Wall Street Melonjak Dipicu Rekor Kenaikan Lapangan Kerja

Wall Street Melonjak Dipicu Rekor Kenaikan Lapangan Kerja
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Spencer Platt)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 3 Juli 2020 | 05:35 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup menguat dan Nasdaq mencapai level tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Kamis (2/72020) didukung rekor kenaikan lapangan kerja (penggajian nonpertanian) yang memberikan jaminan bahwa pemulihan ekonomi AS berjalan baik.

Dow Jones Industrial Average naik 92,39 poin, atau 0,36 persen menjadi 25.827,36, S&P 500 naik 14,15 poin, atau 0,45 persen menjadi 3.130,01 dan Nasdaq Composite naik 53,00 poin, atau 0,52 persen menjadi 10.207,63.

Ketiga rata-rata saham utama AS menguat, dengan S&P 500 membukukan kenaikan harian keempat beruntun.

Baca juga: Dow Menguat Menutup Kuartal Terbaiknya Sejak 1987

Stimulus besar-besaran dan harapan pemulihan ekonomi telah membuat S&P 500 dan Dow menjadi 7,6 persen dan 12,6 persen di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada Februari.

Departemen Tenaga Kerja AS menyebutkan, ekonomi AS menambah 4,8 juta lapangan pekerjaan pada Juni, mencetak rekor bulanan kedua berturut-turut. Angka itu jauh lebih besar dari yang diperkirakan analis sebesar 1,8 juta. Naiknya lapangan kerja ini membuat tingkat pengangguran ke 11,1 persen. "Ada banyak hal yang disukai dari data ekonomi minggu ini," kata Manajer Portofolio Kingsview Asset Management Paul Nolte, di Chicago.

Menurut dia, masih akan ada pembicaraan lebih banyak stimulus dari Washington setelah mereka liburan Fourth of July.

Meski terjadi kenaikan lapangan kerja gaji bulan Mei dan Juni berturut-turut, namun pasar tenaga kerja belum pulih mengingat ada 22 juta pekerjaan yang hilang sejak kejatuhan Maret-April.

Pemulihan ekonomi AS dapat terhenti ketika kasus baru Covid-19 mencapai rekor tertinggi dan beberapa negara bagian yang paling terpukul menghentikan rencana membuka kembali ekonominya.

Pada Kamis, Florida melaporkan 10.000 kasus infeksi Covid-19 atau memecahkan rekor, lebih buruk daripada negara di Eropa yang melaporkan puncak wabah.

Dalam beberapa minggu mendatang, pelaku pasar akan fokus pada musim pelaporan kuartal kedua. Secara agregat, analis memperkirakan laba S&P turun 43,1 persen karena perusahaan berjuang di tengah jatuhnya permintaan dan gangguan rantai pasokan.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, semuanya kecuali real estat dan layanan komunikasi menguat.

Microsoft Corp memberikan dorongan terbesar untuk S&P 500, dan pada bulan Juni mempertahankan posisi teratasnya sebagai saham yang paling banyak diinvestasikan secara global, menurut data platform perdagangan eToro.

Tesla Inc melonjak 8,0 persen setelah pengiriman kendaraan kuartal kedua pembuat mobil itu mengalahkan perkiraan Wall Street.



Sumber: Reuters