Logo BeritaSatu
HUT Ke-73 Koperasi

Tiga Faktor Koperasi di Indonesia Belum Berkembang Signifikan

Minggu, 12 Juli 2020 | 15:05 WIB
Oleh : Lona Olavia / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Suroto menilai, kondisi koperasi Indonesia di era digital ekonomi saat ini belum signifikan. Tercatat, kontribusinya baru 2,5% terhadap GDP dan jumlah anggota koperasi sesungguhnya hanya mencapai 15.200 atau 10% dari yang diklaim pemerintah sebanyak 152.000.

Di mana, sisanya itu merupakan koperasi palsu yang semestinya perlu dibubarkan pemerintah supaya tidak mengganggu 10% yang benar tersebut. "Dari model perusahaan canggih seperti ini, sayangnya banyak koperasi palsunya yang didirikan oleh pengusaha yang menipu masyarakat, makanya muncul kasus Langit Biru, Pandawa dan sebagainya," katanya Sabtu (11/7/2020).

Koperasi menurutnya punya prospek yang bagus, karena konsumen jadi pemilik dari perusahaan. Ia pun menilai, setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan koperasi di Indonesia tidak berkembang. Pertama, paradigma atau cara pandang masyarakat terhadap koperasi yang baik masih sangat minim.

Kedua, regulasi. Sehingga, undang-undang koperasi perlu direvisi, misalnya saja jumlah orang yang mendirikan cukup dipangkas dari 20 menjadi minimal 3 orang. Selain itu, undang-undang yang lain juga tidak boleh diskriminasi terhadap koperasi. "Misalnya undang-undang BUMN yang mewajibkan semua BUMN harus berbadan hukum PT, kenapa tidak koperasi jadi dimiliki oleh masyarakat. Listrik di Amerika itu dikelola oleh satu koperasi yang dimiliki pelanggannya, namanya NFCA yang beroperasi di 51 negara bagian mereka," katanya.

Ketiga, minimnya kemauan pemerintah untuk mengembangkan kelembagaan atau ekosistem koperasi. Di mana, sistem pendidikan dan research and development, kebijakannya tidak mendorong supaya ekosistem koperasi menjadi mainstream.

Lebih lanjut, kata Suroto, modernisasi koperasi saat ini sudah mutlak di mana digitalisasi koperasi yang tidak hanya melayani simpan pinjam atau rebranding perlu didorong ke arah ekonomi digital.

"Semua orang kalau dengar koperasi pasti di-mindset mereka simpan pinjam, padahal koperasi di negara lain itu bergerak di semua sektor termasuk layanan publik yang dikembangkan melalui basis koperasi," katanya.

Koperasi, sambungnya sebenarnya merupakan terjemahan dari sistem demokrasi yang menciptakan keadilan atau pemerataan ekonomi. Jika konsep tersebut diterapkan benar maka rasio ketimpangan atau gini ratio akan rendah.

Ia pun mencontohkan, koperasi di Singapura yang bernama NTUC (National Trade Union Congress atau Federasi Serikat Buruh Singapura) Fair Price yang kini mengelola ratusan toko, supermarket dan outletnya yang tersebar di berbagai pelosok Singapura dengan pangsa pasar 64% dan dimiliki oleh 800.000 warga Singapura diharapkan bisa menjadi benchmark dari pengembangan koperasi di Indonesia.

"NTUC berbasis anggota dan benar-benar menjadi pemilik, dan mereka paham betul soal koperasi, koperasi juga milik dia bukan hanya sekedar nasabah. Makanya, membangun ekosistem melalui edukasi menjadi amat penting," ujar Suroto.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kontribusi PNBP Signifikan, PTBA Raih Penghargaan Subroto

PT Bukit Asam (PTBA) berhasil meraih Penghargaan Subroto 2022 Bidang PNBP Mineral dan Batubara.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Jababeka Pinjam US$ 100 Juta ke Mandiri untuk Bayar Utang

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menandatangani kredit sebesar US$ 100 juta dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Bakti Targetkan Bangun 7.000 BTS 4G di Daerah 3T hingga 2024

Hingga September 2022, total BTS 4G yang sudah dibangun Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (Bakti) mencapai 4.241 site.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Perkuat Layanan Rumah Sakit, Begini Strategi Bundamedik

PT Bundamedik Tbk (BMHS) terus memperkuat strategi bisinis dengan meningkatkan kualitas layanan rumah sakit.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Bangun BTS 4G di Daerah 3T, Ini Tantangan yang Dihadapi Bakti

Bambang menegaskan, tugas yang dijalankan Bakti Kemenkominfo dalam membangun BTS 4G di daerah 3T tidaklah mudah

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Pegadaian Bukukan Transaksi Rp 2 Miliar di KustomFest 2022

PT Pegadaian berhasil membukukan transaksi lebih dari Rp 2 miliar di acara Indonesia Kustom Kulture Festival (KustomFest) 2022.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

SWI Tindak 105 Pinjol Ilegal dan 18 Investasi Bodong

Satgas Waspada Investasi (SWI) menutup kegiatan 105 pinjaman online (pinjol) ilegal dan 18 investasi bodong selama September 2022.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Wika Rampungkan Proyek Revitalisasi Bandara Halim On Time

Proyek revitalisasi bandara Halim mencerminkan kapasitas Wika Group dalam menyelesaikan proyek sesuai dengan target waktu dan kualitas yang telah ditetapkan.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Buka Tiga Akses Baru, Volume LHR Tol Becakayu Naik 42%

Pengoperasian tiga akses baru tol Becakayu dinilai memberikan banyak manfaat bagi pengguna jalan dalam mempersingkat waktu perjalanan.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Pasar Perkantoran Bergerak Naik Dipicu Kebijakan WFO 100%

Kebijakan PPKM Level 1 di seluruh Indonesia serta membolehkan work from office (WFO) 100%, mendorong kenaikan pasar perkantoran.

EKONOMI | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
FIF Group dan RSU Hermina Dirikan Rumah Singgah

FIF Group dan RSU Hermina Dirikan Rumah Singgah

EKONOMI | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings