Digitalisasi Keuangan Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi

Digitalisasi Keuangan Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi
Ilustrasi "quick response Indonesia standard". (Foto: Antara)
Lona Olavia / FER Rabu, 8 Juli 2020 | 17:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peningkatan transaksi digital perbankan saat ini merupakan tren yang tidak dapat dihindari, sehingga perbankan harus dapat mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi digital termasuk memanfaatkan data perbankan dengan baik.

Baca Juga: Gandeng Google Cloud, BRI Berdayakan UMKM

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Sumber Daya Manusia Bank Indonesia (BI), Doni P Joewono mengatakan, elektronifikasi atau keuangan digital saat ini dalam menjalankan roda perekonomian nasional pada kondisi pandemi Covid-19 menjadi kian penting, termasuk di level pemerintah daerah (Pemda). Menurut Doni, hal itu perlu diterapkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.

"Elektronifikasi Pemda ini dapat meningkatkan pemasukan asli daerah (PAD) melalui governance dan melalui elektronifikasi, PAD bisa meningkat, transportasi juga bisa melakukan elektronifikasi di daerah-daerah” katanya dalam fit and proper test calon Deputi Gubernur BI, di Gedung DPR, Rabu (8/7).

BI pun, lanjut Doni, akan terus mendorong QR Code Indonesia Standard atau QRIS sebagai sarana pembayaran yang terstandarisasi. Digitalisasi, juga merupakan salah satu dari empat tantangan yang harus dihadapi perekonomian saat ini, selain menjaga ketahanan ekonomi, mengoptimalkan potensi perekonomian, dan menguatkan sektor keuangan agar tidak rentan dan mampu menyediakan pembiayaan.

Baca Juga: Bank DKI Kembangkan Fitur Baru di Aplikasi JakOne Mobile

Menghadapi ini, jelas Doni ada dua strategi yang harus ditempuh. Antara lain, penurunan suku bunga kebijakan, pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM), insentif pengurangan kewajiban GWM, serta pembelian SUN tenor pendek di pasar perdana.

Sementara itu, Asisten Gubernur-Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Aida S Budiman, menuturkan, saat ini sangat dibutuhkan perubahan struktural ke arah digital yang akan membawa perekonomian ke dunia baru. Di mana, digitalisasi saat ini akan memberikan peluang dan peningkatan kegiatan ekonomi.

"Namun perkembangan teknologi digital yang cepat ini juga memberikan tantangan dalam pengelolaan ekonomi. Digitalisasi dan Covid-19 mengubah perilaku perekonomian dan efektivitas kebijakan yang akan ditempuh," kata Aida.

Baca Juga: Juni, Cadangan Devisa Naik Jadi US$ 131,7 Miliar

Adapun terdapat tiga calon Deputi Gubernur BI, yaitu Juda Agung, Aida S Budiman, dan Doni Primanto Joewono. Mereka merupakan kandidat deputi yang diusulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dipilih DPR. Salah satu dari mereka, akan menggantikan Erwin Rijanto yang masa jabatannya telah berakhir 17 Juni.



Sumber: BeritaSatu.com