Wapres Dorong UMK Jadi Bagian Penguatan Ekonomi Syariah
Logo BeritaSatu

Wapres Dorong UMK Jadi Bagian Penguatan Ekonomi Syariah

Selasa, 20 Oktober 2020 | 20:18 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong Usaha Mikro Kecil (UMK) di Tanah Air menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam rangka penguatan ekosistem ekonomi syariah, baik di ekonomi domestik maupun di rantai industri halal global.

Menurut Wapres, upaya itu dilakukan antara lain melalui penyederhanaan dan percepatan proses perizinan dan fasilitasi biaya sertifikasi halal bagi UMKM. “Kita ingin menjadikan industri halal Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri serta sekaligus menjadi pemain global,” kata Wapres Ma'ruf Amin usai membuka "Pelatihan Digitalisasi Pemasaran dan Manajamen Produk Halal bagi UMKM" secara daring di Jakarta, Selasa (20/10/2020).

Turut hadir dalam acara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dan Menteri Agama Fachrul Razi.

Pemerintah, lanjut Wapres, juga memfasilitasi UMKM agar mampu memanfaatkan platform digital untuk pemasaran sehingga dapat mengakselerasi dukungan pemerintah yang sudah ada, seperti melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dalam program PEN, pemerintah membantu UMKM dengan subsidi bunga, penjaminan kredit, penempatan dana di bank umum untuk restrukturisasi kredit, bantuan produktif, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan non-KUR.

Upaya menjadikan UMK Indonesia bagian dari rantai halal global, lanjut dia, karena saat ini Indonesia masih menjadi konsumen produk halal yang pada 2018, sudah membelanjakan sekitar US$ 214 miliar untuk produk makanan dan minuman halal. Jumlah itu, imbuh Wapres, mencapai 10% dari pangsa produk halal dunia dan merupakan konsumen terbesar dibandingkan dengan negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya.

Padahal, lanjut Ma’ruf Amin, pasar global memiliki potensi besar yang pada 2017 produk halal dunia mencapai 2,1 triliun dolar AS dan ia meyakini akan berkembang menjadi 3 triliun dolar AS pada 2023. “Kita harus dapat memanfaatkan potensi halal dunia ini dengan meningkatkan ekspor kita yang saat ini baru berkisar 3,8% dari total pasar halal dunia,” ucapnya.

Apresiasi Kolaborasi

Sementara itu Teten Masduki mengatakan, Industri Halal telah menjadi salah satu industri yang berkembang pesat di dunia. Data State of The Global Islamic Economy Report 2019/20 menunjukkan pada 2018 nilainya sekitar US$ 2,2 triliun dengan laju pertumbuhan mencapai 5,2% per tahun.

"Dalam hal ini Indonesia berada pada ranking 4 industri pariwisata halal, ranking 3 untuk fesyen muslim, dan ranking 5 untuk keuangan syariah," kata Teten. Namun, untuk produk makanan halal, Indonesia belum masuk 10 besar.

Menurut Teten, tantangan terbesar sertifikasi halal pada UMKM saat ini adalah biaya sertifikasi yang tinggi, sehingga menyulitkan UMK dalam mengaksesnya. Akibatnya, selama ini hanya usaha menengah dan besar yang memiliki kecukupan modal yang mampu mendapatkan sertifikat halal. "Alhamdulillah, melalui UU Cipta Kerja, sertifikasi halal bagi Usaha Mikro dan Kecil tidak dikenakan biaya, atau gratis,” jelas Teten.

Ia menegaskan, Kemkop dan UKM telah dan akan terus mengembangkan inisiatif program maupun kebijakan untuk mendukung pengembangan program Jaminan Produk Halal. Di antaranya, sejak 2015-2019 memfasilitasi sertifikasi halal kepada UMKM. "Hasil survei kami menunjukan bahwa mereka yang telah mendapatkan sertifikat halal omzet usahanya naik sebesar 8,53%,” jelas Teten.

Tidak hanya fasilitasi sertifikat halal, pendampingan juga penting dilakukan, baik dalam bentuk memberikan edukasi manajemen produk halal maupun pendaftarannya.

Momentum

Menteri Agama Fachrul Razi menilai program kolaborasi pemerintah dengan sejumlah perusahaan digital ini tepat waktu dan momentum. Pasalnya, penguatan pelaku UMKM agar mampu bertahan di masa pandemi ini, merupakan langkah yang patut diapresiasi.

"Saya mendukung acara ini, terlebih UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal bertujuan selain menjamin produk halal juga meningkatkan nilai tambah bagi UMKM dalam menjual dan memasarkan produk UMKM nya. Karena itu, penting bagi UMKM untuk memahami dan memenuhi produk halal," kata Menag.

Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2020 ini, Kemenag telah mengalokasikan fasilitas dan sertifikasi produk halal bagi 3.283 pelaku UMK. Diakuinya, keputusan memberikan fasilitasi halal secara gratis membawa dampak yang tidak sederhana, salah satunya sebaran UMKM yang jumlahnya mencapai 62,5 juta pelaku.

"Jika diambil setengahnya saja, ada 30 juta pelaku UMKM yang tentunya membutuhkan dukungan kapasitas dana, SDM, ketersediaan penyelia halal, pengawas dan sistem informasi dan komunikasi yang dapat mendukung proses itu. Namun bukan berarti kita surut, malah sebaliknya, ini menjadi tantangan bagi kita untuk bekerja lebih keras lagi," akunya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi dengan Gembira Ungkap Relokasi Tujuh Pabrik Jepang ke Indonesia

Saat ini, sebanyak tujuh perusahaan Jepang yang telah memastikan merelokasi pabriknya ke Indonesia.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Inklusi Keuangan Kunci Akselerasi Pembangunan Ekonomi

Pemerintah merelaksasi persyaratan mengakses pembiayaan di lembaga keuangan.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Ma'ruf Amin: Merger Bank Syariah Jadikan RI Kompetitif di Kancah Global

Penggabungan tiga bank syariah tanpa adanya pemutusan hubungan kerja.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Bertumbuh, Ekonomi Syariah Masuki Momentum Emas

Ada sembilan inisiatif yang melibatkan 21 bank syariah.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Rekind Rampungkan Proyek Pabrik CO2 Cair PT Pupuk Kujang

Dalam performance test, pabrik CO2 ini mampu menghasilkan 465,21 ton per 72 jam CO2 cair, atau 103% dari kapasitas terpasang.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Usulan Pajak Mobil Baru 0% Ditolak, Ini Respons Pelaku Industri Otomotif

Keputusan yang diambil pemerintah merupakan upaya untuk memperbaiki perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Ma'ruf Amin Raih Lifetime Achievement Investor Best Syariah Awards

Tahun ini merupakan penyelenggaraan Investor Best Syariah Awards ke-15 yang diadakan secara rutin oleh Majalah Investor.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

BRIS dan ANTM Pimpin Daftar Saham Teraktif

PT Bank Rakyat Indonesia Syariah Tbk (BRIS) dengan frekuensi 83.469 kali.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Bursa Asia Bervariasi karena Tiongkok Pertahankan Bunga Pinjaman

Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,44 persen menjadi 23.567,04.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Saat Mata Uang Asia Terpuruk, Rupiah Ditutup Perkasa

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.658- Rp 14.718 per dolar AS.

EKONOMI | 20 Oktober 2020


TAG POPULER

# Sepeda Motor Masuk Tol


# Pemerasan Wali Kota


# KRI Nanggala


# Universitas Nusa Mandiri


# Larangan Mudik



TERKINI

Satgas Tak Anjurkan WNI Pulang ke Indonesia pada Masa Pandemi

KESEHATAN | 44 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS