Kelola Keuangan di Masa Pandemi, Investasi Properti Bisa Jadi Pilihan

Kelola Keuangan di Masa Pandemi, Investasi Properti Bisa Jadi Pilihan
Bincang virtual 'Hemat Pernikahan Untuk Investasi Masa Depan di Masa Covid-19' yang digelar BJHT Jumat (3/7/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 4 Juli 2020 | 08:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Bintaro Jaya High Rise (BJHR), brand gabungan kondominium milik PT Jaya Real Property Tbk (JAYA) melakukan edukasi kepada masyarakat agar bijak mengelola keuangan di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

General Manager Bintaro Jaya High Rise Arum Prasasti mengatakan masa pandemi menjadi momen emas untuk membeli properti, karena harganya cenderung stagnan menyusul perlambatan ekonomi. Biasanya memasuki semester dua, harga properti sudah melonjak, tapi karena pandemi harga cenderung stabil. Selain itu, banyak promosi yang diberikan oleh developer dan bank.

"Properti saya rasa menjadi alat investasi yang tepat saat ini karena harganya masih stagnan, dan diprediksi akan melonjak di tahun 2021, karena tren properti memang selalu naik dari tahun ke tahun,” kata Arum pada bincang virtual 'Hemat Pernikahan Untuk Investasi Masa Depan di Masa Covid-19' yang digelar BJHT Jumat (3/7/2020).

Dia menilai, bagi pasangan yang akan menikah sebaiknya bijak melangsungkan pernikahan. Apalagi di masa pandemi, ada pembatasan perkumpulan skala besar.

Menurut dia, lebih menguntungkan jika berhemat di resepsi karena riskan dilakukan di masa pandemi. Dana resepsi bisa dialokasikan membeli properti, sehingga setelah akad nikah bisa langsung menempati properti baru. "Hunian properti bisa juga disewakan karena kitabsudah memiliki aset yang nilainya juga akan selalu bertambah,” tambahnya.

CEO & Principal Consultant ZAP Finance Prita Ghozie mengatakan, di masa pandemi menjadi momen untuk berefleksi bahwa perencanaan resepsi pernikahan tidak perlu memakan biaya besar, apalagi sampai berutang hanya untuk pesta satu hari resepsi.

Menurut Prita sebuah pesta pernikahan dikatakan pemborosan ketika setelah menikah tidak ada dana darurat, jumlah biayanya sudah melebihi bujet yang sudah dikumpulkan sebelumnya, bahkan sampai berutang. Akibatnya kuangan saat memulai pernikahan menjadi berantakan. Solusinya adalah sadar dengan kemampuan diri sendiri.

"Buat apa membuat pesta mewah, demi harga diri kalau akhirnya kita tidak bisa memenuhi berbagai kebutuhan keluarga termasuk punya rumah? Dana darurat, dana rumah, dan dana investasi untuk masa depan adalah 3 hal utama,” kata Prita.

Dalam kesempatan yang sama figur pasangan muda sukes di Tanah Air Ayudia C dan Ditto Percussion mengatakan bahwa semenjak berkeluarga, mereka belajar bahwa di masa muda dan memulai pernikahan sangat penting untuk berinvestasi. Ayudia dan Ditto memilih untuk berinvestasi di properti.

“Semenjak menikah, apalagi sudah memiliki anak, kita jadi semakin paham dan mawas terhadap manajemen keuangan, karena berkeluarga itu banyak biayanya, makanya kita juga aktif mengedukasi teman-teman lewat konten-konten kita salah satunya mengenai investasi,” kata Ditto yang memiliki akun YouTube “Teman Tapi Menikah” yang kerap kmemberikan konten edukasi untuk kalangan muda, salah satunya mengenai pentingnya investasi sejak dini.



Sumber: BeritaSatu.com