Colliers: Aktivitas Sewa Ruang Perkantoran Masih Berjalan

Colliers: Aktivitas Sewa Ruang Perkantoran Masih Berjalan
Ilustrasi gedung perkantoran. (Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal)
Imam Muzakir / FER Rabu, 8 Juli 2020 | 19:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Konsultan properti Colliers International Indonesia menilai, kinerja properti untuk sektor perkantoran sampai kuartal II 2020 ini tidak ada pasokan tambahan. Apalagi di masa pandemi Covid-19, perusahaan lebih banyak melakukan kerja di rumah atau work from home (WFH). Adapun pasokan kumulatif perkantoran sampai kuartal II 2020 di Jakarta capai 10,6 juta meter persegi (m2).

Baca Juga: Meikarta Pecahkan Rekor MURI

"Tidak ada gedung perkantoran baru masuk selama kuartal II 2020. Sampai sekarang, pasokan masih 10,4 juta meter persegi dimana 66 persen berada di kawasan central business district (CBD),” kata Senior Associate Director, Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dalam paparan kinerja properti kuartal II 2020, di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Menurut Ferry, pasokan tambahan ruang perkantoran diperkirakan akan bertambah besar pada tahun 2023, karena banyak gedung yang sedang konstruksi baru selesai. "Beberapa proyek lainnya masih dalam tahap perencanaan, sehingga waktu penyelesaiannya akan sangat dinamis," jelasnya.

Baca Juga: Kempupera Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Pariwisata

Sedangkan untuk pasokan 2020-2024 diperkirakan akan bertambah 1,22 juta m2 atau sekitar 60 persen berada di kawasan CBD. Meski tidak ada tambahan pasokan baru, tingkat hunian di kawasan CBD ini, terus alami penurunan tajam, sedangkan untuk luar CBD masih cukup stabil.

"'Penyebab penurunan ini, tidak hanya akibat pandemi Covid-19, tetapi juga pasar masih didominasi tenant market, pasokan melimpah dan permintaan yang terbatas," paparnya.

Baca Juga: Konsep TOD Tingkatkan Nilai Investasi Properti

Lebih lanjut, Ferry mengatakan, meskipun volume lebih rendah, aktivitas sewa menyewa ruang perkantoran masih terus berjalan. Penyewa akan terus mencoba bernegosiasi atau mengajukan penundaan pembayaran sewa, terutama penyewa yang masih menjalankan atau memperbaharui masa sewa. "Kebijakan WFH akan terus dievaluasi, imbasnya akan terjadi reduksi penggunaan ruang kantor," tandas Ferry.



Sumber: BeritaSatu.com