Kempupera Dorong Pengembang Bangkitkan Sektor Properti
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-2.49)   |   COMPOSITE 6413.89 (-38.84)   |   DBX 1221.71 (-0.78)   |   I-GRADE 188.988 (-1.34)   |   IDX30 542.994 (-3.42)   |   IDX80 145.925 (-1.31)   |   IDXBUMN20 438.706 (-6.56)   |   IDXESGL 150.111 (-1.32)   |   IDXG30 148.081 (-1.46)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-2.64)   |   IDXQ30 153.853 (-0.73)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-2.6)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-7.03)   |   IDXV30 149.364 (-1.82)   |   INFOBANK15 1084.54 (-0.31)   |   Investor33 464.502 (-2.5)   |   ISSI 189.074 (-1.77)   |   JII 668.709 (-8.85)   |   JII70 233.837 (-3.03)   |   KOMPAS100 1296.34 (-10.24)   |   LQ45 1011.21 (-7.82)   |   MBX 1772.39 (-12.21)   |   MNC36 342.942 (-1.72)   |   PEFINDO25 336.865 (-2.96)   |   SMInfra18 332.042 (-4.87)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-1.67)   |  

Kempupera Dorong Pengembang Bangkitkan Sektor Properti

Selasa, 16 Juni 2020 | 21:46 WIB
Oleh : Imam Muzakir / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) mendorong para pengembang properti dapat segera bangkit untuk meningkatkan pembangunan hunian, jelang pelaksanaan kebijakan normal atau new normal di Indonesia.

Baca Juga: New Normal, Pengembang Minta Dukungan Pemerintah

Pasalnya, kebangkitan sektor properti sangat diperlukan untuk mendorong pelaksanaan program sejuta rumah (PSR) serta menggerakkan kembali roda perekonomian yang sempat stagnan akibat dampak pandemi virus corona atau Covid-19.

"Kami berharap para pengembang properti di Indonesia bisa bangkit kembali melaksanakan pembangunan rumah untuk masyarakat di seluruh Indonesia jelang pelaksanaan new normal di sektor perumahan," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kmepupera, Khalawi Abdul Hamid, dalam keterangannya kepada Beritasatu.com di Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Menurut Khalawi, kolaborasi antara pemerintah dan pengembang properti dalam pelaksanaan program sejuta rumah sangat penting. Sebabnya, pemerintah tentunya tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan hunian untuk masyarakat. "Dengan demikian, peran aktif pengembang dalam pembangunan perumahan di seluruh Indonesia sangat dibutuhkan," tegas Khalawi.

Khalawi menyatakan, wabah virus corona yang melanda seluruh wilayah Indonesia memang berpengaruh pada produksi rumah yang dibangun oleh pengembang. Adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat pengembang mengalami hambatan dalam proses pembangunan dan penjualan proyek hunian.

Baca Juga: Kempupera Tambah Alokasi Program BSPS

"Pelaksanaan program sejuta rumah ikut mengalami hambatan di masa pandemi Covid-19 ini. Namun, pemerintah tetap berupaya mendorong agar penyediaan rumah untuk masyarakat dapat dipenuhi dengan baik," kata Khalawi.

Khalawi menambahkan, pemerintah terus mendorong agar sektor properti di Indonesia tetap tumbuh saat memasuki era kenormalan baru. Kempupera tetap berkoordinasi dengan sejumlah asosiasi pengembang, untuk mencari solusi bersama terkait berbagai hambatan yang dialami kalangan pengembang.

"Sektor properti menjadi salah satu pendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia. Jadi, kita harus bersemangat dan bersama-sama membuka lapangan kerja untuk masyarakat dalam pembangunan rumah," tandas Khalawi.

Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin menerangkan, kalangan pengembang siap mendukung Kempupera dalam pembangunan hunian untuk masyarakat. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan hunian layak dengan kisaran harga yang terjangkau.

Baca Juga: Pengembang Rumah MBR Harapkan Insentif Khusus

"Kami siap mendukung pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan new normal di bidang perumahan. Kami juga menyalurkan bantuan berupa pembagian masker dan sembako, untuk mendukung masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” kata Saleh Husin.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rekor Penjualan Ritel AS Dorong Wall Street Menguat

Dow Jones Industrial Average naik 2,6 persen, indeks S&P 500 naik 2,5 persen, dan Nasdaq naik 2,3 persen.

EKONOMI | 16 Juni 2020

Tidak Terpengaruh Covid-19, Petrokimia Gresik Ekspor 50.000 Ton Pupuk ke India

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia tidak begitu mengganggu kinerja penjualan ekspor pupuk Petrokimia Gresik.

EKONOMI | 16 Juni 2020

Garuda Belum Berencana Naikkan Tarif

"Jadi untuk apa menaikan tarif kalau orang tidak mau naik?" kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.

EKONOMI | 16 Juni 2020

Saham Blue Chip Lagi "Diskon", Saatnya Koleksi

Saham blue chip atau saham lapis satu dengan kapitalisasi pasar yang besar pas untuk dikoleksi. Apalagi, harga saham blue chip sedang terdiskon besar-besaran.

EKONOMI | 16 Juni 2020

Kapolda Bengkulu: Masyarakat Terbukti Bakar Hutan dan Lahan Ditindak Tegas

Masyarakat yang terbukti bakar hutan akan ditindak.

EKONOMI | 16 Juni 2020

Kemkop dan UKM Beri Dukungan Moral kepada Dua Pegawai Positif Covid-19

Kemkop dan UKM telah lakukan rapid test untuk semua ASN di Kemkop dan UKM.

EKONOMI | 16 Juni 2020

Kemkeu Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI Minus 3,1% di Kuartal-II

Menurut Menkeu, kontraksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II ini memang tidak bisa terhindarkan akibat kebijakan restriksi ketat yang berlaku sejak Maret 2020.

EKONOMI | 16 Juni 2020

Pendapatan Negara Makin Tertekan Pandemi Covid-19

Sampai dengan akhir bulan Mei 2020, realisasi pendapatan negara dan hibah telah mencapai Rp 664,32 triliun, menyusut 9,02% (yoy).

EKONOMI | 16 Juni 2020

New Normal Jadi Peluang Bagi UMKM

UMKM yang bisa melakukan adaptasi dengan perubahan perilaku masyarakat ini yang bisa tumbuh di era pandemi Covid-19.

EKONOMI | 16 Juni 2020

Rupiah Menguat ke Rp 14.090

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Selasa (16/6/2020), menguat ke kisaran Rp 14.090.

EKONOMI | 16 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS