UU Cipta Kerja Diharapkan Dongkrak Optimisme Properti Kelas Menengah dan MBR
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

UU Cipta Kerja Diharapkan Dongkrak Optimisme Properti Kelas Menengah dan MBR

Selasa, 20 Oktober 2020 | 22:19 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Undang-Undang (UU) Cipta Kerja diharapkan akan mendongkrak industri properti yang stagnan selama beberapa tahun terakhir. Selain itu, membawa banyak optimisme khususnya pasar properti kelas atas dan menengah bawah.

"Kami berharap UU Cipta Kerja bisa mendorong industri properti karena adanya regulasi baru di pasar premium dimana WNA (Warga Negara Asing) diberikan kemudahan dalam membeli apartemen. Mereka bisa memiliki apartemen di atas tanah HGB (Hak Guna Bangunan). Sebelumnya hanya terbatas di atas tanah dengan status hak pakai. Selain itu adanya pendirian Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan dalam UU Cipta Kerja membuka peluang tersedianya hunian murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di tengah kota," jelas Country Manager Rumah.com Marine Novita, dalam keterangan tertulisnya Selasa (20/10/2020).

Perubahan regulasi ini diharapkan mendorong WNA berburu hunian dengan lebih mudah. Namun masyarakat tidak perlu khawatir harga apartemen akan melonjak karena UU Cipta Kerja akan diikuti peraturan di bawahnya yang diperkirakan akan mengatur batasan harga apartemen yang bisa dimiliki WNA.

Rumah.com Indonesia Property Market Index Q2 2020 mencatat ada indikasi pulihnya kepercayaan pemangku kepentingan di bidang properti, terutama dari sisi penyedia suplai. Indeks harga apartemen tercatat pada 116,5 atau naik tipis sebesar 0,4 persen (quartal on quartal/QoQ) dan 1,5% (year on year/YoY). Sementara pada sisi suplai properti, Rumah.com Indonesia Property Market Index – Suplai (RIPMI-S) pada kuartal Q2 2020 berada pada angka 131,6 atau naik sebesar 21% dibandingkan kuartal sebelumnya. Indeks suplai apartemen juga ada kenaikan 12% yaitu di 106,6 dibandingkan kuartal sebelumnya.

Marine menambahkan UU Cipta Kerja juga mengamanahkan agar pemerintah mendirikan Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan. Badan ini bertujuan mempercepat pembangunan perumahan bagi MBR sekaligus mengatasi backlog atau minimnya pasokan dibandingkan dengan kebutuhan rumah murah. “Masyarakat berpenghasilan rendah sedang mendapat perhatian khusus dari pemerintah terutama dalam kepemilikan rumah. Sebelumnya pemerintah menghadirkan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sehingga MBR bisa mendapatkan kesempatan memiliki rumah. Selain itu ada kebijakan subsidi bunga KPR bagi MBR,” jelas Marine.

Menurut dia, bagi masyarakat atau pekerja kelas menengah yang belum memiliki rumah perlu mendapatkan perhatian sendiri dari pemerintah. Mereka tidak bisa memanfaatkan fasilitas Tapera meskipun wajib menjadi pesertanya. Sementara potensi segmen menengah cukup besar yang ditunjukkan dari hasil Rumah.com Consumer Sentiment Survey H 2020, dimana 82% responden mencari hunian dengan harga kurang dari Rp 750 juta, 22% responden mencari hunian dengan harga Rp 500 juta hingga Rp 750 juta dan 60% mencari rumah dengan kurang dari Rp 500 juta.

Jika UU Cipta Kerja seputar hubungan ketenagakerjaan berdampak mengubah pola perekrutan dan status karyawan secara keseluruhan, maka stakeholder industri properti, khususnya perbankan harus memperhatikan kondisi ini dengan seksama dalam pengajuan KPR terutama tentang prudence dan profil risiko. Status karyawan tetap atau kontrak ini memang menjadi salah satu faktor penting dalam pengajuan KPR. Berdasarkan hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020, 46% responden menyatakan bahwa pekerjaan atau penghasilan yang tidak stabil menjadi faktor kedua hambatan utama untuk mengambil KPR.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

AIA Luncurkan "Share The Love" dengan Konsep Buy One Get One Free

Program Share The Love nasabah juga akan mendapatkan satu polis yang sama yang bisa diberikan untuk satu orang yang dicinta.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Rachmat Gobel: Industri Strategis Perlu Perhatian Lebih Besar

Jika industri strategis dibangun dengan roadmap yang jelas, Indonesia akan meraih kesejahteraan.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

KUR BRI Solusi UMKM di Masa Pandemi

Kredit Usaha yang dikucurkan oleh BRI mulai dari Rp 10 juta itu yakni kredit super mikro.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Kementerian BUMN Apresiasi Langkah Strategis Konsolidasi Menara TelkomGroup

Kementerian BUMN menyambut baik dan mengapresiasi langkah strategis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dalam rangka penataan portfolio infrastruktur

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Dow Menguat karena Investor Harapkan Kesepakatan Stimulus

Dow Jones Industrial Average naik 176 poin atau 0,6%.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Darya Varia Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris

Perubahan tersebut juga memperkuat posisi manajemen PT Darya-Varia Laboratoria untuk melanjutkan transformasi strategis ke fase berikutnya.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

ALSI Nilai Rencana Monopoli LSPro Tidak Tepat

Keberadaan LSPro saat ini adalah wujud dari kedewasaan industri jasa penilai kesesuaian yang secara nasional.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

RI-Jepang Sepakat Bentuk Pengaturan Koridor Perjalanan Bagi Pebisnis

Jokowi menegaskan kemitraan Indonesia-Jepang juga dilakukan dalam memperkuat kerja sama multilateral.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

BP2MI Teken MoU Kerja Sama dengan LPSK

BP2MI dan LPSK tandatangani kerja sama lindungi PMI korban pengiriman ilegal.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Perluas Pasar, PPI Buka Kantor Perwakilan di Dubai dan Hong Kong

PPI memperluas jalur pemasaran untuk ekspor dan impor produk dan komoditas perdagangan ke Dubai, Uni Emirat Arab dan Hong Kong dengan membuka kantor perwakilan.

EKONOMI | 20 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS