Kembali ke Rp 13.000-an, Bank Indonesia Yakin Rupiah Terus Menguat
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-11.32)   |   COMPOSITE 6376.76 (-85.96)   |   DBX 1366.47 (-4.13)   |   I-GRADE 184.394 (-4.05)   |   IDX30 516.608 (-10.51)   |   IDX80 138.726 (-2.53)   |   IDXBUMN20 405.249 (-8.22)   |   IDXESGL 142.142 (-2.59)   |   IDXG30 145.757 (-3.33)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-7.55)   |   IDXQ30 148.268 (-2.8)   |   IDXSMC-COM 300.72 (-2.17)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-5.5)   |   IDXV30 136.038 (-1.55)   |   INFOBANK15 1074.63 (-26.5)   |   Investor33 444.938 (-9.47)   |   ISSI 184.203 (-2.63)   |   JII 631.94 (-13.58)   |   JII70 222.617 (-4.41)   |   KOMPAS100 1239.85 (-24.1)   |   LQ45 968.215 (-19.75)   |   MBX 1728.57 (-26.45)   |   MNC36 329.564 (-6.33)   |   PEFINDO25 328.624 (-5.07)   |   SMInfra18 313.805 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-8.61)   |  

Kembali ke Rp 13.000-an, Bank Indonesia Yakin Rupiah Terus Menguat

Jumat, 5 Juni 2020 | 16:06 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kembali ke level Rp 13.000an masih undervalued. BI pun menyakini rupiah masih akan berada dalam tren penguatannya.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah terus menguat berturut-turut sejak 28 Mei yang saat itu mencapai Rp 14,769 per dolar AS, pada Jumat (5/6) menjadi Rp 14.100 per dolar AS.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan, rupiah sudah tembus di bawah Rp 14.000 per dolar AS dan sempat diperdagangkan dengan bid offer Rp 13.855 dan offernya Rp 13.960 per dolar AS. Rupiah pun diyakininya masih berpotensi menguat mengingat kondisinya yang masih di posisi undervalue. Di mana, penguatan tersebut sejalan dengan pandangan BI.

"Rupiah undervalue dan masih akan menguat, karena inflasinya rendah, defisit transaksi berjalan rendah, perbedaaan suku bunga dalam dan luar tinggi, dan aliran masuk modal asing tinggi. Rupiah juga masih akan menguat karena indikator premi resiko yang masih 126, belum turun mendekati sebelum Covid 66-68. Jadi, ada faktor fundamental dan teknikal," ujarnya dalam konferensi pers Perkembangan Ekonomi Terkini secara virtual, di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Kurs rupiah terapresiasi ke level terkuat sejak 25 Februari lalu atau sebelum kasus pertama Covid-19 ditemukan pada awal Maret. Menurut data Bloomberg, rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Jumat (5/6/2020), menguat ke kisaran Rp 13.877,5 per dolar AS atau terapresiasi 217,5 poin (1,54 persen).

Baca juga: Menguat, Rupiah Kembali ke Level Pra-Covid-19

Jelas Perry, inflasi di Mei termasuk yang sangat rendah apalagi dibandingkan bulan Ramadan dan Idulfitri sebelumnya. Bahkan, sesuai pemantauan survei di minggu pertama Juni inflasi month to month 0,04%, berarti year on year 1,81%. Itu lebih rendah dari bulan lalu.

"Dari survei pemantauan harga menunjukkan inflasi itu rendah. Inflasi rendah karena permintaan masyarakat, pengaruh PSBB sehingga aktivitas dan pendapatan masyarakat mengalami penurunan dan konsumsi turun. Ketersediaan pasokan dan distribusi bahan pangan dan koordinasi yang erat antar TPI dan TPID. Serta, kredibilitas kebijakan BI di bidang moneter dan pemerintah di bidang ekonomi yang bisa diukur dari terkendalinya ekspektasi inflasi," jelasnya.

BI juga melihat rupiah masih akan menguat ke depannya. Hal ini tampak dari indikator premi risiko credit default swap (CDS) yang sekarang kurang lebih 126."Memang sudah turun dulu tertinggi 245, tapi kalau 126 dibandingkan dengan tingkat sebelum Covid-19 yang mencapai 66-68, premi risiko pasca-Covid-19 Insyaallah bisa lebih rendah 126," papar Perry.

Untuk perbedaan suku bunga, interest rate differential SBN dan US treasury 10 tahun juga telah mencapai 6,2%. Seperti diketahui, yield atau imbal hasil SBN mencapai 7,06%, sementara US treasury hanya sebesar 0,8%. "6,2 persen ini tinggi salah satu yang sering imbal hasil aset keuangan RI khususnya SBN masih tinggi," katanya.

Adapun, aliran modal asing terus mengalami kenaikan sejalan tingkat kepercayaan diri investor asing yang semakin lama kian membaik. Hal itu terbukti dari aliran modal asing khususnya ke SBN. Di mana, pada minggu ke dua Mei capai Rp 2,97 triliun, lalu minggu berikutnya Rp 6,15 triliun, Rp 2,54 triliun, dan sentuh Rp 7,01 triliun di Juni ini.

"Dengan nilai yang terus menguat dan intervensi berkurang, maka cadangan devisa kita akan alami peningkatan. Angkanya lebih tinggi dari bulan lalu, Senin akan dirilis," ucapnya.

Penguatan mata uang Garuda didorong optimisme bahwa pembukaan kembali kegiatan perekonomian secara bertahap dan membaiknya sentimen risiko global akan meningkatkan arus modal masuk ke aset-aset berimbal hasil tinggi. Meski demikian, kondisi eksternal seperti perang dagang antara AS-Tiongkok, serta kondisi Eropa dan Hong Kong juga dinilainya akan mempengaruhi nilai tukar dolar AS. "Tapi secara tren masih menguat," kata Perry.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menguat, Rupiah Kembali ke Level Pra-Covid-19

Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Jumat (5/6/2020), menguat ke kisaran Rp 13.800.

EKONOMI | 5 Juni 2020

IHSG Ditutup Menguat 0,63%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,63 persen ke kisaran 4.947,78 pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (5/6/2020).

EKONOMI | 5 Juni 2020

Kemperin Pulihkan IKM Perhiasan Jadi Andalan Ekspor

Kemperin tetap dorong pelaku IKM agar tetap bergairah di tengah pandemi Covi9-19.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Kempupera Anggarkan Rp 70 Miliar Untuk Padat Karya Bedah Rumah di Sulteng

Kempupera siapkan dana Rp 70 Miliar bedah rumah di Jateng.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Kritikal, Garuda Harap Dana Talangan Rp 8,5 T Cepat Cair

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan dana talangan dari pemerintah sekitar Rp 8,5 triliun kepada perseroan saat ini sudah selesai didiskusikan.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Matahari Perkuat Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi

Di jajaran komisaris Matahari Department Store bergabung Monish Mansukhani. Lalu, Terry O’Connor, Niraj Jain, dan Irwin Abuthan di jajaran direksi.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Perkasa! Rupiah Masuki Level Psikologis Rp 13.000-an

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.885-Rp 14.089 per dolar AS.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Aksi Beli Warnai Mayoritas Bursa Asia Siang Ini

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 97,2 (0,43 persen) mencapai 22.793 poin.

EKONOMI | 5 Juni 2020

80% Emiten Bukukan Laba, Nilainya Capai Rp 403 Triliun

Total pendapatan perusahaan tercatat secara keseluruhan mencapai Rp 4.425 triliun.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Jeda Siang, IHSG Hilang 20 Poin ke 4.896

Sebanyak 198 saham naik, 196 saham melemah dan 135 saham stagnan.

EKONOMI | 5 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS