Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dorong Kinerja Ekspor

UMKM Akan Dihubungkan dengan Usaha Besar

Senin, 29 Juni 2020 | 19:52 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop dan UKM), Teten Masduki mengungkapkan, salah satu alasan yang membuat produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari Indonesia masih minim lantaran keterkaitan UMKM dengan usaha atau industri besar masih rendah. Dari sekitar 64 juta pelaku UMKM di Indonesia, saat ini yang sudah memiliki keterkaitan dengan usaha besar masih kurang dari 5 persen.

Baca Juga: Pelaku UMKM Harus Fokus Pada Bisnis Utama

"Terkait ekspor produk UMKM, problemnya itu kalau kita lihat ekspor di banyak negara, UMKM-nya rata-rata tidak sendiri. Mereka menjadi bagian dari usaha besar. Di kita itu masih rendah, yang terhubung dengan usaha besar kurang dari 5 persen. Inilah yang menjadi target kita untuk bagaimana menghubungkan UMKM dengan usaha besar, apakah itu sebagai pemasok bahan baku, setengah jadi, atau juga lebih dari itu,” kata Teten Masduki dalam webinar MarkPlus Government Roundtable Series 5: UKM Digital-Masa Depan Keberlanjutan Ekspor Indonesia, Senin (29/6/2020).

Teten mengungkapkan, saat ini ekspor produk UMKM dari Indonesia baru mencapai 14 persen. Jika dibandingkan dengan negara tetangga, menurutnya, angka tersebut masih masih kecil. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah memintanya agar ekspor produk UMKM ini bisa meningkat dua kali lipat.

Karenanya, Teten menyebut perlunya ada trading house yang berfungsi menghubungkan penjual dan pembeli, dan juga sebagai tempat untuk mengakurasi produk-produk UMKM yang siap ekspor.

Baca Juga: Platform Mandiri Pintar Dorong Pertumbuhan UMKM

"Kita perlu membuat trading house. Kami di Kementerian Koperasi dan UKM sudah menyiapkan Smesco sebagai trading house untuk produk-produk UMKM yang diproduksi secara menyebar dari berbagai daerah, supaya mereka bisa mudah diakses bagi buyer, baik buyer di dalam negeri maupun dari luar. Kami juga membantu kurasi produk-produknya," jelas Teten.

Pasar Dalam Negeri

Sementara itu untuk pasar dalam negeri, selain meningkatkan daya beli masyarakat, yang juga diefektifkan adalah meningkatkan peran pemerintah dalam menyerap produk-produk UMKM.

"Di dalam negeri yang kami efektifkan selain konsumsi masyarakat atau belanja masyarakat, juga belanja Kementerian dan Lembaga. Tahun ini saja ada sekitar Rp 318 triliun dari Rp 753 triliun belanja Pemerintah dan K/L untuk (menyerap) produk UMKM," tutur Teten.

Baca Juga: Erick Minta BUMN Alihkan Proyek Kecil ke UMKM

Saat ini Kementerian Koperasi dan UMKM juga tengah berkoordinasi dengan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah) dalam mempersiapkan e-catalog dan laman khusus UMKM di LKPP. Teten menambahkan, pihaknya juga tengah melakukan pelatihan kepada kementerian dan lembaga untuk menyusun paket-paket pengadaan dan bagaimana melakukan pengadaan produk UMKM dari e-catalog tersebut.

Untuk menghadapi persaingan dengan produk impor yang membanjiri pasar Indonesia, termasuk juga di marketplace online, Teten menyampaikan Pemerintah beberapa waktu lalu juga telah membuat kebijakan memperkecil ambang batas tarif masuk barang produk impor dari sebelumnya US$ 75 menjadi US$ 3.

"Produk impor itu harganya lebih murah dari produk kita, makanya banyak UMKM yang tidak bisa bersaing. Tetapi dengan adanya kebijakan ambang batas tarif ini, mustinya kita bisa kompetitif,” kata Teten.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pendapatan Lippo Cikarang Tumbuh 44%

Peningkatan ini terutama berasal dari penjualan rumah tinggal dan apartemen sebesar Rp 362 miliar di kuartal pertama 2020.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Kempupera Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Morowali

Setiap rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp 17,5 juta untuk meningkatkan kualitas rumah menjadi lebih layak huni.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Jadi Reseller Evermos, Penghasilan Mona Apriana Belasan Juta Per Bulan

Meski sebagai ibu rumah tangga, Mona Apriana tetap memiliki penghasilan tinggi yang didapatnya setelah menjadi "reseller" Evermos.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Laba Kliring Berjangka Indonesia Naik 83%

PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) mencatat laba bersih (setelah pajak) sebesar Rp 50,345 miliar pada tahun 2019, atau naik 183% dari 2018.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Sandiaga: Pelaku UMKM Harus Fokus Pada Bisnis Utama

Menurut Sandiaga, ada tiga pilar yang harus diterapkan untuk merespon dampak dari pandemi di sektor UMKM.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Sri Mulyani: Penempatan Dana ke Bank Himbara untuk Dorong Sektor Riil

Sri Mulyani memastikan, penempatan dana pemerintah di Bank Himbara untuk mendorong ekonomi sektor riil.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Perkuat Modal, Impack Pratama Tak Bagi Dividen

Perseroan masih bisa melewati kuartal I-2020 dengan kinerja yang cukup baik.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Jokowi Marah, Ini Tanggapan Sri Mulyani

Anggaran penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk sektor kesehatan saat ini baru terserap sebesar 4,68%.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Platform Mandiri Pintar Dorong Pertumbuhan UMKM

Dorong pertumbuhan UMKM, Bank Mandiri luncurkan platform Mandiri Pintar.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Bursa Eropa Melemah, Investor Cermati Perkembangan Covid-19

Indeks Stoxx 600 turun 0,05 persen, DAX Jerman naik 0,39 persen, FTSE Inggris naik 0,12 persen, CAC Prancis turun 0,14 persen, FTSE MIB Italia naik 0,58 persen.

EKONOMI | 29 Juni 2020


TAG POPULER

# PPKM Level 4 Diperpanjang


# Akidi Tio


# Greysia Polii


# Olimpiade Tokyo


# Anthony Ginting



TERKINI

Semen Grobogan Resmi Jadi Pelanggan Listrik Tegangan Tinggi PLN

NASIONAL | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS