Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perlu Kebijakan Data yang Tepat untuk Pengembangan Ekosistem Ekonomi Digital Indonesia

Senin, 19 Oktober 2020 | 15:42 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Executive Director Indonesia Services Dialogue (ISD), Devi Ariyani menegaskan saat ini data menjadi bahan bakar utama dalam era ekonomi digital. Kemajuan teknologi digital membuat pertukaran data industri antarnegara menjadi suatu hal yang lumrah.

Devi mengutip studi McKinsey yang mengatakan kontribusi pergerakan data dalam perekonomian global mencapai US$ 2,8 triliun, dan diperkirakan mencapai US$ 11 triliun pada tahun 2025.

“Saat ini industri tergabung dalam satu rantai nilai global, dimana perkembangan teknologi informasi memudahkan koordinasi industri lintas negara,” ujar Devi saat dialog online dengan beberapa media, Senin (19/10/2020).

Namun demikian walaupun pergerakan data lintas negara menjadi basis bagi perkembangan ekonomi digital modern, tetapi sejumlah negara masih menerapkan restriksi, termasuk Indonesia.

Devi mengatakan pada awalnya Indonesia mengacu pada rezim PP 82/2012 yang mewajibkan seluruh data disimpan di dalam negeri. Hal ini menimbulkan ekonomi biaya tinggi dan menghambat akses UMKM untuk menerima layanan digital yang kompetitif.

Menurutnya, revisi PP 82/2012 dalam bentuk PP 71/2019 menjadi jalan keluar yang cukup baik, tidak hanya menghilangkan restriksi tetapi juga meningkatkan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Hanya saja, lanjut Devi, sejak terbitnya PP tersebut setahun yang lalu, aturan turunan terutama terkait penyelenggaran sistem elektronik untuk sektor privat masih belum ada.

“Dunia usaha masih wait and see dengan aturan turunan yang ada. Terlebih berdasarkan draf Rancangan Peraturan Menteri yang diuji-publikkan bulan Maret lalu terdapat sinyalemen bahwa Indonesia akan kembali ke rezim proteksi. Hal ini perlu dihindari” ujar Devi seraya menambahkan bahwa restriksi lalu lintas data merupakan langkah mundur yang justru berakibat buruk bagi ekosistem ekonomi digital Indonesia.

“Oleh sebab itu kebijakan data yang tepat diperlukan” ujarnya.

Devi juga sedikit membahas terkait aturan e-commerce, dalam hal ini Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 50/2020. Tidak hanya regulasi tentang data, tetapi juga aturan terkait perdagangan melalui sistem elektronik secara keseluruhan perlu disusun secara tepat.

“Pemerintah perlu memperhatikan kesiapan dari Online Single Submission (OSS), karena adanya Permendag 50/2020 mewajibkan UMKM yang memakai e-commerce untuk mendaftarkan diri, dan jumlahnya ini ada puluhan juta UMKM,” tambahnya.

Devi juga membahas terkait kewajiban pemain e-commerce asing untuk mendirikan kantor perwakilan (KP3A) apabila memiliki hanya 1.000 konsumen dalam setahun.

Threshold yang terlalu rendah tersebut dikhawatirkan akan menghambat integrasi digital antara pemain Indonesia dan internasional, sehingga dikhawatirkan Indonesia akan kehilangan potensi bergabung pada value chain global,” katanya.

Digitalisasi
Pada bagian lain Devi memaparkan sinyal perlambatan di seluruh sektor jasa sudah tampak pada kuartal I-2020, kecuali jasa informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan jasa kesehatan.

Sektor jasa, yang menopang 54% PDB nasional perlu beradaptasi, salah satunya dengan mendorong program digitalisasi dapat segera diterapkan.

“Digitalisasi sektor jasa Indonesia sangat berguna untuk mendorong daya saing dan produktivitas pelaku industri. Untuk itu kebijakan menyangkut sektor ekonomi digital sangat diperlukan,” ujarnya.

Menurut Devi perkembangan teknologi digital dapat mendorong terciptanya perdagangan, tidak hanya barang tetapi juga perdagangan jasa lintas negara.

Saat ini diperkirakan nilai transaksi untuk Information Technology Outsourcing (ITO) dan Business Process Outsourcing (BPO) secara global mencapai US$ 167,9 miliar, dimana sekitar 84% permintaan outsourcing berasal dari Amerika Serikat.

“UMKM Indonesia akan memetik keuntungan besar apabila bisa terintegrasi secara penuh dengan teknologi digital,” ujarnya.

Devi mengataka mengutip hasil riset dari AMTC (Asia Pacific MSME Trade Coalition) bahwa digitalisasi dapat menghemat biaya ekspor MSME (Micro, Small, Medium Enterprice) di India, Tiongkok, Korea Selatan dan Thailand hingga US$ 339 miliar.

"Riset AMTC tersebut juga menemukan bahwa teknologi digital menghemat waktu untuk ekspor dari UMKM sebesar 29%, dan mereduksi biaya ekspor hingga 82%," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Teknologi Keamanan Dukung Bisnis Finansial Go Digital

Keamanan jaringan dan ICT solution sangat penting untuk terlindung dari upaya peretasan yang merugikan bisnis dan nasabah.

EKONOMI | 20 September 2021

Bagaimana Gerak IHSG? Cermati WEGE, BRIS, UNTR, dan EXCL

IHSG berpeluang menguat ke level 6.170 apabila mampu bertahan di atas level support 5.982, 5.938 dan resisten 6.170 dan 6.263.

EKONOMI | 20 September 2021

IHSG Melemah di Awal Perdagangan

Pukul 09.10 WIB, IHSG turun 13,0 poin (0,2%) menjadi 6.119.

EKONOMI | 20 September 2021


IHSG Diprediksi Turun, Simak Rekomendasi Sahamnya

Secara teknikal IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 6.093 - 6.185.

EKONOMI | 20 September 2021

Budi Karya: Pemeriksaan Kesehatan Penumpang Internasional Tekan Risiko Penularan

Menhub Budi Karya Sumadi meninjau Bandara Soekarno Hatta (Soetta) untuk mengecek prosedur pemeriksaan kesehatan penumpang inernasional.

EKONOMI | 20 September 2021

Ananta Wahana: Manfaat Asuransi Luar Biasa

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ananta Wahana menegaskan manfaat asuransi luar biasa.

EKONOMI | 19 September 2021

Kawasan Industri Berikan Kontribusi Signifikan untuk Ekonomi Daerah

Kemperin terus mendorong peran kawasan industri (KI) untuk dapat memberikan kontribusi signfikan bagi ekonomi daerah dan nasional.

EKONOMI | 19 September 2021

Menteri Teten Dorong UMKM Jadi Bagian Rantai Pasok Global

Kemkop UKM tengah membuat master plan agar wsaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok industri pembuat komponen.

EKONOMI | 19 September 2021

Pemerintah Akan Kaji Ulang Tingkat IJP KUR Askrindo dan Jamkrindo

Tingkat imbal jasa penjaminan (IJP) kredit usaha rakyat (KUR) pada PT Askrindo dan PT Jamkrindo sebesar 1,175% dinilai belum sesuai dengan risikonya.

EKONOMI | 19 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Mujahidin Indonesia Timur


# Napoleon Bonaparte


# Pengobat Alternatif Ditembak


# Manchester United



TERKINI
Teknologi Keamanan Dukung Bisnis Finansial Go Digital

Teknologi Keamanan Dukung Bisnis Finansial Go Digital

EKONOMI | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings