Menpupera: Penyelesaian Tol Trans Sumatera Butuh Rp 387 Triliun

Menpupera: Penyelesaian Tol Trans Sumatera Butuh Rp 387 Triliun
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono. (Foto: ANTARA)
Lennny Tristia Tambun / FER Selasa, 7 Juli 2020 | 17:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono mengatakan, untuk pembangunan Tol Trans Sumatera beserta beserta ruas backbone dengan total panjang 2.828 kilometer (km) dibutuhkan dana sebesar Rp 500 triliun.

Baca Juga: Presiden Sebut Pembebasan Lahan Hambat Proyek Tol

"Kendalanya hanya satu, pendanaan. Jadi kalau untuk seluruhnya tadi 2.878 km dibutuhkan anggaran Rp 500 triliun, termasuk jalan tol yang sudah operasi tadi,” kata Basuki Hadimuljono seusai ratas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Saat ini, jelas Basuki Hadimuljono, dana yang telah siap berasal dari perbankan Rp 72,2 triliun, dukungan pemerintah Rp 21,6 triliun, dan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke Hutama Karya yang ditugaskan untuk membangun proyek tersebut sebesar Rp 19,6 triliun. Dengan demikian, proyek tersebut masih membutuhkan pembiayaan sebesar Rp 387 triliun.

"Jadi sudah ada Rp 113 triliun yang sudah committed, termasuk jalan tol yang sudah operasi tadi sepanjang 393 km. Sehingga masih dibutuhkan Rp 387 triliun untuk menyelesaikan seluruhnya,” ujar Basuki Hadimuljono.

Namun, lanjut Basuki, kalau pemerintah hanya fokus pada pembangunan ruas backbone Tol Trans Sumatera dari Bakauheni ke Banda Aceh, total panjang jalan tol itu hanya 1.970 km. "Ya tanpa sirip-sirip, tanpa Bengkulu, tanpa Padang, tanpa Sibolga. Tapi itu semua juga akan diselesaikan,” terangnya.

Baca Juga: Presiden Minta Pembangunan Tol Trans-Sumatera Dipercepat

Untuk pembangunan ruas backbone saja, ungkap Basuki Hadimuljono, kebutuhan dananya mencapai Rp 266 triliun. Sampai saat ini, dana yang telah siap dari perbankan sebesar Rp 42,2 triliun, dukungan pemerintah Rp 16,1 triliun, PMN Rp 17,1 triliun. Sehingga total dana yang sudah pasti didapatkan sebesar Rp 75,4 triliun. Artinya, masih dibutuhkan dana sebesar Rp 190,6 triliun untuk menyelesaikan yang ruas backbone.

"Tadi masalah financing ini dibicarakan oleh menteri BUMN, menteri Investasi, menko Perekonomian dan menteri Keuangan. Ada beberapa option. Beliau-beliau akan merumuskan, apakah akan bond jangka panjang, itu pasti dengan jaminan pemerintah. Jadi ini khusus Tol Trans Sumatera ini hanya pendanaan,” jelasnya.

Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah menargetkan proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatera akan rampung pada 2024. Saat ini, pemerintah sudah menyelesaikan pembangunan jalan tol sepanjang 393 km dan sudah beroperasi. Sehingga pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk menyelesaikan 1.194 km yang masih dalam proses konstruksi dan 1.291 km yang masih dalam tahap persiapan.

"Jadi total panjang 2.878 km, sudah operasi 393 km, yang under construction 1.194 km dan sedang persiapan 1.291 km. Target kita ingin menyelesaikan sampai dengan 2024,” papar Basuki Hadimuljono.

Baca Juga: Kempupera Siap Operasikan 4 Ruas Tol

Basuki menerangkan, jalan tol tersebut memiliki koridor utama dan jalur pendukung. Koridor utama terbentang sepanjang 1.974 km dari pelabuhan Bakauheni, Lampung hingga Banda Aceh. Sementara itu, yang termasuk dalam jalur pendukung diantaranya adalah jalan tol Bengkulu-Palembang, Padang-Pekanbaru, dan Sibolga-Medan. Total jalur pendukung sepanjang 904 km.



Sumber: BeritaSatu.com