Indef Ingatkan Ancaman Kontraksi Ekonomi Lebih Dalam
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Realisasi Program PEN Minim

Indef Ingatkan Ancaman Kontraksi Ekonomi Lebih Dalam

Senin, 13 Juli 2020 | 16:23 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengingatkan adanya potensi kontraksi pertumbuhan ekonomi yang semakin dalam pada triwulan III 2020.

Baca Juga: Bantuan Berbentuk Sembako Bisa Matikan Usaha Kecil

Hal ini berkaca dari realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang masih sangat minim, ditambah lagi dengan adanya peningkatan kasus baru Covid-19 yang terus tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Pada triwulan I 2020 lalu, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 2,97 persen. Sedangkan di triwulan II 2020, pemerintah memprediksi ekonomi Indonesia akan minus 3,1 persen.

"Selama kebijakan-kebijakan perlindungan sosial dan juga pemulihan ekonomi nasional tidak tepat sasaran, potensi pertumbuhan yang negatif atau terjadinya kontraksi ekonomi kemungkinan besar tidak hanya terjadi di triwulan II," kata Enny Sri Hartati di sela peluncuran buku 'Pandemi Corona: Virus Deglobalisasi' di Jakarta, Senin (13/7/2020).

"Bila ini tidak segera dibenahi dan re-focusing menangani persoalan-persoalan yang konkret, besar kemungkinan triwulan III tidak hanya tetap negatif, tetapi kontraksinya bisa jauh lebih besar," tambahnya.

Baca Juga: Reshuffle Tim Ekonomi Kabinet Dinilai Perlu Dilakukan

Enny menyampaikan, sumber pertumbuhan ekonomi terbesar adalah konsumi rumah tangga. Sehingga program pemulihan ekonomi yang dijalankan harus betul-betul memperhatikan efektifitasnya dalam mendorong daya beli masyarakat.

Namun, optimisme pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, menurut Enny, harus tetap ada. Sikap tersebut, juga harus dibarengi dengan kerja keras dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat.

"Bila masyarakat tidak punya kreativitas beradaptasi terhadap pandemi, pasti resesi yang kita hadapi ini akan berkepanjangan. Tetapi kalau kita bersatu padu, masyarakatnya kreatif, pemerintahnya juga efektif, pelaku usahanya juga tidak manja, pasti badai ini akan cepat berlalu,” imbuhnya.

Enny juga mengingatkan, pandemi Covid-19 bukanlah hal yang biasa. Bukan hanya memunculkan adaptasi kebiasaan baru atau new normal, pandemi ini juga banyak memunculkan norma-norma baru. Bahkan tatanan ekonomi dunia juga akan berubah secara signifikan.

Baca Juga: Indef Setuju Rencana Bank BUMN Syariah Dimerger

"Ini harus menjadi pemahaman pemangku kepentingan, terutama elite di pemerintahan, legislatif dan eksekutif untuk paham betul. Mereka harus benar-benar beradaptasi terhadap kebutuhan-kebutuhan dengan adanya norma baru setelah pandemi Covid-19 ini," kata Enny.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dorong Penjualan Kyo Society, Tanrise Property Gandeng Arebi Jatim

Tanrise Property mempercayakan Arebi Jatim sebagai wadah para kantor broker properti untuk penjualan apartemen Kyo Society.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Doni Joewono Dipilih Sebagai Deputi Gubernur BI

Doni akan menggantikan posisi Erwin Rijanto, karena masa jabatannya sudah berakhir.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Awal Pekan, IHSG Ditutup di Zona Hijau

IHSG berada pada posisi 5.064,44.

EKONOMI | 13 Juli 2020

BCA Dorong Sektor Riil untuk Cegah Resesi

Debitur per debitor harus diamati kesehatan keuangannya.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Siang Ini, Rupiah Tertekan Saat Mata Uang Asia Menguat

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.370-Rp 14.472 per dolar AS.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Menguat

Shanghai SE composite di Tiongkok naik 42,02 poin (1,27 persen) mencapai 3.426.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Sesi Siang, IHSG Naik 12 Poin ke Level 5.043

Sebanyak 224 saham naik, 163 saham melemah dan 162 saham stagnan.

EKONOMI | 13 Juli 2020

CEO Airmas Group Pecahkan Dua Rekor MURI

CEO Airmas Group Basuki Surodjo meraih dua rekor MURI melalui pembagian nasi kotak estafet terlama dan penjualan lelang jaket termahal.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Pandemi Covid-19 Bukan Kesempatan Tidak Bayar Utang

Jangan lari dari tanggung jawab membayar utang dan bersembunyi di balik pandemi Covid-19.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Covid-19 Picu Utang Baru Korporasi Global Rp 15.000 Triliun

Perusahaan-perusahaan AS berutang hampir setengah dari utang perusahaan dunia sebesar US$ 3,9 triliun.

EKONOMI | 13 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS