Antasari Bantah Kaligis

Antasari Bantah Kaligis
Rabu, 21 Juli 2010 | 17:55 WIB

Juniver Girsang, pengacara Antasari Azhar membantah pernyataan pengacara Anggodo Widjojo, OC Kaligis tentang kesediaan Antasari menjadi saksi di persidangan Anggodo berikutnya. 

Juniver yang hari ini menjenguk Antasari di tahanan Polda Metro Jaya mengatakan, tidak pernah ada pembicaraan antara Antasari dengan Kaligis mengenai kesediaan kliennya sebagai saksi dalam kasus dugaan penyuapan dan menghalang-halangi  penyelidikan perkara korupsi  Sistem Radio Komunikasi Terpadu Departemen Kehutanan.
 
“OC [Kaligis] datang hanya untuk menjenguk dan memberikan bukunya kepada Pak Antasari. Sama sekali tidak membicarakan kesaksian,” kata Juniver kepada wartawan beritasatu.com.
 
Dia mengatakan, memang tidak ikut mendampingi Antasari ketika bertemu dengan Kaligis 18 Juli silam. Namun mengutip pernyataan Antasari, kata Juniver, pembicaraan antara kliennya itu dengan Kaligis sama sekali tidak berbicara kasus.
 
“Tadi saya baru ngobrol dengan Pak Antasari. Dia bilang nggak ada cerita mengenai kasus. Hanya menyerahkan buku saja. Tidak ada pembicaraan yang lain,” kata Juniver.
 
Mengenai keheranan Antasari tentang ketakutan KPK jika dirinya hadir sebagai saksi, menurut Juniver, juga tidak pernah ada. Begitu juga dengan pernyataan Antasari sebagai orang yang melaporkan kasus suap kepada pimpinan KPK.
 
Kepada wartawan beritasatu.com, tadi pagi, Kaligis mengatakan,  Antasari Azhar mengaku heran mengapa KPK ketakutan jika dirinya bersaksi di persidangan Anggodo Widjojo. “Antasari  bertanya [kepada saya] kenapa KPK takut sekali kalau dia [Antasari] menjadi saksi [di persidangan Anggodo]?,” kata Kaligis.
 
Antasari menyampaikan hal itu kepada Kaligis, ketika dijenguk di tahanan Polda Metro Jaya 18 Juli lalu, saat jam makan siang. “Saya datang ke Polda, untuk memastikan tentang laporan dia [Antasari] ke polisi. Saya berteman dengan dia (Antasari),” kata Kaligis.
 
Menurut Juniver, pernyataan Kaligis yang mengaku mengutip omongan dari Antasari merupakan tindakan yang tidak benar dan tidak sesuai fakta. Juniver menambahkan, Antasari menyatakan keberatan karena tidak pernah menyatakan hal-hal yang disampaikan oleh Kaligis di persidangan Anggodo kemarin maupun kepada media.
 
Melalui Juniver, Antasari karena itu akan mengirimkan surat resmi kepada Kaligis mengenai ketidakbenaran pernyataan yang disampaikan Kaligis. “Besok kami akan mengirimkan secara resmi kepada Kaligis dan majelis,” kata Juniver.
 
Pihak tim kuasa hukum Antasari merasa perlu menyurati Majelis hakim karena  dalam persidangan Anggodo kemarin, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi telah memerintahkan Antasari untuk hadir bersaksi di sidang Anggodo.
 
“Yang jelas dia [Antasari] keberatan dilibatkan dalam perkara [Anggodo] ini. Kalau Pak Antasari memang ada dan tertera dalam BAP Anggodo, maka dia wajib datang dan akan memenuhi panggilan pengadilan sebagai saksi di persidangan,” kata Juniver.
 
Namun kata Juniver, Antasari tidak pernah memberikan keterangan dalam BAP perkara Anggodo sebelumnya dan dia merasa keberatan untuk dihadirkan.
 
“Pak Antasari itu mengerti masalah hukum. Dan dia tidak pernah diperiksa dalam berkas perkara Anggodo. Jika dipaksakan tetap hadir bersaksi, keterangan dia nanti tidak akan relevan,” kata Juniver.
Sumber: -