Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Buyung Poetra Tingkatkan Kapasitas Produksi Menjadi 95 Ton Beras per Jam

Selasa, 21 Juli 2020 | 22:40 WIB
Oleh : Thereis Kalla / ALD

Jakarta, Beritasatu.com - PT Buyung Poetra Sembada Tbk (Buyung Poetra) memprediksi, prospek bisnis beras tetap meningkat, meskipun dunia usaha tengah diterpa dampak pandemi virus corona (Covid-19). Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, permintaan ekspor beras juga tetap tinggi. Untuk itu, perseroan melakukan ekspansi dengan membangun pabrik baru untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 95 ton beras per jam.

Investor Relation Buyung Poetra, Dion Surijata, mengatakan, prospek bisnis perseoran menunjukan peningkatan. Hal ini terbukti kapasitas pabrik pengolahan beras terus ditingkatkan agar dapat memaksimalkan jumlah produksi beras.

“Kita sedang bangun pabrik baru di Sumatera Selatan, akan menambah kapasitas produksi 20 ton per jam. Kalo kita lihat perusahaan ke depannya prospeknya masih bagus, tantangannya tinggal memperkuat branding Topi Koki,” kata Dion dalam acara company visit ke Berita Satu Media Holding secara virtual, Selasa (21/7/2020).

Dia menjelaskan, dengan penambahan pabrik baru di Sumatera Selatan, maka total kapasitas produksi perseroan akan mencapai 95 ton per jam. Saat ini Buyung Poetra Sembada telah memiliki dua pabrik yang berada di Subang dan Cipinang, Jakarta.

Pabrik di Subang memiliki kapasitas produksi sebesar 50 ton per jam, sedangkan pabrik di Cipinang memiliki kapasitas produksi 5 ton per jam. Sementara pabrik di Sumatera Selatan ditargetkan dapat beroperasi di akhir 2020 dengan kapasitas 20 ton per jam, sedangkan penambahan kapasitas 20 ton per jam sisanya akan diselesaikan di tahun 2021.

Dion mengungkapkan, ada penundaan proses pembangunan akibat dampak pandemi Covid-19. “Untuk pabrik yang di Sumsel sebenarnya mesin-mesinnya sebagian sudah datang, hanya saat mau dipasang pada Maret-April, teknisinya dari Vietnam tidak bisa ke Indonesia karena ada Covid-19, jadi kita tunda. Nanti dalam satu atau dua bulan ke depan kita jalankan lagi,” ujar Dion.

Dia mengatakan, perseroan juga menyewa tempat di Pasar Induk Cipinang untuk mengoperasikan mesin berkapasitas produksi sebesar 5 ton per jam. Dengan demikian, saat ini perseroan telah memiliki kapasitas produksi total sebesar 55 ton per jam.

Menurut Dion, Indonesia sebagai konsumen beras terbesar ketiga di dunia, membuat potensi kebutuhan beras masih sangat besar, sehingga perseroan tetap optimistis menatap prospek bisnis ke depan. Apalagi tren pola konsumsi beras masyarakat Indonesia kini mulai berubah, dari beras curah ke beras bermerek, sehingga potensi pertumbuhan bisnis beras masih lebar untuk digarap perseroan.

“Masyarakat yang tadinya beli beras curah atau literan, akan beralih ke beras branded seiring pola konsumsi masyarakat akan beras berkualitas,” kata Dion.

Eskpor
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Buyung Poetra Sembada Budiman Susilo menyatakan, untuk pertama kalinya pada Maret 2020, perseroan mengekspor beras sebanyak satu kontainer ke Singapura atau setara dengan 22 ton.

Menurut dia, salah satu produk beras Indonesia yang disukai di luar negeri adalah pandan wangi. Teksturnya yang berbeda, sehingga lebih disukai dibandingkan beras produksi Vietnam.

“Tekstur pandan wangi hanya kita yang punya, tekstur beras kita agak bulat, berbeda dengan beras di Thailand ataupun dari Vietnam,” ujar Budiman.

Budiman menambahkan, potensi ekspor masih terbuka luas, bahkan belum lama ini perseroan ditawari untuk ekspor beras ke Arab Saudi. Namun karena merebaknya pandemi Covid-19 membuat rencana tersebut tertunda.

Saat ini, Buyung Poetra menggunakan mesin pengering atau drier untuk menekan kadar air dalam padi, sehingga diharapkan akan mengurangi potensi kerusakan beras patah dalam proses produksi.

Budiman mengungkapkan, perseroan juga berkomitmen untuk tetap fokus menggunakan pasokan dari pengepul lokal, ketimbang impor. Selain pasokan padi lokal yang terjaga, hal tersebut juga diharapkan mendorong kehidupan petani dalam negeri untuk tetap bersemangat memasok padi.

Sementara itu, kontribusi bagi masyarakat dari perseroan adalah dengan terus terbuka dalam mensosialisasikan dan perkembangan sistem penanaman padi yang memanfaatkan pompanisasi dan kanalisasi. Sistem tersebut telah diuji coba langsung oleh keluarga Sukarto Buyung.

"Dengan sistem pompanisasi dan kanalisasi, panen yang biasanya setahun sekali, menjadi tiga kali dalam setahun. Hal tersebutdisebabkan oleh lebih besarnya kapasitas pompa sistem irigasi dan lebih tingginya tanggul dalam petak sawah," ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Komite Covid-19 dan PEN Wujud Upaya Luar Biasa Pemerintah

Covid-19 telah berdampak multidimensi mulai dari aspek kesehatan, sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Di Tengah Covid 19, Indonesia Genjot Ekspor Bawang Merah ke Thailand

Ekspor bawang merah diharapkan tidak menurun meski sempat terhambat pandemi Covid-19.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Di Tengah Pandemi, 28 Perusahaan Melantai di Bursa

Selama semester I-2020 di tengah adanya pandemi Covid-19, ada 28 emiten baru yang tercatat di bursa.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Jokowi: Bantuan Modal Jangan Dibelikan HP

Sebanyak 60 pelaku usaha mikro dan kecil dari sejumlah wilayah di DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu menerima secara langsung bantuan modal kerja dari Jokowi.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Penerbangan Berangsur Pulih di Bandara Soekarno-Hatta

Rata-rata jumlah penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta sudah berkisar 400 hingga 430 penerbangan per hari.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Intiland Siapkan Pengembangan Hunian Baru di Graha Natura

Intiland saat ini memiliki dua pengembangan kawasan perumahan di wilayah Surabaya.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Kempupera Dorong Pembangunan Perumahan di Kalbar

Kempupera Sosialisasi Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan di Kalbar.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Penanganan Covid-19 Pengaruhi Aliran Modal Asing

Penanganan Covid-19 sangat penting untuk menjaga keyakinan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.

EKONOMI | 21 Juli 2020

New Normal Pulihkan Pasar Properti, Pasokan Berangsur Positif

Tren suplai dan pencarian properti mengalami peningkatan konstan pada Mei ke Juni 2020.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Bisnis Metrodata Masih Bisa Tumbuh Positif di Tengah Pandemi

Metrodata masih bisa mencatatkan pertumbuhan sekitar 1 persen di semester I-2020.

EKONOMI | 21 Juli 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS