Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

50 Tahun di Industri Baja Nasional, GGRP Ganti Logo dengan Inovasi Baru

Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:31 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Dibangun dari optimisme memproduksi baja berkualitas tinggi dari dalam negeri, PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) terus berinovasi. Semangat turun-temurun yang diwarisi para founders kepada generasi kedua tertuang dalam acara perubahan logo baru dan 50 tahun berdirinya PT Gunung Raja Paksi dan Gunung Steel Group yang digelar di Hotel Holiday In, Cikarang, Bekasi, Selasa (20/10/2020).

“Setelah generasi pertama membangun dan membesarkan GGRP, kini tiba saatnya mempercayakan kemudi pada generasi berikutnya. Generasi yang telah ditempa pengalaman dari keterlibatan sejak dini, generasi yang memegang harapan besar para pendiri untuk berinovasi dan memenuhi tuntutan zaman dengan tetap memperhatikan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat Indonesia," ujar President Director PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) Abednedju Giovano Warani Sangkaeng dalam keterangan tertulisnya.

Bersamaan transisi kepemimpinan kepada generasi baru, kata dia, GGRP turut bertransisi dari manajemen keluarga menjadi manajemen yang lebih profesional. Adapun perubahan logo mendorong perseroan untuk terus maju. "Dengan berbekal penguatan prinsip good governance, volume produksi terus mengalam peningkatan setiap tahunnya," kata dia.

Presiden Komisaris PT Gunung Raja Paksi Tbk Tony Taniwan percaya inovasi dan transformasi dapat menciptakan kembali gairah bisnis dan membangun kebaikan yang lebih besar bagi industri baja di Indonesia.

Dia mengatakan, perubahan logo di tengah selebrasi 50 tahun berdiri, adalah bentuk rasa emosi dan optimisme. "Warna merah dan putih mewakili keinginan kami untuk berkancah mewakili nama Indonesia di pasar dunia dan terus berkontribusi dalam membangun negeri," kata Tony Taniwan.

Kehadiran GGRP bermula dari ambisi Djamaluddin Tanoto, Kamaruddin dan Margareth Leroy. Ketiganya sepakat membangun sebuah pengolahan pabrik pipa besi dan baja di Kota Medan, Sumatera Utara, dengan nama PT Gunung Gahapi. Bermodalkan kecanggihan mesin Electric Arc Furnace (EAF) berkapasitas 5 ton, perlahan pabrik kecil ini berkembang hingga menyumbang produsi pipa besi nasional 500 ton. Perusahaan berekspansi ke pulau Jawa dengan mendirikan pabrik PT Gunung Garuda di Cikarang Barat pada 1986.

PT Gunung Garuda dan Indonesia perlahan mulai diperhitungkan karena ikut berpartisipasi dalam pembentukan The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) dan The South East Asian Iron and Steel Institute (SEAISI). Pada 1997 membangun EAF berkapasitas 190 ton untuk memenuhi kebutuhan steel plate dan hot rolled coil. Di 2014, berdiri fasilitas Steel Melting Shop 2 (SMS2) untuk memproduksi slab-bahan pembuatan steel plate- dengan inovasi blast furnace. Pada 1990 lahir PT Gunung Naga Mas yang memproduksi lembaran baja yang terdiri dari pelat dan gulungan baja hingga akhirnya di 1991 berganti nama menjadi PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP).

Saat ini PT Gunung Raja Paksi memiliki pabrik dan fasilitas pendukung seluas 200 hektare di Cikarang, Bekasi. Perusahaan yang mempekerjakan 5.000 lebih karyawan ini mempunyai kapasitas produksi sebesar 2,8 juta ton baja per tahun, atau sekitar 12 persen dari kapasitas produksi baja nasional. Selain memenuhi pasar domestik, produksi baja perusahaan diekspor ke Kanada, Australia, Selandia Baru dan beberapa negara di Asia, Timur Tengah dan Eropa.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Aset Holding Perasuransian dan Penjaminan IFG Rp 72,5 Triliun

Ekuitas IFG mencapai Rp 36,7 triliun, pendapatan Rp 4,2 triliun dan laba bersih Rp 536 miliar.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Bangkitkan Perbankan Syariah, Pengamat: Erick Thohir Catatkan Sejarah Baru

Penggabungan bank BNI Syariah, BRI Syariah dan Bank Syariah Mandiri diharapkan mampu membentuk bank syariah nasional terbesar di dunia.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

BI dan OJK Sepakat Perkuat Pemberian Pinjaman ke Perbankan

Kerja sama BI dengan OJK akan menciptakan sistem perbankan yang sehat, dan efisien.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

WHO Tekankan Pentingnya Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Tembakau

Di Indonesia struktur cukainya sangat kompleks selama bertahun-tahun dan ini tidak sesuai dengan praktik terbaik dalam kebijakan cukai tembakau

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Sesi I, IHSG Melemah 0,38% ke 5.106,7

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,38% ke kisaran 5.106,7 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (20/10/2020).

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Rupiah Berbalik Melemah ke Rp 14.690

Kurs rupiah berada di level Rp 14.690 per dolar AS atau melemah 20 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.670.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

UU Cipta Kerja Penting untuk Sukseskan Bonus Demografi

Bonus demografi adalah transisi kependudukan di mana penduduk usia produktif berjumlah sekurangnya 2 kali penduduk usia tidak produktif.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Pencarian Rumah di Sawangan dan Alam Sutera Meningkat Drastis

Sawangan, dan Alam Sutera merupakan area yang memiliki kenaikan demand tertinggi yaitu mencapai 80,83%.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Harga Emas Antam Stabil di Rp 1.008.000 Per Gram

Harga emas Antam pada perdagangan Selasa (20/10/2020) mencapai Rp 1.008.000 per gram atau stabil dari perdagangan sebelumnya.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Pagi Ini, Rupiah Terapresiasi atas Sejumlah Mata Uang

Kurs rupiah berada di level Rp 14.650 per dolar AS atau menguat 20 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.670.

EKONOMI | 20 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS