Logo BeritaSatu
HUT Ke-17 Koperasi

Hipmi Minta Koperasi Produktif Lebih Digalakkan

Minggu, 12 Juli 2020 | 15:13 WIB
Oleh : Herman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Bidang Ekonomi Kreatif, Pariwisata, Koperasi dan UMKM Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Rano Wiharta menilai asas kekeluargaan yang menjadi tujuan dibentuknya koperasi saat ini mulai kehilangan ruh-nya. Koperasi simpan pinjam dalam beberapa tahun terakhir ini memang masih memperlihatkan geliatnya. Tetapi khusus untuk koperasi sektor riil atau produktif, perkembangannya dinilai lamban.

Karenanya, di moment Hari Koperasi ke-73 ini, Rano berharap pemerintah lebih menggalakkan lagi koperasi yang sifatnya lebih produktif, misalnya koperasi nelayan, kopersi pengrajin, koperasi petani, koperasi pekebun, dan lain sebagainya.

“Kopersi simpan pinjam perkembangannya lebih pesat. Ini patut disyukuri, meskipun ini lebih mendorong sifat yang konsumtif dan bukan produktif seperti koperasi pengrajin, koperasi nelayan, koperasi petani, dan lain-hal. Koperasi produktif ini sekarang tidak berjalan dengan baik. Orang-orang sekarang lebih memilih yang konsumtif, yang justru membuat koperasi simpan pinjam berkembang liar,” kata Rano Wiharta kepada Beritasatu.com, Minggu (12/7/2020).

Perihal anggapan bahwa koperasi belum memberikan kesejahteraan rakyat, di mana salah satu indikatornya adalah Sisa Hasil Usaha (SHU) yang tergolong minim, menurut Rano hal ini terjadi akibat kesadaran anggota dalam mengembangkan koperasi yang juga masih sangat minim.

Di sisi lain, koperasi simpan pinjam juga menghadapi tantangan dari perbankan. Apalagi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan juga sudah lebih mudah dijangkau.

“Koperasi simpan pinjam memang sempat booming sekitar 3 tahun lalu, walaupun sebenarnya bunganya lebih tinggi dibandingkan bunga bank. Ketika mulai ada KUR masuk di desa-desa, lalu bank punya cabang kecil di daerah, koperasi simpan pinjam juga mulai tergerus. Apalagi KUR juga sudah mulai mudah dengan bunga yang lebih bersahabat, sehingga membuat koperasi simpan pinjam saat ini bleeding juga, berdarah-darah dan banyak yang akhirnya gulung tikar,” kata Rano.

Yang juga menurutnya sangat penting adalah terkait sosialisasi koperasi yang dinilai Rano sudah mulai berkurang. Padahal beberapa tahun lalu setiap sekolah memiliki koperasi sebagai sarana belajar bagi para siswa mengenai konsep koperasi.

“Koperasi harus lebih disosialisasikan lagi kepada generasi muda. Koperasi di tingkat sekolah harus dihidupkan kembali, sehingga anak-anak muda kita bisa diajarkan bagaimana berkembang dengan koperasi,” kata Rano.

Tetapi meskipun tantangan yang dihadapi koperasi di Indonesia cukup berat, Rano tetap optimistis dengan masa depan koperasi. “Bila pemerintah serius, saya optimis koperasi bisa lebih baik. Makanya harus ditanamkan dari usia dini untuk memperkenalkan koperasi,” kata Rano.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 
BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tok! Right Issue Waskita Karya Rp 980 Miliar Disetujui

Pada 2022 Waskita Karya akan mendapatkan alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3 triliun.

EKONOMI | 27 September 2022

Sektor Basic dan Teknologi Picu IHSG Turun 34 Poin di Sesi I

Volume perdagangan IHSG hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 153,7 miliar saham senilai Rp 7,1 triliun.

EKONOMI | 27 September 2022

AFPI Laporkan Pinjol Ilegal Replikasi Fintech ke Bareskrim

AFPI melaporkan dugaan tindak pidana replikasi 28 platform fintech peer to peer (p2p) lending berizin kepada Bareskrim, Polri

EKONOMI | 27 September 2022

Dengan Private Placement, Utang Bumi Terpangkas US$ 1,6 M

PT Bumi Resource Tbk (BUMI) segera melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau private placement.

EKONOMI | 27 September 2022

Harga Emas Dekati Level Terendah 2,5 Tahun, Ini Penyebabnya

Harga emas di pasar spot turun 1,2% pada US$ 1.623,59 per ons, setelah ambles ke level terendah sejak April 2020 di US$ 1.626,41.

EKONOMI | 27 September 2022

Bank Dunia: Ekonomi Tiongkok Melambat Tidak Berdampak, RI Tetap Tumbuh 5,1%

Bank Dunia (World Bank), Selasa (27/9/2022), mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 5,1% untuk tahun ini.

EKONOMI | 27 September 2022

Kembali Melemah, Rupiah Betah di Level Rp 15.100-an

Transaksi mata uang Garuda atau rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 15.134- Rp 15.171 per dolar AS.

EKONOMI | 27 September 2022

Dorong UMKM, Askrindo Syariah Gelar Literasi di Medan

Askrindo Syariah terus mendukung pemerintah dalam meningkatkan Inklusi Keuangan Syariah khususnya dalam bidang penjaminan.

EKONOMI | 27 September 2022

Aksi Jual dan Beli Tarik-menarik pada Pembukaan IHSG

IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (27/9/2022) dibuka turun di tengah negatifnya bursa saham Amerika Serikat (AS).

EKONOMI | 27 September 2022

Bank Dunia: Telah Terjadi Perubahan Peran di Ekonomi Asia

Perekonomian Tiongkok mulai melambat, sementara negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik tumbuh pesat. Demikian menurut laporan Bank Dunia.

EKONOMI | 27 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasus Anggota DPRD Depok, Golkar: Pemeriksaan Internal Tetap Berjalan

Kasus Anggota DPRD Depok, Golkar: Pemeriksaan Internal Tetap Berjalan

NEWS | 2 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings