Percepat Penyaluran KPR Subsidi, BTN Luncurkan Fitur GPM
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Percepat Penyaluran KPR Subsidi, BTN Luncurkan Fitur GPM

Senin, 7 September 2020 | 21:55 WIB
Oleh : Imam Muzakir / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam mendukung percepatan Program Sejuta Rumah (PSR), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, melakukan terobosan dan berinovasi untuk mendorong laju penyaluran KPR Subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Salah satu inovasi terbaru dalam program KPR BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan) adalah dengan meluncurkan fitur Graduated Payment Mortgage (GPM).

Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, apa yang menarik dari fitur GPM ini adalah suku bunga kredit yang diberikan fixed sebesar 10 persen selama 3 tahun dengan perbedaan mencolok dengan KPR BP2BT yang lama yang belum dilengkapi fitur GPM, versi sebelumnya belum menggunakan sistem suku bunga berjenjang pada 3 tahun pertama kredit berjalan.

Adapun KPR BP2BT merupakan salah satu skema KPR Subsidi selain Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP dan Subsidi Selisih Bunga atau SSB.

"Kami harapkan dengan fitur GPM angsuran dapat lebih terjangkau sehingga masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah dapat lebih antusias menggunakan skema KPR BP2BT untuk memiliki rumah impian,” ungkap Pahala, dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (7/9/2020).

Untuk menggaet konsumen, kata Pahala, BP2BT tak kalah menarik dengan skema FLPP maupun SSB. Karena dengan fitur baru, keringanan yang diperoleh masyarakat makin bertambah untuk mendapatkan rumah tapak maupun rumah susun yang diidamkan.

Pertama, uang muka atau down payment (DP) mulai dari 1 persen dari harga jual rumah. Kedua, mendapatkan bantuan uang muka sebesar 45 persen dari harga rumah atau maksimal Rp 40 juta. Ketiga, jangka waktu kredit atau tenor hingga 20 tahun.

"Keempat, terbaru fitur GPM, suku bunga kredit hanya 10 persen untuk 3 tahun pertama dan suku bunga selanjutnya akan mengambang atau floating dengan tetap memperhatikan batas tertinggi yang ditetapkan pemerintah," jelasnya.

Pahala mengatakan, inovasi tersebut menjadi strategi BTN untuk mempercepat penyaluran KPR subsidi selain menggunakan skema FLPP maupun SSB. Sebagai salah satu bank yang dipercaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) mengemban tanggung jawab untuk menyalurkan KPR subsidi, sehingga BTN bukan sekadar bank penyalur, tapi bank yang berkomitmen mendorong pencapaian Program Sejuta Rumah (PSR).

"Dengan fitur GPM ini, kami menargetkan penyaluran KPR BP2BT hingga akhir tahun ini dapat menyentuh 3.000 unit. Adapun sampai Agustus pencapaian kami baru sekitar 300 unit,” ujar Pahala.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pelni Hentikan Sementara Penjualan Tiket Lewat Agen

Penjualan tiket kapal Pelni hanya dilayani di loket kantor cabang.

EKONOMI | 7 September 2020

Lion Air Tambah 3 Rute Penerbangan dari Bandung

Melalui pembukaan tiga rute baru ini, Lion Air akan memiliki tujuh kota tujuan dari Bandung.

EKONOMI | 7 September 2020

Anteraja Apresiasi Pengguna Lewat Program Gibah

Lewat Program Gibah, Anteraja siapkan hadiah Rp 200 juta bagi konsumen.

EKONOMI | 7 September 2020

BPJamsostek Imbau Peserta Tak Gunakan Jasa Calo Saat Urus Klaim

BPJamsostek Bogor Kota sampai saat hari ini sudah membayarkan klaim sebesar Rp 517,5 miliar untuk sebanyak 40.126 kasus.

EKONOMI | 7 September 2020

Asuransi Sinar Mas Sosialisasikan Pencegahan Covid-19

Jumlah pasien Covid-19 di Indonesia yang terus bertambah membuat perusahaan asuransi PT Asuransi Sinar Mas berupaya memberi kontribusi dengan memberikan edukasi

EKONOMI | 7 September 2020

Optimalkan Penyaluran Dana PEN, Bank Mandiri Gandeng Investree

Bank Mandiri menggandeng Investree untuk megoptimalkan penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

EKONOMI | 7 September 2020

Naik 938 Miliar, Kemkeu Usulkan Pagu Anggaran 2021 Jadi Rp 43,3 T

Sumber dana Pagu Anggaran Kemkeu Tahun Anggaran 2021 ini terdiri dari Rupiah Murni sebesar Rp 34,8 triliun, dan Badan Layanan Umum Rp Rp 8,5 triliun.

EKONOMI | 7 September 2020

Ini Tiga Cara Agar Banpers Produktif Tepat Sasaran

Penyaluran Banpers Produktif membutuhkan kerja sama dengan sejumlah pihak agar tepat sasaran dan pemanfaatan anggarannya dapat dipertanggungjawabkan.

EKONOMI | 7 September 2020

Investor Asing Lanjut Jual Saham, IHSG Kembali Melemah

Aksi lepas saham yang dilanjutkan ivestor asing, membuat Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan awal pekan, Senin (7/9/2020).

EKONOMI | 7 September 2020

Banpres Produktif dan Subsidi Gaji Akan Dilanjutkan Hingga 2021

Pemerintah akan melanjutkan pemberian bantuan untuk UMKM, dan subsidi gaji hingga kuartal pertama 2021.

EKONOMI | 7 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS