Bahlil: BKPM Berhasil Eksekusi Investasi Mangkrak Rp 410 Triliun

Bahlil: BKPM Berhasil Eksekusi Investasi Mangkrak Rp 410 Triliun
Bahlil Lahadalia. (Foto: BeritaSatu Photo/Humas BKPM)
Herman / FER Senin, 13 Juli 2020 | 16:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus melakukan pengawalan investasi di tengah ancaman pandemi Covid-19. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), BKPM ditugaskan agar dapat mengeksekusi adanya investasi mangkrak yang mencapai total Rp 708 triliun.

Baca Juga: Tidak Ramah Investasi, Pelayanan Kesehatan Sumbar Tertinggal

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyampaikan, sampai dengan awal akhir Juni 2020, BKPM telah berhasil mengeksekusi investasi mangkrak hingga 58 persen atau senilai Rp 410 triliun dari total Rp 708 triliun. Bahlil juga menyebut tiga penyebab investasi tersebut bisa mangkrak, yaitu arogansi sektoral, ada aturan yang tumpeng tindih, dan permasalahan di lapangan terkait dengan lahan.

"Ketika saya masuk ke BKPM, ada Rp 708 trilun investasi yang mangkrak. Dari bulan Oktober 2019 hingga Juni 2020 kemarin, dari Rp 708 triliun investasi yang mangkrak, yang sudah kita eksekusi lebih dari separuhnya atau sekitar Rp 410 triliun,” kata Bahlil Lahadalia dalam peluncuran buku 'Pandemi Corona: Virus Deglobalisasi' di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Beberapa investasi mangkrak yang berhasil difasilitasi antara lain Hyundai dengan total investasi Rp 21,7 triliun, Rosnef Rp 211,9 triliun, PT Vale Indonesia Tbk Rp 39,2 triliun, Nindya Karya Rp 9,5 triliun, PT Galempa Sejahtera Bersama Rp 2,0 triliun, Tenaga Listrik Bengkulu Rp 5,2 triliun, PT Sumber Mutiara Indah Perdana Rp 1,8 triliun, Lotte Chemical Rp 61,2 triliun, YTL Power Rp 38 triliun, Kobexindo Rp 14 triliun, Minahasa Cahaya Lestari Rp 1,8 triliun, dan beberapa investasi mangkrak lainnya.

Baca Juga: BKPM Gandeng AP II Tawarkan 7 Proyek Bandara

"Hyundai itu tiga tahun tidak selesai-selesai, padahal mintanya hanya tax holiday. Kemudian Lotte Chemical, empat tahun lebih tidak selesai, masalahnya di tanah, urusannya dengan BUMN dan regulasi. Selama dua bulan saya selesaikan masalahnya," papar Bahlil.

Untuk menjaga iklim investasi di masa pandemi, Bahlil menyampaikan, ada empat strategi yang dibuat BKPM, yaitu memfasilitasi perusahaan existing yang sudah beroperasi, memfasilitasi potensi perusahaan existing yang belum tereksekusi, mendatangkan investasi baru, dan memberikan insentif bagi perusahaan existing yang melakukan ekspansi.

Bahlil menegaskan, investasi merupakan motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi. Apalagi di tengah kondisi pandemi seperti saat ini di mana konsumsi masyarakat yang menjadi kontributor utama PDB Indonesia sedang melemah.

Baca Juga: Jokowi Perintahkan Kepala BKPM Permudah Perizinan

Menurut Bahli, 79 persen pendapatan negara berasal dari penerimaan pajak. Adanya peningkatan investasi akan berdampka positif terhadap peningkatan penerimaan pajak. Sebagai contoh investasi pada sektor manufaktur, di mana hal tersebut membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan ekspor, dan memberikan nilai tambah terhadap barang.

"Investasi dapat mendorong terciptanya lapangan kerja. Bila lapangan kerja semakin banyak, maka akan meningkatkan pendapatan masyarakat, yang pada akhirnya akan mendorong daya beli (konsumsi) masyarakat,” kata Bahlil.



Sumber: BeritaSatu.com