Federasi Serikat Pekerja BUMN Optimistis Ekononi Indonesia Bisa Bangkit di Tengah Pandemi
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Federasi Serikat Pekerja BUMN Optimistis Ekononi Indonesia Bisa Bangkit di Tengah Pandemi

Kamis, 6 Agustus 2020 | 16:56 WIB
Oleh : Hotman Siregar / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 selain menciptakan krisis kesehatan, juga memberikan efek domino terhadap aspek sosial, ekonomi, serta keuangan seiring dengan pembatasan aktivitas masyarakat dalam rangka membatasi penyebaran wabah. Pada tahun 2020, ekonomi global diproyeksikan mengalami kontraksi dan sebagian besar negara di dunia menghadapi ancaman resesi.

Namun, Sekjen Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Satya Wijayantara optimistis bangsa Indonesia bisa bangkit di tengah wabah pendemi Covid-19

Keterbatasan aktivitas ekonomi akibat pembatasan sosial dan fisik, sangat berdampak terhadap faktor pembentuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar pertumbuhan terkontraksi -5,51%. Kontraksi konsumsi rumah tangga ini menjadi penekan di tengah kinerja investasi dan perdagangan internasional yang juga terbatas.

Dari sisi sektoral, kata Satya, dua sektor utama yang memiliki kontribusi terbesar serta berhubungan dengan aktivitas ekonomi masyarakat adalah sektor perdagangan dan manufaktur. Kedua sektor ini masing-masing terkontraksi -7,57% dan -6,19%. Mengingat kedua sektor ini merupakan sektor dengan serapan tenaga kerja tertinggi, maka dampaknya terhadap penghasilan dan konsumsi masyarakat semakin besar.

Namun demikian, kata Satya Wijayantara, perlu disoroti juga bahwa sektor pertanian masih mampu tumbuh positif sebesar 2,19% begitu pula sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh tinggi sebesar 10,88%.

"Terlepas dari perlambatan ekonomi, kinerja sektoral di bulan Juni menuju ke arah membaik pada sektor-sektor utama. Pelonggaran PSBB di sejumlah wilayah mulai meningkatkan mobilitas masyarakat sehingga aktivitas ekonomi mulai bergerak," kata Satya dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Kamis (6/8/2020).

Sejumlah indikator di Juni 2020 memperlihatkan sinyal positif seperti peningkatan PMI manufaktur, Indeks Keyakinan Konsumen,
penjualan mobil, ritel, dan surveyi kegiatan dunia Usaha. Kinerja keuangan beberapa emiten selama semester I 2020
juga menunjukkan peningkatan dibandingkan semester I 2019.

Dari sektor perdagangan internasional, beberapa komoditas ekpor menunjukkan perbaikan seiring dengan peningkatan
ekonomi Tiongkoka. Hal ini membuat ekspor Indonesia di bulan Juni 2020 meningkat mencapai US$ 12,01 miliar.

"Saya kira pemerintah terus berkerja keras dan melakukan langkah exsraordinary untuk mendorong pemulihan ekonomi. Dua fokus utama pemerintah adalah menjaga kehidupan dan menjaga mata pencaharian untuk hidup bagi masyarakat dalam rangka
pemulihan ekonomi," katanya.

Satya memaparkan, strategi utama dalam mempercepat pemulihan ekonomi adalah melalui peningkatan belanja pemerintah. Optimalisasi belanja pemerintah melalui implementasi program PEN, peningkatan daya beli masyarakat dan dukungan di sektor diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi di triwulan III dan IV.

Selain itu, program penanganan Covid-19 yang lebih serius dan terstruktur diharapkan akan memulihkan kepercayaan masyarakat dan rumah tangga untuk melakukan aktivitasnya termasuk belanja/konsumsi/investasi. Penanganan dari aspek kesehatan, meliputi memperbanyak 3T (testing, tracing, treat) dan kampanye 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) secara luas kepada masyarakat dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

"Pengadaan obat dan persiapan produksi dan distribusi vaksin hingga satu tahun ke depan terus dilakukan," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Akademisi Pertanyakan Tudingan Pengangkatan Direksi dan Komisaris BUMN Inskonstitusional

I Wayan Suka Wirawan menyatakan tudingan pengangkatan Direksi dan Komisaris BUMN pada era Menteri BUMN Erick Thohir inkonstitusional, patut dipertanyakan.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Tambah Jam Operasional, Lalu Lintas Penumpang AP I Tumbuh 110%

AP I juga mencatat lalu lintas kargo pada Juli 2020 tumbuh 19,1 persen.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Wapres Optimistis Indonesia Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

Ma’ruf Amin optimistis Indonesia akan menjadi pusat keuangan syariah dunia.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Pergeseran Musim Panen Jaga PDB Pertanian Tetap Positif

ada triwulan II 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi atau -5,32%. Namun beberapa sektor mencatata pertumbuhan positif, diantaranya pertanian.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

OJK Setujui Kookmin Jadi Pemegang Saham Pengendali Bukopin

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan persetujuan masuknya KB Kookmin Bank sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Bukopin.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Perbaikan 230 Rumah di Padang Pariaman Telan Rp 4,025 Miliar

Bedah rumah di Kabupaten Padang Pariaman akan dilaksanakan di tiga kecamatan

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Kian Banyak Orang Kaya Pakai Tabung Elpiji 3 Kilogram

Gas elpiji 3 kilogram (kg) yang diperuntukan bagi kelompok miskin kian banyak digunakan kelompok masyarakat mampu di masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

BNI Kuasai 12,51% Layanan Kredit Sindikasi

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, menempati peringkat teratas dalam jajaran lembaga keuangan penyedia sindikasi di Indonesia.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Ekonom: Resesi Jadi Kenormalan Baru

Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, semua negara berpotensi mengalami resesi, termasuk Indonesia.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Penanganan Covid-19 Tidak Optimal, Indonesia Resesi Triwulan III 2020

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara, pesimistis ekonomi RI bisa keluar dari jurang resesi dengan cara penanganan pandemi Covid-19 seperti saat ini.

EKONOMI | 6 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS