kong Cathay Pacific akan memutuskan hubungan kerja (PHK) 5.900 karyawannya sebagai bagian dari rencana restrukturisasi perusahaan senilai HK$ 2,2 miliar (Rp 4 triliun). Unit usaha Cathay Dragon juga akan berhenti beroperasi mulai hari ini.

Cathay juga akan merenegosiasi kontrak dengan kru pesawat dan pilot yang masih bertahan. Hal ini terpaksa dilakukan karena maskapai ini terdampak pandemi Covid-19.

Total, Cathay memangkas 8.500 posisi (termasuk 2.600 posisi yang saat ini tidak terisi karena efisiensi) atau sekitar 24 persen dari total karyawannya.

"Pandemi global memiliki dampak yang menghancurkan maskapai dan faktanya, kami harus melakukan restrukturisasi fundamental untuk bertahan," kata Chief Executive Cathay Augustus Tang dalam pernyataannya hari ini, Rabu (21/10/2020).

Saham Cathay Pacific Airways terkoreksi 43% sejak Januari. Pada bulan Juli, perusahaan menunda pengiriman pesawat Airbus terbaru dan saat ini masih dalam negosiasi untuk menunda pesanan dengan Boeing.

The International Air Transport Association (IATA) memperkirakan dibutuhkan waktu hingga 2024 untuk industri maskapai kembali ke level normal pra-Covid-19. Cathay akan mengoperasikan kurang dari 50 persen kapasitas normalnya pada 2021.

Cathay mendapatkan dana bantuan sebesar US$ 5 miliar dari Pemerintah Hong Kong Juni lalu, tetapi Cathay masih mengalami kerugian antara HK$ 1,5 miliar hingga HK$ 2 miliar tiap bulannya, sehingga diperlukan rencana restrukturisasi dan efisiensi.

Restrukturisasi akan mengurangi kerugian hingga HK$ 500 juta per bulan. Bos-bos Cathay juga ikut menerima potongan gaji hingga akhir tahun depan.

Sementara penutupan maskapai regional Cathay Dragon atau Dragonair selain disebabkan pandemi, juga disebabkan oleh gelombang protes anti-Tiongkok yang menyebabkan kedatangan turis dari Tiongkok daratan berkurang.

Cathay yang mengandalkan penerbangan internasional terdampak hebat oleh penutupan perbatasan dan perjalanan di berbagai negara demi mencegah penyebaran Covid-19.

September lalu, jumlah penumpang Cathay anjlok sebesar 98,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara kargo turun 36,6%.

Selain Cathay, Singapore Airlines juga telah mengumumkan rencana efisiensi 20% karyawannya, sementara Qantas berencana merumahkan sekitar 30% karyawannya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Negosiasi Stimulus AS Dilanjutkan, Bursa Asia Dibuka Menguat

Nikkei 225 Tokyo naik 0,35%, S&P/ASX 200 Australia naik 0,07%, dan Kospi Korea Selatan naik 0,09%.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Institusi & Produk Syariah Terbaik 2020 Versi Majalah Investor

PT Bank CIMB Niaga Tbk kembali menjadi yang terbaik untuk kategori UUS aset di atas Rp 5 triliun.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Bursa Eropa Melemah Tertekan Sentimen Covid-19 dan Stimulus AS

Indeks Stoxx600 Eropa turun 0,35%, DAX Jerman turun 0,92%, FTSE Inggris naik 0,08%, CAC Prancis turun 0,27%, dan FTSE MIB Italia naik 0,56%.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Wall Street Ditutup Menguat Ditopang Harapan Stimulus

Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,4 persen ke 29.308,79, S&P 500 naiuk 0,5 persen ke 3.443,12, dan Nasdaq naik 0,3 persen ke 11.516,49.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Kemhub Dukung Kelancaran Distribusi Logistik di Kawasan Food Estate

Kemhub akan memberikan dukungan maksimal pada sektor transportasi udara, laut, dan penyeberangan.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

UU Cipta Kerja Diharapkan Dongkrak Optimisme Properti Kelas Menengah dan MBR

UU Cipta Kerja diharapkan akan mendongkrak industri properti yang stagnan selama beberapa tahun terakhir.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

AIA Luncurkan "Share The Love" dengan Konsep Buy One Get One Free

Program Share The Love nasabah juga akan mendapatkan satu polis yang sama yang bisa diberikan untuk satu orang yang dicinta.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Rachmat Gobel: Industri Strategis Perlu Perhatian Lebih Besar

Jika industri strategis dibangun dengan roadmap yang jelas, Indonesia akan meraih kesejahteraan.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

KUR BRI Solusi UMKM di Masa Pandemi

Kredit Usaha yang dikucurkan oleh BRI mulai dari Rp 10 juta itu yakni kredit super mikro.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Kementerian BUMN Apresiasi Langkah Strategis Konsolidasi Menara TelkomGroup

Kementerian BUMN menyambut baik dan mengapresiasi langkah strategis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dalam rangka penataan portfolio infrastruktur

EKONOMI | 20 Oktober 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS