Ekonomi Indonesia Terkontraksi, Konsumsi Harus Lebih Digerakkan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.593 (-2.12)   |   COMPOSITE 6140.17 (-31)   |   DBX 1202.23 (-7.34)   |   I-GRADE 182.055 (-0.59)   |   IDX30 520.23 (-3.14)   |   IDX80 139.249 (-0.62)   |   IDXBUMN20 408.872 (-1.63)   |   IDXESGL 143.85 (-0.25)   |   IDXG30 142.18 (0.09)   |   IDXHIDIV20 459.051 (-3.03)   |   IDXQ30 148.957 (-0.6)   |   IDXSMC-COM 277.162 (-0.91)   |   IDXSMC-LIQ 347.622 (-0.6)   |   IDXV30 138.219 (-0.5)   |   INFOBANK15 1055.23 (-7.44)   |   Investor33 446.478 (-2.09)   |   ISSI 180.128 (-0.71)   |   JII 636.549 (-4.61)   |   JII70 222.134 (-1.32)   |   KOMPAS100 1238.45 (-7.28)   |   LQ45 966.883 (-3.74)   |   MBX 1689.51 (-8.25)   |   MNC36 329.297 (-2.07)   |   PEFINDO25 325.3 (-0.25)   |   SMInfra18 310.992 (2.08)   |   SRI-KEHATI 381.519 (-2.14)   |  

Ekonomi Indonesia Terkontraksi, Konsumsi Harus Lebih Digerakkan

Kamis, 6 Agustus 2020 | 08:53 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonomi Indonesia pada triwulan II-2020 mengalami kontraksi cukup dalam. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan tersebut terkontraksi 5,32 persen year-on-year (YoY), terendah sejak triwulan I-1999 yang ketika itu mencapai 6,13 persen.

Ancaman resesi pun kini di depan mata, bila pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan III-2020 kembali negatif. Beberapa negara sudah mengalami kondisi ini, antara lain Amerika Setikat, Korea Selatan, hingga Singapura.

Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira mengatakan, agar triwulan III-2020 tidak kembali mengalami pertumbuhan negatif, perlu dioptimalkan belanja pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memberikan intervensi dari sisi belanja pemerintah.

Di sisi lain, realisasi anggaran penanganan Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang saat ini masih rendah juga harus lebih dioptimalkan. Terutama yang dapat mendorong sisi permintaan atau demand.

“Untuk program-program yang sifatnya bantuan sosial berupa sembako, ini bisa dialihkan ke dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), sehingga ada pergerakan ekonomi di bawah. Ini salah satunya juga untuk mendorong konsumsi bisa tumbuh,” kata Anggawira kepada Beritasatu.com, Kamis (5/8/2020).

Dengan memberikan bantuan secara tunai, lanjut Anggawira, penerima manfaat bisa membelanjakan uang tersebut di pasar tradisional atau warung dekat rumah, sehingga kegiatan ekonomi di bawah bisa ikut bergerak.

Sementara menurut ekonom Institute for Development of Economic sand Finance (Indef) Abdul Manap Pulungan, pembenahan di triwulan III-2020 memang menjadi taruhan apakah Indonesia juga akan masuk ke jurang resesi. Namun jika melihat realisasi program PEN yang masih rendah hingga awal Agustus 2020, ancaman resesi menurut Abdul Manap sudah di depan mata. Apalagi sebetulnya keberadaan PEN adalah untuk menjaga agar kontraksinya tidak terlalu dalam.

“PEN ini sebetulnya dilakukan untuk menjaga agar ekonomi tidak nyungsep ke kontraksi atau resesi. Tapi sampai saat ini pun realisasinya masih sangat rendah, sehingga besar kemungkinan ekonomi kita di triwulan III-2020 akan kembali negatif,” kata Abdul Manap.

Untuk menjaga agar konsumsi rumah tangga tidak menurun terlalu dalam, selain dengan bantuan langsung tunai, menurut Abdul Manap yang bisa dilakukan adalah dengan tidak menaikkan harga-harga yang bisa diatur Pemerintah.

“Konsumsi ini harus dikelola dengan baik. Tidak ada kenaikan (iuran) BPJS Kesehatan, tidak ada intervensi di harga yang bisa diatur Pemerintah, ini bisa menjaga konsumsi masyarakat,” kata Abdul Manap.

Hal senada disampaikan peneliti Indef lainnya, Bhima Yudhistira. Untuk bansos dalam upaya menggerakkan konsumsi, menurut dia sasarannya perlu diperluas ke kelompok masyarakat menengah rentan miskin.

Stimulus perpajakan menurutnya juga perlu dievaluasi, apakah selama ini berkorelasi dengan penyerapan tenaga kerja. “Bila tidak efektif, ini bisa diganti. Misalnya dengan perluasan bansos yang modelnya bantuan langsung tunai,” kata Bhima.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Schneider Electric Luncurkan Solusi Hijau di Industri Makanan Minuman

EcoStruxure for Food and Beverage mengintegrasikan industrial internet of things (Iot) dan teknologi otomasi di seluruh aspek rantai.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Bursa Asia Mixed karena Ketegangan AS-Tiongkok

Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,26 persen pada awal perdagangan.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

IHSG Diproyeksi Naik, Ini Daftar Saham Pilihan

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 5.077 - 5.161.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Emas Tembus Rekor Baru Setelah Lampaui US$ 2.000 Per Ounce

Emas telah naik 34 persen pada tahun ini dan merupakan salah satu aset berkinerja terbaik 2020.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

S&P 500 Naik Hari Keempat Ditopang Harapan Vaksin Covid-19

Kenaikan S&P 500 sebagian besar dipimpin saham teknologi utama seperti Facebook, Amazon , Netflix, Apple, Alphabet, dan Microsoft.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Bursa Eropa Ditutup Menguat Didukung Kinerja Emiten

Saham sektor sumber daya dasar, dan perjalanan naik lebih 3 persen memimpin kenaikan.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Pandemi Covid-19, HCML Dorong Vendor Pengadaan Lakukan Penyesuaian

HCML menggelar kegiatan sosialisasi Vendor Day pada 4-5 Agustus 2020 di Jakarta.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Kinerja BPR Dinilai Masih Prospektif di Masa Pandemi

Industri BPR-BPRS dalam kondisi yang sehat, terjaga dan masih tumbuh positif.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

AkuratPoll: Berkinerja Baik, OJK Tak Layak Dibubarkan

Hasil survei AkuratPoll Sentra Riset and Consulting menunjukkan bahwa masyarakat tidak menginginkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dibubarkan karena berkinerjanya sangat baik.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Pegadaian Ajak Masyarakat Merdeka Secara Finansial

memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI, PT Pegadaian menyelenggarakan webinar Emas Merdeka bertajuk "Merdeka Finansial di Era New Normal”, Kamis (6/8/2020).

EKONOMI | 5 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS